Takut Tularkan Corona, Kisah Perawat dan Anaknya Bikin Haru

Your Story | Jumat, 28 Februari 2020 14:40
Takut Tularkan Corona, Kisah Perawat dan Anaknya Bikin Haru

Reporter : Sugiono

Mereka hampir satu bulan tidak pernah bertemu.

Dream - Wabah virus corona atau COVID-19 masih menjadi topik hangat hingga saat ini. Tindakan pencegahan terus diambil oleh negara-negara di dunia untuk memastikan keselamatan warganya.

Beberapa orang seperti dokter dan perawat perlu mengisolasi diri mereka agar tidak menulari orang-orang di sekitar mereka.

Seperti kisah perawat dari China, yang hampir satu bulan tidak bertemu dengan anak lelakinya yang berusia satu tahun.

Dilansir Mirror, perawat bernama Chen Ruixue itu hanya bisa menciumnya lewat kaca pintu isolasi karena takut menulari anaknya itu.

Chen Ruixue hanya bisa  mencium putranya dari balik kaca.© Cuplikan Video Mirror

Chen Ruixue bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Xinyang, China, sejak wabah COVID-19 merebak awal tahun lalu.

2 dari 7 halaman

Hanya Bisa Memandang dan Mencium dari Balik Kaca

Chen Ruixiue terpaksa berjauhan dari putranya karena dia harus merawat para pasien COVID-19 di Xinyang.

Beberapa hari yang lalu, dia pulang ke rumahnya untuk mengambil pakaian sekaligus melihat putranya untuk melepas rindu.

Namun, Chen Ruixue hanya bisa memandangi putra tercintanya itu dari balik kaca pintu isolasi.

Chen Ruixue memandangi anaknya dari balik kaca pintu.© Cuplikan Video Mirror

Momen tersebut membuat netizen merasa terharu karena seorang ibu hanya bisa memandangi anaknya melalui kaca pintu.

Chen Ruixue pamit ke anaknya dari balik kaca pintu.© Cuplikan Video Mirror

Chen Ruixue termasuk salah satu dari ribuan perawat yang bekerja untuk menangani wabah COVID-19 yang menyerang wilayah Wuhan di China.

 

3 dari 7 halaman

81 Ribu Orang di Dunia Terinfeksi

Sementara itu, penyebaran virus corona COVID-19 terus saja berlanjut hingga menewaskan lebih dari 2.000 orang di seluruh dunia.

Menurut data John Hopkins, Rabu 26 Februari 2020, pukul 12.00 WIB, virus yang diberi COVID-19 telah menginfeksi 81.002 orang di dunia.

Dari angka itu, 2.762 orang dilaporkan meninggal dunia, semntara 30.070 lainnya dinyatakan sembuh.

China masih menjadi negara dengan kasus infeksi corona tertinggi, mencapai 78.064. Dari angka itu, sebanyak 2.715 pasien meninggal dunia, 29.811 dinyatakan sembuh.

Sumber: Lobak Merah

4 dari 7 halaman

Lihat Videonya

Sedih melihatnya. Seorang perawat di China tidak bisa menyentuh putranya yang masih berusia satu tahun karena takut menularkan virus COVID-19.

Dia hanya bisa memandangi dan mencium putranya itu dari balik kaca pintu isolasi.

5 dari 7 halaman

Ayah Menangis Lihat Anak Terjangkit Virus Corona Minta Peluk dari Ruang Isolasi

Dream - Bagi jutaan orang yang 'terperangkap' di kota Wuhan dan wilayah lain di China akibat wabah virus corona, kehidupan benar-benar terasa seperti dipenjara.

Sudah begitu, anggota keluarga hidup terpisah. Anak terpisah dari ibu mereka. Saudara laki-laki dari saudara perempuannya.

Terbaru, seorang balita yang menjadi korban dari virus corona, harus dikarantina sehingga hidup terpisah dari keluarganya.

Pemandangan balita yang dikarantina di sebuah rumah sakit begitu mengharukan hingga membuat siapa saja meneteskan air mata.

6 dari 7 halaman

Momen Sedih Balita Minta Peluk Ayahnya

Dibagikan oleh akun Twitter @Huh_My_Rahhhhh, sebuah video memperlihatkan betapa dahsyatnya virus corona dalam menghancurkan kehidupan keluarga seorang pria.

Sang ayah menatap anaknya yang diisolasi akibat terjangkit virus corona© Cuplikan Video Twitter

Ketika sang ayah memperhatikan putranya dari jendela pembatas ruang karantina, saat itulah anaknya berusaha minta dipeluk.

Sang anak minta peluk ayahnya.© Cuplikan Video Twitter

Sambil menatap ayahnya, anak itu mengulurkan tangan mungilnya. Berharap sang ayah memeluk dan mengeluarkan dirinya dari ruang isolasi.

Tapi reaksi ayahnya adalah menangis sambil membalikkan badan. Dia tak ingin anaknya melihat dirinya meneteskan air mata karena sedih.

Wajah sang anak tampak bingung saat ayahnya balikkan badan sambil menangis© Cuplikan Video Twitter

Sementara wajah anak itu tampak begitu sedih dan bingung. Dalam hati mungkin dia berkata, " Kenapa ayah tidak mau memeluk dan menggendong?"

Video mengharukan ini telah di-retweet sebanyak lebih dari 50 ribu kali dan mendapat 112 ribu lebih Likes.

Dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa virus corona sebagai keadaan darurat global, situasinya makin mengerikan. Bukan hanya bagi warga negara China tetapi juga bagi penduduk dunia.

Sumber: World of Buzz

7 dari 7 halaman

Lihat Videonya

Pemandangan menyedihkan saat seorang balita yang diisolasi akibat terpapar virus corona minta dipeluk dan digendong ayahnya.

 

Join Dream.co.id