Tata Cara dan Niat Puasa Qadha dengan Panduan Lengkap

Your Story | Senin, 25 Mei 2020 06:01
Tata Cara dan Niat Puasa Qadha dengan Panduan Lengkap

Reporter : Ulyaeni Maulida

Puasa qadha hukumnya wajib bagi mereka yang mendapatkan halangan selama puasa Ramadhan.

Dream – Orang-orang yang mendapatkan halangan dan tidak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan diwajibkan untuk mengqadha puasanya. Biasanya sebagian orang memilih mengganti puasa yang terkena halangan itu di enam hari puasa syawal. Ada pula yang melakukan di bulan yang lain.

Qadha sendiri mempunya makna memenuhi atau melaksanakan. Adapun menurut istilah dalam Ilmu Fiqh, arti qadha adalah pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh Syariat Islam.

Seseorang yang melakukan puasa qadha harus mengucapkan niat berpuasa di malam harinya. Niat puasa qadha juga bisa dilafalkan usai santap sahur. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, “ Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.” (Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna)

2 dari 5 halaman

Hukum dan Tata Cara Melaksanakan Puasa Qadha

Puasa qadha dilakukan sebanyak jumlah hari yang hilang selama menjalankan puasa bulan Ramadhan sebelumnya.

Hukum puasa qadha adalah wajib dilakukan orang setiap muslim yang berhalangan di bulan Ramadhan lalu. Sementara syarat puasa qadha adalah baligh, berakal sehat, dan tidak memiliki halangan.

Allah SWT berfirman, " ... maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib baginya mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin ... " (QS. Al-Baqarah: 184).

 Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

3 dari 5 halaman

Niat Puasa Qadha

Niat puasa qadha harus dilafalkan pada malam sebelumnya atau pada saat bangun sahur.

Adapun bacaan niat puasa qadha adalah:

 

 Niat Puasa qadha© Dream.co.id

“ Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala.”

Artinya, “ Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

4 dari 5 halaman

Qadha Puasa Dapat Berurutan atau Terpisah

Pelaksanaan puasa qadha secara berurutan atau tidak dapat dilihat dari beberapa pendapat berikut.

Pendapat pertama menyatakan bahwa puasa qadha harus dilaksanakan secara berurutan karena puasa yang ditinggalkan juga berurutan. Namun belum ada hadits yang shahih tentang pendapat ini.

Pendapat kedua, menyatakan bahwa pelaksanaan qadha puasa tidak harus dilakukan secara berurutan. Karena tidak ada satupun dalil yang menyatakan bahwa puasa qadha harus dilaksanakan secara berurutan.

" Qadha' (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan. " (HR. Daruquthni)

5 dari 5 halaman

Bagaimana Jika Jumlah Hari yang Ditinggalkan Tidak Diketahui?

Puasa qadha harus dilaksanakan sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan. Tetapi bagaimana jika seseorang lupa berapa banyak puasa qadha yang harus dilakukan?

Maka sebaiknya mengambil jalan tengahnya. Yaitu menentukan jumlah hari yang paling maksimum. Contohnya jika seseorang lupa apakah ia harus mengqadha puasa sebanyak 5 atau 6 hari. Maka sebaiknya ia memilih yang keenam. Karena lebih dalam berpuasa lebih baik daripada kurang.

(Sumber: islam.nu.or.id )

Join Dream.co.id