Sosok Ardian Hafidz Annafi, Anak Kuli Bangunan Asal Boyolali yang Jadi Rebutan 7 Kampus Top Dunia

Your Story | Rabu, 18 Mei 2022 13:00

Reporter : Nabila Hanum

Siapa sebenarnya Ardian Hafidz Annafi? Simak ulasannya

Dream - Nama Ardian Hafidz Annafi mendadak jadi perbincangan di tengah masyarakat. Pasalnya, siswa SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah, tersebut memiliki prestasi gemilang, yang membuat iri semua orang.

Ardian Hafidz Annafi berhasil diterima di tujuh universitas bergengsi di luar negeri. Ketujuh kampus tersebut tersebar di Kanada, Selandia Baru, dan Australia.

Kampus-kampus itu adalah University of Toronto, University of British Columbia (UBC), The University of Western Australia, Wageningen University, University of Otago, Curtin University, dan Victoria University of Wellington.

Meski ditawari banyak universitas bergengsi dunia, Ardian akhirnya menjatuhkan pilihannya pada The University of British Columbia (UBC) dengan mengambil jurusan ilmu sains.

Nantinya, seluruh biaya studi Ardian di Bachelor of Science, UBC, akan dibiayai penuh oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Sosok Ardian Hafidz Annafi, Anak Kuli Bangunan Asal Boyolali yang Jadi Rebutan 7 Kampus Top Dunia
Ardian Hafidz Annafi (Instagram @ussfeeds)
2 dari 4 halaman

Berasal dari Keluarga Sederhana

Meski memiliki prestasi gemilang, Ardian Hafidz Annafi tidak datang dari keluarga berada. Ayah Ardian, Hardiyono (48) sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan. Sedangkan sang ibu Yuni Puji Astutui (43) adalah seorang buruh cuci.

Namun di balik kesederhanaan itu, ia berhasil menorehkan prestasi yang belum tentu bisa didapatkan semua orang.

Orangtua Ardian mengaku sangat terkejut dan tidak tahu anaknya diterima di sejumlah universitas ternama di Kanada, Selandia Baru, dan Australia.

Sang ibu, Yuni, bahkan mengaku mendapat informasi jika anaknya diterima di universitas luar negeri justru dari grup WhatsApp orang tua SMA Pradita Dirgantara.

" Saya terharu, senang gembira. Alhamdulillah anak saya diterima di kampus luar negeri," ujarnya.

Setelah mengetahuinya, Mardiyono dan Yuni lantas merasa haru dan bangga. Mereka tak kuasa memebendung air matanya, ketika mengetahui sang buah hati diterima di tujuh universitas top mancanegara.

3 dari 4 halaman

Sudah Berprestasi Sejak Kecil

 Orangtua Ardian Hafidz Annafi© suaramerdeka.com/Joko Murdowo

Mardiyono mengakui jika sejak kecil prestasi akademik anaknya memang sudah terlihat. Sejak SD, anaknya selalu masuk peringkat 10 besar di kelasnya.

" Bahkan sejak kelas 4 SD selalu peringkat pertama," jelasnya.

Ardian, kata Mardiyono, sejak kecil memang lebih senang membaca ketimbang bermain dengan teman-temannya.

4 dari 4 halaman

Kebiasaan itu terus berlanjut hingga Ardian melanjutkan sekolah di SMPN 1 Boyolali. Setiap waktu luang selalu digunakan untuk belajar.

" Dia tidak suka main. Sukanya baca-baca buku dan belajar, termasuk membaca buku di Perpusda Boyolali," kata Mardiyanto.

Mardiyono berharap sang anak dapat menyelesaikan studinya dengan lancar. Dia juga memohon doa restu tetangga dan masyarakat Indonesia.

" Saya selalu tekankan agar anak saya selalu rendah hati. Harus diingat yang membiayai kuliah adalah pemerintah yang berarti juga seluruh masyarakat Indonesia," tegasnya.

Sumber: suaramerdeka.com

Join Dream.co.id