Viral Video Makanan Menumpuk di Jalanan, Bantuan Hadapi Virus Corona

Your Story | Kamis, 26 Maret 2020 10:01
Viral Video Makanan Menumpuk di Jalanan, Bantuan Hadapi Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni

Masyarakat tak lupa pada yang lain.

Dream - Wabah virus corona membuat banyak warga dunia khawatir. Tidak sedikit dari mereka bahkan menghadapinya secara berlebihan.

Panic-buying atau belanja karena panik menjadi fenomena yang terjadi di sejumlah negara. Khususnya di kota yang menerapkan lockdown atau penutupan.

Akibatnya, pasokan bahan pangan menjadi langka. Sebagian orang terpaksa kelaparan karena stok bahan pangan di sejumlah toko habis.

Tetapi, sebuah video tentang pasokan makanan tergeletak di jalanan viral di media sosial. Ternyata, makanan itu adalah sumbangan dari orang-orang yang mengisolasi diri di rumah bagi siapapun yang kehabisan bahan pangan.

2 dari 5 halaman

Keren

Video tersebut diunggah di Twitter, oleh pemilik akun @cjwerleman. Werleman menyebut video itu diambil di salah satu kawasan penduduk Turki.

Hal itu dibenarkan oleh pemilik akun @serkankrcl. Serkan menyatakan kejadian dalam video tersebut memang berlangsung di tempat tinggalnya di Turki.

Meski menderita, jiwa sosial ternyata tidak hilang. Masyarakat dunia tetap saling bantu.

3 dari 5 halaman

Foto Perawat Usai Kerja 48 Jam Ini Bikin Sedih

Dream - Perawat asal York, Inggris, Dawn Bilbrough, 51 tahun, membuat video berisi pesan menggetarkan. Dia meminta masyarakat untuk tidak kalap dalam belanja akibat pandemik virus corona.

Video itu dibuat usai dia keluar dari supermarket. Dia berniat belanja sepulang menyelesaikan shift kerjanya selama 48 jam, namun tak menemukan apapun.

Banyak supermarket di York mengalami kekosongan pasokan akibat panic-buying. Bilbrough sempat sedikit menangis mendapati fakta itu.

" Berhenti belanja makanan berlebih dari yang dibutuhkan, saya ingatkan pekerja kuncilah yang menjaga Anda ketika berada di titik terendah," kata Bilbrough.

Dia sama sekali tidak mendapati buah dan sayuran. Sementara, dua bahan pangan itu penting untuk menjaganya dan banyak pekerja publik untuk tetap sehat.

" Saya tidak tahu bagaimana saya bisa tetap sehat. Dan orang-orang itu, orang-orang telah memborong bahan pangan pokok. Anda hanya perlu menghentikannya," kata Bilbrough.

" Karena orang-orang seperti saya yang akan menjaga Anda ketika berada di titik terendah jadi hentikan, tolong!" kata dia.

 

4 dari 5 halaman

Pembeli Kalap

Beredar foto seorang tenaga paramedis di media sosial dan ramai menjadi pembicaraan. Foto itu memperlihatkan paramedis yang putus asa melihat rak-rak belanjaan kosong di sebuah supermarket milik Sainsbury's.

Sejumlah supermarket memberlakukan pembatasan untuk mencegah panic buying di Inggris. Baik dengan membatasi jam operasional hingga membatasi jumlah item yang boleh dibeli.

Tesco, Sainsbury's, Asda, Morrisons sampai kehabisan barang akibat diserbu pembeli terutama tisu toilet, sabun cuci tangan, dan pasta gigi. Sayuran dan buah segar, daging, dan stok roti juga raib.

Ada juga pembeli yang memakai kekerasan seperti yang terjadi di salah satu toko di Ilford, London timur awal pekan ini. Pembeli itu mendorong pembeli lansia ke luar toko yang penuh sesak.

Pemerintah setempat sebenarnya sudah mengeluarkan imbauan agar tidak terjadi kepanikan dengan mengatakan pasokan barang sangat cukup. Tetapi, imbauan tersebut tidak dihiraukan.

Sumber: Mirror

5 dari 5 halaman

Kekurangan APD, Perawat Ini Pakai Kantong Plastik Sampah

Dream - Alat pelindung diri (APD) menjadi barang langka di saat seperti ini. Tak ingin meninggalkan pasiennya, sejumlah perawat memanfaatkan jas hujan sebagai ganti baju hazmat yang kian langka. 

Di Malaysia, beredar video perawat yang memakai kantong plastik sampah. Kantong plastik itu diubah menjadi potongan untuk menutupi dada dan kepala.

Dalam video yang diunggah di akun Facebook, Sera Bagus, tampak perawat terus bekerja meskipun dalam kondisi lunglai.

" Tak apa lemas sekali, dari pada lemas selama-lamanya,"  kata perawat itu.

Tetapi, kondisi serupa tak hanya terjadi di Malaysia. Di Inggris dan belahan dunia lain petugas medis kesulitan alat pelindung diri.

Para perawat di Northwick Park Hospital, Harrow, menyebut tidak ada tempat perawatan yang tersisa setelah kedatangan gelombang tiba-tiba pasien yang terinfeksi Covid-19. Sejauh ini, dilaporkan Express, puluhan pasien berjuang di ruang intensif.

Seorang kepala kesehatan senior telah menyarankan ambang batas usia 60 dapat ditempatkan di lokasi penerimaan, untuk mengurangi tekanan pada tempat tidur di rumah sakit di Inggris.

Rumah Sakit Northwick Park mengkonfirmasi telah mencapai " kapasitas perawatan kritis" karena jumlah pasien dengan Covid-19 melonjak di London.

Kondisi kritis di rumah sakit terhentikan setelah pasien dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk menciptakan lebih banyak ruang.

Join Dream.co.id