Tahu Istri Pernah Berzina, Bisakah Suami Batalkan Pernikahan?

Your Story | Rabu, 21 Agustus 2019 19:48
Tahu Istri Pernah Berzina, Bisakah Suami Batalkan Pernikahan?

Reporter : Ahmad Baiquni

Suami memiliki hak fasakh jika ditemukan adanya kecacatan baik pada dirinya maupun istrinya yang bersifat genetis.

Dream - Pernikahan menyatukan dua insan beda jenis dalam satu ikatan. Sebelum menikah, masing-masing pihak punya cerita sendiri mengenai kehidupannya di masa lalu.

Ada sebagian yang saling menerima dengan kehidupan lama pasangannya. Tapi tidak sedikit juga yang keberatan.

Dalam beberapa kasus, kita juga pernah mendengar keluhan suami yang baru mengetahui istrinya pernah berzina setelah menikah. Saking kagetnya, muncul niat dari suami untuk membatalkan pernikahan.

Mengenai masalah ini, apakah boleh suami membatalkan pernikahannya?

Dikutip dari NU Online, jumhur ulama menyatakan pembatalan atau fasakh nikah memang boleh dilakukan oleh suami. Selama penyebabnya adalah penyakit akut seperti lepra, impotensi, cacat pada kemaluan istri, dan sebagainya.

Tetapi, terjadi perbedaan pendapat ulama mengenai fasakh akibat istri diketahui pernah berhubungan intim di luar nikah. Para ulama belum secara menyatakan ketidakperawanan dapat digolongkan sebagai kecacatan atau bukan sehingga bisa menjadi alasan fasakh.

 

2 dari 7 halaman

Imam Syafi'i: Tidak Perawan Bukan Cacat

Imam Syafi'i dalam Al Umm memang menyatakan ketidakperawanan istri bukan merupakan cacat yang membolehkan suami menarik mahar. Tetapi, secara tidak langsung terdapat khiyar lain yang bisa dijalankan, yaitu suami bisa memilih antara melanjutkan pernikahan atau mengakhiri dengan talak.

" Jika seorang laki-laki menikahi seorang perempuan yang tidak diketahui bahwa perempuan itu sudah pernah berzina, tapi belakangan sebelum bergaul, sang suami tahu bahwa ia telah berzina sebelum atau setelah menikah, maka perempuan tersebut tidak haram baginya. Selain itu si suami juga tidak ada hak untuk mengambil mahar darinya, tidak pula ada hak fasakh baginya. Hanya saja, jika mau, si suami boleh meneruskan pernikahan, atau mencerainya."

 

3 dari 7 halaman

Ibnu Sholah: Ketidakperawanan Termasuk Cacat

Berbeda dengan Ibnu Sholah, yang juga ulama kalangan Mazhab Syafi'i. Dalam Fatawa Ibn Al Sholah, dia menyatakan hilangnya keperawanan sebelum terjadi akad dianggap sebagai cacat yang membolehkan suami membatalkan pernikahan.

" Hak fasakh juga ditetapkan akibat tak terpenuhinya kriteria yang diinginkan sewaktu akad. Contohnya, laki-laki yang ingin menikah dengan perempuan cantik, tapi ternyata ia tidak cantik. Atau, orang yang ingin menikah dengan perempuan terpelajar, ternyata ia orang awam. Atau, orang yang ingin menikah dengan perawan, ternyata ia seorang janda (tak perawan). Maka suami memiliki hak fasakh. Selain itu, si istri juga tidak memiliki hak mahar jika fasakh dilakukan sebelum bergaul suami-istri, atau setelah bergaul tapi penyebab penipuan datang dari si perempuan sendiri. Sedangkan jika penipuan datang dari orang lain maka si suami boleh menarik apa yang diberikan kepada si perempuan melalui orang lain tersebut. Kemudian jika dilakukan fasakh, maka fasakh-nya, menurut pendapat yang paling shahih, disyaratkan harus diajukan lebih dahulu kepada hakim (pengadilan), agar hakim mengambil keputusan setelah menimbang perkaranya. Namun ada pula yang membolehkan fasakh tanpa melalui hakim, sebagaimana khiyar dalam jual-beli, terlebih jika keduanya sudah merelakan fasakh karena cacatnya jelas-jelas dianggap fatal dan membatalkan pernikahan."

