Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah, Lengkap dengan Panduan Khutbah

Your Story | Rabu, 5 Mei 2021 07:05
Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah, Lengkap dengan Panduan Khutbah

Reporter : Sugiono

Begini tata cara Sholat Id di rumah selama pandemi corona Covid-19, lengkap dengan panduan khutbah Idul Fitri 1441 H.

Dream - Tinggal beberapa hari lagi umat Islam akan menyambut hari raya Idul Fitri. Sayangnya, hari raya Lebaran tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di tengah pandemik Covid-19 yang belum usai.

Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau umat Islam untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 H di rumah. Ini mengingat pandemi virus corona yang belum berakhir dan berpotensi menular.

" Usahakan Sholat Id jangan ditinggalkan, tapi diselenggarakan bersama keluarga di rumah. Sesuai teladan Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan Sholat Id," ujar Fachrul melalui keterangan tertulis diterima Dream.

2 dari 12 halaman

Bingung dengan Bacaan Khutbah Idul Fitri

Banyak warga masyarakat yang mungkin bingung dengan tata cara Sholat Idul Fitri di rumah selama pandemi Covid-19. Warga mungkin agak bingung dengan bacaan khutbah yang merupakan salah syarat dalam tata cara Sholat Idul Fitri di rumah.

Namun jangan risau. Melalui akun Facebook, Ustaz Khairul Anuar Basri dari Malaysia membagikan panduan sholat Idul Fitri di rumah secara sendiri maupun berjamaah dengan anggota keluarga.

Menurut Ustaz Khairul, Sholat Idul Fitri di rumah sebenarnya mudah untuk dilakukan. Semua gerakan dan bacaan Sholat Id di rumah sama dengan Sholat Id berjamaah saat kondisi normal.

3 dari 12 halaman

Tata Cara Sholat Idul Fitri di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Berikut tata cara Sholat Idul Fitri di rumah selama pandemi Covid-19 lengkap dengan panduan khutbah Idul Fitri 1441 H yang harus Sahabat Dream kerjakan.

1. Membaca Niat

Bacaan niat Sholat Id di rumah boleh dibaca (dilafalkan) maupun dibaca di dalam hati. Niat Sholat Id boleh juga diucapkan dalam bahasa Indonesia selama ada niat di dalam hati untuk menunaikan Sholat Id di rumah.

Untuk imam, baca niat Sholat Id berikut:

Usholi sunnatan 'idilfitri rak'ataini imaman lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala"

Untuk makmum, baca niat Sholat Id berikut:

Usholli sunnatan 'idilfitri rak'ataini makmuman lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Taala"

Untuk mereka yang ada di rumah sendirian, maka baca niat Sholat Id berikut:

Usholli sunnatan 'idilfitri rak'ataini adaan lillahi taala

Artinya:

" Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat tunai karena Allah Taala"

4 dari 12 halaman

2. Membaca Takbiratul Ihram

3. Membaca Doa Iftitah

Allaahu Akbaru kabiiraa-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-waashiila. Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin

5 dari 12 halaman

4. Takbir Sebanyak 7 Kali (Rakaat Pertama)

Setelah membaca doa iftitah, mengucapkan takbir sebanyak 7 kali, diikuti dengan tasbih setiap kali selesai takbir.

Bacaan tasbih setiap selesai 7 takbir di Sholat Id adalah seperti berikut:

Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar wala haulawala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim

Artinya:

" Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan upaya serta kekuatan (bagi kita) melainkan dengan kekuasaan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung."

Setelah itu baca Al-Fatihah, diikuti surat pendek Alquran seperti biasa. Ingat, gerakan dan bacaan selanjutnya hingga rakaat pertama selesai sama dengan sholat lainnya.

5. Rakaat Kedua

Seperti rakaat pertama, dimulai dengan Takbiratul Ihram, setelah itu takbir lagi. Namun kali ini takbir hanya 5 kali.

Setiap kali selesai takbir, membaca tasbih seperti pada rakaat pertama.

6 dari 12 halaman

Khutbah Sholat Id

Ini adalah bagian yang dikhawatirkan banyak orang Muslim yang Sholat Id di rumah selama pandemi Covid-19. Itu karena mereka belum pernah membaca khotbah sebelumnya.

