Tak Bayar Kost, Pasutri dan Bayi Tidur di Gerobak Sampah

Your Story | Selasa, 8 September 2020 19:34
Tak Bayar Kost, Pasutri dan Bayi Tidur di Gerobak Sampah

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

'Pemiliknya bilang bayar dulu baru bisa masuk. Akhirnya kami tinggal di gerobak dekat tempat sampah.'

Dream - Kisah pilu datang dari sepasang suami istri asal Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka terpaksa tinggal di gerobak sampah bersama bayinya yang baru berusia satu bulan, lantaran diusir oleh pemilik indekos karena telat membayar uang sewa.

Dalam gerobak sampah itu, pasangan Andika Pratama, 35 tahun dan Yanti 32 tahun, bersama bayinya, Muhammad Aditya Pratam, harus tidur beralaskan sekedar baliho di pinggir Jalan Belatuk, Samarinda.

Ketiganya sering kebahasan saat hujan karena hanya bisa mengandalkan baliho sebagai alat teduh.

“ Pemiliknya bilang bayar dulu baru bisa masuk. Akhirnya kami tinggal di gerobak dekat tempat sampah di Jalan Belatuk,” jelas Andika dikutip dari akun Instagram @kabar.jabar, Selasa 8 September 2020.

Unggahan Instagram© Instagram @kabar.jabar

2 dari 3 halaman

Tidur di Gerobak Sampah

Andika yang hanya bekerja sebagai pemulung mengatakan, ia harus bisa menyiadakan uang Rp350.000 setiap bulannya untuk membayar uang sewa indekos.

Sayangnya, uang kos yang seharusnya dibayarkan pada bulan Agustus lalu telah habis digunakan untuk membeli makan.

Setelah diusir dari kamar indekos, keluarga Andika harus tidur digerobak sampah yang biasa ia gunakan untuk bekerja.

 

3 dari 3 halaman

Join Dream.co.id