Tata Cara Sholat Istikharah, Beserta Penjelasan Dalil dan Bacaan Doa Setelahnya

Your Story | Rabu, 8 Desember 2021 17:47

Reporter : Arini Saadah

Untuk menghilangkan keraguan seseorang dalam menghadapi pilihan, umat Muslim dianjurkan menjalankan sholat istikharah untuk memohon petunjuk Allah.

Dream - Sholat istikharah merupakan salah satu sholat sunnah dalam Islam yang bertujuan memohon petunjuk kepada Allah SWT. Saat dihadapkan dengan pilihan-pilihan hidup, seorang Muslin dianjurkan untuk mengerjakan sholat istikharah sebagai jalan untuk memohon petunjuk Allah.

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan menjalankan sholat istikharah. Dengan sholat istikharah setiap umat Islam diharapkan mampu menentukan pilihannya atas petunjuk Allah. Pilihan-pilihan tersebut bisa berupa pekerjaan, sekolah, peluang, memilih jurusan kuliah, hingga persoalan jodoh.

Tata cara sholat istikharah hampir sama dengan sholat sunnah lainnya. Perbedaan tata sara sholat istikharah dengan sholat sunah lain adalah terletak pada niat dan bacaan surat pendek yang diutamakan.

Banyak orang mencoba mempelajari tata cara sholat istikharah. Terutama, demi menghilangkan keraguan akan pilihannya. Tata cara sholat istikharah juga telah diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Mari simak ulasan lengkap tata cara sholat istikharah berikut ini.

Tata Cara Sholat Istikharah, Beserta Penjelasan Dalil dan Bacaan Doa Setelahnya
Ilustrasi Berdoa Memohon Petunjuk Allah. (Foto: Shutterstock.com)
2 dari 4 halaman

Penjelasan Dalil Sholat Istikharah

 Ilustrasi© Shutterstock.com

Sebelum membahas tentang tata cara sholat istikharah, alangkah baiknya kamu pahami dulu dasar hukumnya. Sholat istikharah merupakan sholat sunnah dua rakaat yang bertujuan untuk menentukan pilihan dalam hidup.

Sebelumnya, masyarakat jahiliyah menentukan pilihannya dengan menggunakan azlam (undian). Kemudian Allah melarang cara jahiliyah tersebut dan menggantinya dengan sholat istikharah setelah mengangkat Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.

Sementara itu, untuk dalil sholat istikharah, terdapat dalam hadits Shahih Bukhari berikut ini:

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kami cara mengerjakan sholat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami Surat Alquran. Rasulullah bersabda: " Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan sesuatu, hendaklah terlebih dahulu mengerjakan sholat dua rakaat selain sholat fardlu..." (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya)

3 dari 4 halaman

Tata Cara Sholat Istikharah

Menurut Syaikh Wahbah az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu memiliki pendapat mengenai tata cara sholat istikharah. Menurut beliau, disunnahkan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama. Kemudian, membaca surat Al Ikhlas usai membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua.

Agar lebih jelasnya, berikut tata cara sholat istikharah jika dilakukan secara berdiri sendiri dengan niat khusus sholat istikharah:

  • Niat

USSHOLLI SUNNATAN ISTIKHOROTI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA.

Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala

  • Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah.
  • Membaca surat Al Fatihah.
  • Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Kafirun.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah.
  • I’tidal dengan tuma’ninah.
  • Sujud dengan tuma’ninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua.
  • Membaca surat Al Fatihah.
  • Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Ikhlas.
  • Ruku’ dengan tuma’ninah.
  • I’tidal dengan tuma’ninah.
  • Sujud dengan tuma’ninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah.
  • Salam

Setelah itu, dianjurkan membaca doa istikharah seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

4 dari 4 halaman

Doa Setelah Sholat Istikharah

Berikut bacaan doa setelah sholat istikharah untuk memohon petunjuk Allah SWT:

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا اْلأَمْرَ .... خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

Artinya:

“ Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku sukseskanlah untuk ku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untuk ku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku.”

Setelah melaksanakan serangkaian tata cara sholat istikharah tersebut, biasanya di dalam hati akan timbul rasa tenang dan mantap terhadap salah satu pilihan yang dihadapi. Namun bisa juga hasil istikharah datang lewat mimpi, dengan isyarat dan simbol-simbol tertentu.

Jika kamu masih ragu dengan pilihanmu, maka dianjurkan untuk menjalankan sholat istikharah lagi sampai mendapatkan pilihan yang mantap di hati.

Join Dream.co.id