Tata Cara Umroh di Masa Pandemi Covid-19 Sesuai Aturan Kemenag

Your Story | Jumat, 4 Desember 2020 17:33
Tata Cara Umroh di Masa Pandemi Covid-19 Sesuai Aturan Kemenag

Reporter : Arini Saadah

Menag telah mengatur regulasi yang berisi pedoman penyelenggaraan ibadah umroh di masa pandemi Covid-19.

Dream – Pemerintah Arab Saudi sudah membuka akses jemaah ibadah umroh yang sebelumnya ditutup sejak akhir Februari 2020 karena serangan pandemi Covid-19. Rombongan pertama jemaah asal Indonesia sudah menjalani ibadah umroh di awal November 2020.

Pelaksanaan umroh di masa pandemi ini menitikberatkan pada faktor keselamatan dan keamanan dari penularan virus. Pemerintah sudah menebitkan ketentuan penyelenggaraan ibadah umroh diatur melalui keputusan Menteri agama Nomor 719 tahun 2020.

Menag telah mengatur regulasi yang berisi pedoman penyelenggaraan ibadah umroh di masa pandemi Covid-19. Sehingga para calon Jemaah umroh yang berangkat ke Arab Saudi harus mematuhi syarat dan protokol kesehatan sebelum, saat, dan sampai kembalinya ke Tanah Air.

Sedangkan bagi penyelenggara perjalanan ibadah uroh harus memerhatikan mekanisme karantina calon Jemaah, memerhatikan kuota pemberangkatan dan memerhatikan pelaporan keberangkatan, kedatangan, dan kepulangan calon Jemaah.

2 dari 4 halaman

Syarat Jemaah Umroh

Ilustrasi© Shutterstock

Syarat Jemaah umroh yang sesuai dengan KMA No. 719 tahun 2020 adalah sebagai berikut:

  1. Ketentuan usia Jemaah umroh yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi yaitu antara 18 hingga 50 tahun.
  2. Calon Jemaah umroh tidak memiliki penyakit penerta atau komorbid dan wajib memenuhi ketentuan dari Kemenkes RI.
  3. Menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak lain atas risiko yang timbul akibat Covid-19.
  4. Bukti bebas covid-19 baik PCR maupun swab tes.
3 dari 4 halaman

Penerapan Protokol Kesehatan

Ilustrasi© ihram.co.id

Sejumlah ketentuan protokol kesehatan yang diatur dalam KMA tersebut adalah:

  1. Seluruh layanan kepada Jemaah umroh wajib mengikuti prtoko kesehatan.
  2. Pelayanan kepada Jemaah umroh selama di dalam negeri mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang kesehatan.
  3. Pelayanan untuk Jemaah umroh selama di Arab Saudi mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
  4. Protokol kesehatan selama di dalam pesawat terbang mengikuti ketentuan protokol kesehatan penerbangan yang berlaku.
  5. PPIU bertanggungjawab terhadap pelaksanaan protokol kesehatan Jemaah selama di tanah air, selama perjalanan dan selama di Arab Saudi demi perlindungan Jemaah.
4 dari 4 halaman

Aturan Umroh

Ketika tiba di Mekkah, Jemaah umroh akan menjalani dua kali pemeriksaan form kesehatan, satu kali pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan keaslian PCR. Sedangkan pemeriksaan imigrasi dan pengambilan bagasi, Jemaah diwajibkan memakai masker dan jaga jarak.

Sesampai di sana, para Jemaah langsung menuju hotel sekaligus tempat karantina selama tiga hari. Selama itu pula, para Jemaah umroh tidak bisa keluar kamar walaupun sekedar ke lobby saja. Fasilitas karantina pun disesuain dengan paket yang dipilih oleh Jemaah.

Kemudian, Jemaah akan melakukan umroh pada enam waktu yang berbeda dalam sehari, masing-masing Jemaah tiga jam.

Antara magrib dan isya Jemaah umroh tidak diperbolehkan umroh dan dialokasikan untuk disinfektan sekitar ka’bah.

Setiap kelompok didampingi oleh pengawas yang akan memastikan Jemaah menghormati aturan jaga jarak dan mengikuti instruksi dan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Ruang isolasi disediakan di hotel di area pusat untuk menangani setiap kasus potensial.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id