Jenazah Marbot Disimpan 7 Hari karena Tak Ada Keluarga, Kondisinya Mengejutkan

Your Story | Rabu, 22 Juli 2020 15:42
Jenazah Marbot Disimpan 7 Hari karena Tak Ada Keluarga, Kondisinya Mengejutkan

Reporter : Sugiono

Almarhum juga dikenal sebagai warga yang rajin membersihkan lingkungan mushola.

Dream - Bermacam-macam latar belakang jenazah yang diurus oleh tim Pemulasara Jenazah Malaysia. Bekerja tanpa dibayar, mereka mengurus jenazah tanpa mengira usia, kelamin atau bangsa.

Siapa pun yang meninggal, tim yang dipimpin Muhammad Rafieudin Zainal Rasid atau Ustaz Rafie ini menjalankan tanggung jawab mengurus hingga ke liang lahad.

" Umur manusia itu ibarat menarik seutas tali dalam kegelapan. Kita tidak tahu di mana ujungnya. Boleh jadi saat sedang menariknya, kita sudah tiba di ujung tali. Demikianlah hidup."

Demikian ungkap Ustaz Rafie saat timnya mengurus satu jenazah laki-laki warga Bangladesh yang meninggal dunia pada 13 Juli lalu.

2 dari 6 halaman

Meninggal Setelah Mengeluh Sakit Dada

Ustaz Rafie mengatakan almarhum tidak memiliki ahli waris di Malaysia sehingga tidak ada yang merawat jenazahnya.

" Alhamdulillah walaupun sudah lebih seminggu disimpan di dalam peti pendingin mayat, jenazahnya masih terlihat bagus dan sempurna," kata Ustaz Rafie.

Almarhum adalah seorang warga asing asal Bangladesh berusia 42 tahun. Meninggal dunia setelah mengeluh sakit dada.

3 dari 6 halaman

Kondisi Jenazah Masih Bagus Meski Sudah 7 Hari

Menurut Ustaz Rafie, jenazah disimpan dalam peti pendingin mayat di rumah sakit karena tidak ada satu pun ahli waris yang mengklaim.

" Kalau disimpan dalam peti pendingin mayat, dalam tempo 7 hingga 14 hari mayat biasanya mulai menyusut. Jika di luar, dalam satu atau dua hari akan mulai membusuk," jelas Ustaz Rafie.

Tetapi jenazah pria Bangladesh itu tampak masih bagus meski sudah disimpan di peti pendingin mayat selama 1 minggu. Kondisinya seolah baru saja meninggal dunia.

4 dari 6 halaman

Jadi Marbot Tanpa Bayaran

Ustaz Rafie mengungkapkan almarhum yang masih bujang itu bekerja sebagai sukarelawan dengan membersihkan lingkungan mushola.

Maka tidak heran ketika Ustaz Rafie melihat keadaan jenazah almarhum yang masih segar dan sempurna.

" Jenazahnya masih baik, mungkin karena Allah telah memuliakan almarhum. Sewaktu masih hidup dia memang sangat giat membersihkan mushola di tempat tinggalnya.

" Jemaah mushola bilang setiap kali mereka sholat lima waktu, dia selalu ada," katanya, merujuk kepada almarhum yang tidak pernah meninggalkan solat.

5 dari 6 halaman

Melihat Prosesi Pemakaman Melalui Video

Namun, Ustaz Rafie mengatakan, dia merasa sedih ketika mengatur pemakaman jenazah, setelah diberi izin dari ahli waris almarhum di Bangladesh.

" Teman-temannya yang tinggal di sini membuat panggilan video untuk keluarga almarhum selama prosesi pemakaman.

" Saya mendengar tangisan dari jauh (tangisan keluarga almarhum). Saya memahami perasaan anggota keluarganya di sana," katanya.

6 dari 6 halaman

Keluarga Tak Bisa Hadiri Pemakaman

Kata Ustaz Rafie, anggota keluarga tidak bisa datang dan menghadiri pemakaman karena kendala kontrol perbatasan antara kedua negara sebagai dampak pandemi Covid-19.

Ustaz Rafie mengambahkan almarhum dirawat di Rumat Sakit Sungai Buloh sebelum dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam Seksyen 9 di Kota Damansara, Selangor.

" Alhamdulillah, jenazah berhasil disempurnakan dalam tempo yang singkat. Semoga arwahnya ditempatkan di dalam kalangan orang yang beriman dan beramal soleh. Amin," pungkas Ustaz Rafie.

Sumber: Siakapkeli.my

Join Dream.co.id