Tatkala Rasulullah Ingatkan Sahabat Tak Berlebihan dalam Ibadah

Your Story | Selasa, 23 April 2019 20:01
Tatkala Rasulullah Ingatkan Sahabat Tak Berlebihan dalam Ibadah

Reporter : Ahmad Baiquni

Meski sangat rajin ibadah, Rasulullah tidak pernah menganjurkan umat Islam melupakan urusan duniawi.

Dream - Rasulullah Muhammad SAW merupakan ahli ibadah. Tidak ada satupun umat Islam di dunia sejak dulu hingga sekarang yang tingkat kerajinan ibadahnya melebihi Rasulullah SAW.

Banyak riwayat yang menyatakan kelebihan tersebut. Seperti Rasulullah tidak pernah meninggalkan puasa sunah di luar Ramadan, atau kakinya sampai bengkak karena terlalu lama sholat malam.

Namun demikian, Rasulullah SAW tidak menganjurkan umatnya untuk berlebih-lebihan soal ibadah. Bahkan Rasulullah pernah menegur para sahabat yang sampai melalaikan urusan dunia karena sibuk ibadah.

Salah satu sahabat yang ditegur Rasulullah SAW adalah Abdullah bin Amr bin Ash. Ini karena Abdullah terlalu sering beribadah baik sholat, puasa, zikir, sampai tidak pernah istirahat apalagi menyentuh istrinya.

Suatu hari, Rasulullah SAW didatangi istri Abdullah. Kepada Rasulullah, wanita itu mengadukan kebiasaan Abdullah yang terlampau sibuk dengan ibadah.

Beberapa lama setelah itu, Rasulullah memanggil Abdullah. Kepada Abdullah, Rasulullah mengingatkan agar tidak berlebih-lebihan dalam ibadah.

" Abdullah, saya itu juga sering menjalankan ibadah sholat, puasa dan ibadah lainnya. Tapi saya juga istirahat, juga berkumpul bersama istriku. Kalau engkau beribadah terus tanpa memberi perhatian istrimu, maka tidak kuakui sebagai umatku," kata Rasulullah.

2 dari 3 halaman

Ketika Hati Hanzhalah Bergetar

Sahabat lain yang juga mendapat teguran dari Rasulullah adalah Hanzhalah. Peristiwa ini terekam dalam hadis riwayat Imam Ahmad dalam kitab Al Musnad.

Suatu hari, Rasulullah menyampaikan pesan kepada para sahabat di sebuah majelis. Pesan itu membuat para sahabat tersentuh dan menitikkan air mata, demikian pula dengan Hanzhalah.

Setelah selesai, Hanzhalah pulang dan menemui istrinya. Dia menceritakan kepada istri tercintanya mengenai pesan yang disampaikan Rasulullah dalam majelis yang baru saja diikutinya.

Tidak lupa, Hanzhalah juga menceritakan bagaimana perasaannya saat mendengar pesan itu. Setelah itu, dia terlibat perbincangan yang seru dengan istrinya.

3 dari 3 halaman

Terlalu Serius Tak Baik

Saking serunya, Hanzhalah melupakan perasaannya ketika mendapat pesan dari Rasulullah. Begitu teringat, dia jadi merasa bersalah lantaran menganggap diri sudah berlaku munafik.

Hanzhalah lalu mendatangi Rasulullah dan menyampaikan apa yang telah terjadi padanya. Kepada Rasulullah, dia mengaku telah berlaku munafik karena lupa akan perasaannya ketika bersama Sang Nabi.

Seharusnya, Hanzhalah tetap ingat akan pesan Rasulullah. Juga merasakan perasaan yang sama ketika mendapatkan pesan itu.

Tetapi, jawaban Rasulullah justru demikian.

" Wahai Hanzhalah, jika engkau berada dalam kondisi seperti itu terus (hati bergetar dan mata berlinang), maka malaikat akan menjabat tanganmu di jalan dan di pembaringanmu. Tetapi, Hanzhalah, bersikaplah moderat, dengan terkadang serius, terkadang bersantai," kata Rasulullah.

Sumber: NU Online.

Terkait
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id