 

4 dari 7 halaman

Syarat Hak Fasakh Suami Gugur

Meski suami memiliki hak khiyar (pilihan) untuk membatalkan nikah, hak itu bisa gugur jika dia ridha atau bisa menerima kekurangan istrinya. Hal ini seperti diungkapkan oleh Syeikh Zakariya Al Anshari dalam Asna Al Mathalib fi Syarh Raudh Al Thalib.

" Siapa saja rela akan cacat atau kekurangan istrinya, maka gugurlah khiyar fasakh-nya walaupun kekurangan itu terus bertambah. Sebab, keridhaan atas kekurangan pertama, berarti keridhaan atas kekurangan yang lahir darinya. Lain hanya jika muncul kekurangan yang lain, maka khiyar fasakh akibat kekurangan lain itu tidak gugur."

Hak fasakh merupakan salah satu bentuk pelajaran bagi wanita perawan untuk menghormati institusi pernikahan. Ini agar masing-masing orang tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang menjadi sebab hilangnya keperawanan sekaligus juga hilangnya kehormatan wanita.

Namun demikian, hak fasakh dianjurkan dilakukan lewat pengadilan. Kecuali jika terdapat sebab yang kuat dan masing-masing pihak rela akan fasakh yang terjadi.

Sumber: NU Online.

5 dari 7 halaman

Datang ke Undangan Dianjurkan, Kapan Boleh Tak Hadir?

Dream - Dalam Islam, menghadiri undangan merupakan hal yang sangat dianjurkan. Apalagi jika undangan itu perihal acara pesta, yang dalam syariat dikenal dengan walimah.

Dasar dari penyariatan menghadiri undangan salah satunya yaitu hadis Rasulullah Muhammad SAW, yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Jika kalian diundang dalam walimah, maka datanglah.

Hadis itu merupakan perintah Rasulullah SAW kepada umat Islam untuk menghadiri undangan.

Dalam ketentuan fikih, hadis yang berisi 'amr atau perintah mengandung dua kemungkinan makna hukum yaitu wajib atau sunah.

Jika mendapat undangan, kapankan kita dibolehkan untuk tidak menghadirinya?

 

6 dari 7 halaman

Uzur Penghalang, Apa Saja?

Dikutip dari NU Online, para ulama menyimpulkan perintah menghadiri undangan dihukumi wajib jika walimah yang berlangsung adalah pernikahan ('urs).

Sedangkan jika undangan yang datang untuk walimah lainnya seperti akikah, haji, khitan, dan sebagaianya hukumnya adalah sunah.

Namun demikian, anjuran ini menjadi gugur jika terdapat uzur tertentu. Apalagi jika uzur itu menyebabkan walimah menjadi berbahaya jika dihadiri.

Nah, mengenai uzur yang dimaksud, hal ini dibahas secara jelas oleh Imam An Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim.

" Adapun uzur yang menggugurkan kewajiban atau kesunahan mendatangi walimah di antaranya adalah (1) suguhan yang tidak jelas kehalalannya, (2) undangan walimah hanya dikhususkan untuk orang kaya, (3) terdapat orang yang tersakiti jika ia hadir, (4) terdapat orang yang tidak layak baginya untuk bersama dengannya, (5) diundang karena khawatir perilaku buruk dari dirinya, (6) diundang karena mengharap sebuah jabatan darinya, (7) diundang agar ia berkenan membantu dalam hal kebatilan. Tidak boleh ada kemungkaran dalam acara, misalnya berupa adanya miras, alat musik (yang haram), perabot dari sutra, gambar hewan (yang dilarang syara'), cawan dari emas atau perak. Segala (tujuh) hal di atas merupakan uzur yang memperbolehkan tidak menghadiri undangan. Sebagian uzur yang lain adalah ketika seseorang mengajukan alasan ketidakhadirannya pada orang yang mengundangnya."

 

7 dari 7 halaman

Mencegah Mudharat Lebih Utama

Dari perincian itu, secara umum penyebab dari gugurnya anjuran menghadiri undangan adalah kemaksiatan dan kemungkaran.

Atau karena ada potensi mudharat baik bagi diri sendiri, maupun orang lain dengan potensi lebih besar dari kemaslahatannya.

Sehingga, mencegah mudharat jauh lebih baik dan utama dibandingkan melakukan kemaslahatan (dar'ul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih).

Jika terdapat uzur yang menghalangi untuk hadir, sebaiknya menyampaikan maaf kepada pihak yang mengundang.

Terlebih ketika disertai pentradisian saat walimah seperti pemberian hadiah sebagai tanda doa restu.

(ism, Sumber: NU Online)

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id