Tetapi menurut Ustaz Kahirul, saat khutbah untuk anggota keluarga, baca yang umum dan sederhana saja sudah cukup memadai. Intinya mengajak anggota keluarga lebih bertakwa dan beribadah kepada Allah SWT.

Berikut panduan tata cara Khutbah Sholat Id yang bisa dilakukan di rumah:

Khutbah Sholat Idul Fitri Pertama:

1. Disunnatkan untuk memulai khutbah pertama dengan takbir sebanyak 9 kali.

2. Memuji Allah SWT dengan membaca Alhamdulillah

3. Membaca sholawat nabi " Allahumma solli 'ala Saidina Muhammad wa 'ala ali Saidina Muhammad"

4. Berpesan untuk keluarga sendiri agar terus bertakwa dan lebih meningkatkan ibadah kepada Allah SWT

5. Akhiri khutbah pertama Sholat Id di rumah dengan membaca ayat suci Alquran. Surat 3 Qul sudah cukup (Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas)

7 dari 12 halaman

Khutbah Sholat Idul Fitri Kedua

Saat akan memulai khutbah Sholat Id kedua, disunnatkan untuk memulai khutbah kedua dengan takbir sebanyak 7 kali.

Tata cara khutbah Sholat Id keda sama seperti khutbah pertama, cuma ada penambahan bacaan doa di akhir khutbah.

Untuk bacaan doa di akhir khutbah sifatnya bebas. Untuk keselamatan keluarga maupun seluruh umat Islam di seluruh dunia.

Karena saat ini umat Islam sedang menghadapi wabah virus corona, bisa juga diselipkan doa agar Allah SWT mengangkat pandemi ini agar kita bisa beribadah ke masjid atau surau seperti biasanya.

 

8 dari 12 halaman

Sunah Rasulullah Saat Merayakan Hari Raya Idul Fitri

 Ilustrasi
© Pexels.com

Melakukan Takbir

Menjelang hari raya idul fitri, Rasulullah menyambutnya dengan melakukan takbir. Ketika malam maghrib menuju 1 Syawal, disarankan untuk memperbanyak takbir guna mendapatkan manfaat takbir hingga shalat idul fitri akan dimulai.

Seperti yang dijelaskan di dalam surat Al Baqarah, “  Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.” (QS Al Baqarah: 185).

Bacaan Takbir Lengkap

Tulisan Latin Takbir

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.. Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar….. Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,… wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa.

Laa – ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu Mukhlishiina lahuddiin Walau karihal – kaafiruun Walau karihal munafiqun Walau karihal musyriku

Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.

Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil – hamd.

 

Arti Bacaan Takbir:

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar. Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Allah maha besar dengan segala kebesaran, Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafik dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan keEsaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.

Membayar Zakat

Di dalam Islam, zakat merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Banyak sekali kegunaan zakat bagi orang-orang yang membutuhkan. Kewajiban membayar zakat ini dijelaskan dalah hadits yang memiliki arti seperti berikut ini,

“ Rasulullah SWT memerintahkan zakat fitrah pada orang-orang di bulan Ramadan kepada manusia satu sha’ dari tamar (dua setengah kilo beras) atas orang-orang yang merdeka atau hamba laki-laki atau perempuan”. (Al Hadits).

9 dari 12 halaman

Membersihkan Diri dan Menggunakan Wewangian

Rasulullah juga kerap membersihkan diri terlebih dahulu sebelum malaksanakan sholat id. Rasulullah mandi, memakai wangi-wangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya.

Hal ini juga telah dijelaskan di dalam hadits yang memiliki arti, “  Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mengenakan yang terbaik dari apa yang kita temukan dan memakai wewangian dan mengurbankan hal yang paling berharga yang kita temukan.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim).

Makan Sebelum Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Beliau juga makan sebelum melaksanakan sholat idul fitri. Hal ini juga menjadi salah satu hari yang diharamkan untuk berpuasa, adalah saat hari raya idul fitri.

