Zaenal Mustofa, Hafiz Mungil dengan Segudang Prestasi

Your Story | Selasa, 18 Desember 2018 19:03
Zaenal Mustofa, Hafiz Mungil dengan Segudang Prestasi

Reporter : Ahmad Baiquni

Zaenal Mustofa merupakan Ketua Umum UKM JQH IAIN Samarinda

Dream - Zaenal Mustofa bukan lagi bocah. Dia malah sepantasnya disebut sebagai pemuda, meski badannya tidak seukuran orang normal.

Ya meski usianya 21 tahun, Zaenal memiliki tinggi badan di bawah rata-rata. Meski demikian, hal itu tidak menjadi halangan bagi pemuda kelahiran Temanggung, Jawa Tengah ini untuk berprestasi.

Selain sebagai mahasiswa IAIN Samarinda, Zaenal adalah seorang penghafal Alquran. Bahkan dia aktif sebagai Ketua Umum Jam'iyyatul Qurra wal Hufadz (JQH) di kampusnya.

Bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tersebut, Zaenal tengah menggarap program pengkaderan hafiz. Program ini diharapkan dapat melahirkan para tahfiz Alquran.

" Menghafal Alquran adalah pilihannya dan menjadi impian bagi banyak orang, karenanya dinilai sangat mulia di sisi Allah," kata Zaenal, dikutip dari Kemenag.go.id.

UKM yang dipimpin Zaenal kini telah memiliki 1.000 anggota. Organisasi ini memiliki 5 divisi dengan program strategis yaitu Hafiz Quran, Tilawah Alquran, Tafsirul Alquran, Tahsinul Alquran, dan Kaligrafi.

" Alhamdulillah berkat kerja keras segenap pengurus JQH, untuk Penerimaan Anggota Baru (Petaba) tahun akademik 2018 berhasil merekrut 600 orang anggota," kata Zaenal.

 

2 dari 3 halaman

Raih Prestasi

JQH IAIN Samarinda di bawah kepemimpinan Zaenal menorehkan banyak sekali prestasi. Di antaranya Juara Umum MTQ II se-Kalimantan Timur 2018 di Universitas Mulawarman.

Selain itu, organisasi ini juga meraih Juara I Tilawah Putra dan Putri, Juara I Dakwah, serta Juara II Fahmil Quran dalam kompetisi tersebut.

Untuk mengembangkan kemampuan, sejumlah program telah disusun. Salah satunya kunjungan Studi Banding ke LPPQ UIN Antasari Banjarmasin.

" Saya bangga telah mengajak kawan-kawan saya untuk menimba pengalaman di UIN Banjarmasin," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Tak Sekadar Tempat Kumpul

Bagi Zaenal, JQH bukanlah sekadar tempat kumpul bagi mahasiswa penghafal Alquran. Dia berharap lewat organisasi ini, para anggotanya dapat menerapkan ilmunya di tengah masyarakat.

" Pada setiap bulan Ramadan aktivis UKM JQH kami ajak melakukan program bakti sosial keagamaan di sekitar Samarinda, khususnya di daerah pelosok," kata dia.

Sejumlah kegiatan yang digelar bersamaan dengan bakti sosial tersebut seperti kultum sebelum tarawih, tadarus Alquran, imam sholat 5 waktu di masjid kampung, pengisi taklim berbuka serta menggelar pesantren kilat di sekolah terdekat.

Pada Ramadan nanti, kata Zaenal, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program baru. Sebanyak 15 masjid dipilih sebagai basis pengabdian para anggota JQH.

" Kaum muda seperti kita ini harus dikenalkan masjid sebagai pusat pendidikan dan peradaban Islam," kata dia. 9ism)

Join Dream.co.id