Dijelaskan di dalam hadits, Sebelum sholat Idul Fitri, Rasulullah biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa:

" Pada waktu Idul Fitri Rasulullah tidak berangkat ke tempat sholat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil." (HR. Ahmad dan Bukhari)

 

10 dari 12 halaman

Menggunakan Jalan Berbeda

Nah, saat pergi sholat idul fitri, perlu untuk mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang sholat idul fitri.

Hal ini memiliki makna yang dalam dimana Rasulullah SAW ingin bertemu dengan orang-orang di sekitar perjalanan guna menyebarkan syiar Islam.

Mengucapkan Hari Raya

Ucapan hari raya tentu salah satu momen yang tidak mungkin dilupakan oleh seluruh umat muslim. Ada baiknya mengucapkan, “ Taqabbalallahu minna wa minkum (semoga Allah menerima amal kami dan kalian).”

Silahturrahmi

Setelah mekasanakan sholat, Rasulullah mendatangi tempat keramaian, dan mengunjungi rumah sahabat. Ya, tradisi silaturahmi saling mengunjungi saat hari raya idul fitri sudah ada sejak zaman Rasulullah.

Ketika idul fitri tiba, Rasulullah mengunjungi rumah para sahabatnya. Begitu pun para sahabatnya. Pada kesempatan ini, Rasulullah dan sahabatnya saling mendoakan kebaikan satu sama lain

 

 Dirangkum dari berbagai sumber.

11 dari 12 halaman

Hukum Sholat Idul Fitri

 Ilustrasi
© Shutterstock

Ulama memiliki perbedaan pendapat soal hukum sholat Idul Fitri. Hal ini dapat dibagi dalam beberapa pendapat mengenai hukumnya tersebut, di antaranya adalah:

Sunah muakad

Pendapat dari mayoritas ulama, hukum melaksanakan sholat Idul Fitri adalah sunah muakad. Sunah muakad adalah sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat muslim. Sebab, sholat Idul Fitri hanya dilaksanakan setahun sekali dan merupakan bagian dari serangkaian ibadah di bulan Ramadan.

Fardhu kifayah

Pendapat ini dikemukakan mahdzab Imam Hambali. Fardhu kifayah adalah hukum yang bersifat wajib bagi umat muslim secara kesatuan. Maka dari itu, hukumnya adalah pada kesatuan umat Islam. Karena sifat fardhu kifayah maka jika sebagian besar umat Islam sudah melaksanakannya, maka sudah cukup.

Fardhu 'ain

Pendapat ini datang dari mahzab Imam Hanafi. Hukum fardhu 'ain berarti ibadah yang wajib bagi setiap muslim atau muslimah. Untuk itu jika tidak dilakukan maka akan berdosa.

 

12 dari 12 halaman

Keutamaan Sholat Idul Fitri

 

 

Berikut keutamaan-keutamaan yang akan didapatkan dari melaksanakan sholat Idul Fitri:

Mengagungkan asma Allah

Dengan melaksanakan sholat Idul Fitri, pasti akan mengucapkan asma Allah berkali-kali terutama kalimat takbiratul ikhram " Allahu Akbar" sebanyak 7 kali. Dan di antara seruan takbir tersebut hendaknya membaca kalimat sebagai berikut;

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii

Artinya:

" Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku."

Dengan begitu akan mendapatkan pahala dari mengagungkan dan mengucapkan atau berdzikir atas nama Allah.

Pahala Sholat berjamaah

Sholat Idul Fitri umumnya dilaksanakan secara berjamaah. Karenanya, para pelakunya akan mendapatkan pahala sholat berjamaah yang besar.

Hal ini terdapat dalam firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 43 yang menganjurkan untuk mengerjakan sholat berjamaah.

Wa aqiimus-salaata wa aatuz-zakaata warka'u ma'ar raaki'iin

Artinya:

" Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang rukuk."

Menunjukkan ukhuwah islamiah

Karena hukumnya yang sunah muakad atau fardhu kifayah, maka sholat Idul Fitri ini membuat orang-orang Islam akan terdorong untuk melaksanakannya.

Dengan berkumpulnya umat Islam, maka akan berefek kepada ukhuwah islamiah yang semakin kuat.

Join Dream.co.id