Sholat Istisqo Dijalankan Malam Hari, Bagaimana Hukumnya?

Your Story | Jumat, 27 September 2019 06:02
Sholat Istisqo Dijalankan Malam Hari, Bagaimana Hukumnya?

Reporter : Ahmad Baiquni

Banyak yang memahami sholat Istisqo dilaksanakan pada siang hari.

Dream - Indonesia kini tengah menghadapi kekeringan parah. Banyak dampak buruk yang ditimbulkan, seperti kurangnya pasokan air tanah, gagal panen akibat kekurangan air, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Dalam kondisi ini, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat Istisqo. Amalan ini guna memohon berhentinya kekeringan dengan diturunkan hujan.

Sholat Istisqo dihukumi sebagai amalan sunah muakad. Tetapi, hukumnya bisa berubah menjadi fardlu jika diperintahkan oleh pemerintah.

Umumnya, pelaksanaan Sholat Istisqo yaitu pada siang hari. Saat matahari sedang terik-teriknya.

Kemudian, muncul ide dari sebagian orang untuk melaksanakan sholat ini pada malam hari. Lantas, bagaimana hukumnya?

 

2 dari 7 halaman

Beda Pendapat

Dikutip dari NU Online, tata cara sholat Istisqo sama dengan sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Dilakukan dua rakaat dengan tujuh takbir di rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua.

Umumnya sholat ini dijalankan pada siang hari. Sementara pada malam hari, ulama berbeda pendapat.

Pendapat pertama menyatakan pelaksanaan sholat Istisqo sama seperti sholat Ied, yaitu mulai terbitnya matahari hingga masuk waktu Zuhur. Pendapat kedua menyatakan mulai terbit matahari hingga masuk waktu Ashar.

Kedua pendapat ini memiliki kesamaan terkait waktu dimulainya sholat Istisqo. Tetapi, berbeda untuk waktu terakhirnya.

Sedangkan pendapat ketiga menyatakan pelaksanaan sholat Istisqo tidak dibatasi waktu, artinya bisa dilakukan kapan saja termasuk malam hari. Pendapat ini yang paling banyak dipegang oleh ulama.

 

3 dari 7 halaman

Ini Penjelasannya

Perbedaan pendapat ini dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab.

" Dalam waktu sholat Istisqa terdapat tiga pendapat. Pertama, waktunya seperti sholat hari raya, ini adalah yang dikatakan Syekh Abu Hamid al-Isfirayini dan sahabatnya, Imam al-Mahamili dalam tiga kitabnya yaitu al-Majmu, al-Tajrid, dan al-Muqni’, demikian pula Abu Ali al-Sinji dan al-Baghawi. Pendapat ini memakai dalil hadisnya Ibnu Abbas yang telah lalu, namun status hadisnya lemah. Pendapat kedua, awal waktunya adalah seperti awal waktu sholat hari raya, dan terus berlangsung sampai sholat Ashar. Ini adalah pendapat yang dituturkan Syekh al-Bandaniji, al-Rauyani, dan ulama-ulama lain. Pendapat ketiga, yaitu pendapat yang shahih bahkan pendapat yang benar, bahwa sholat Istisqo tidak terkhusus pada satu waktu, bahkan boleh dan sah di setiap waktu, malam dan siang kecuali waktu-waktu yang dimakruhkan menurut salah satu dua wajah. Ini adalah pendapat yang ditegaskan Imam al-Syafi’i, dipastikan oleh mayoritas ulama dan disahihkan oleh para ulama muhaqqiqin."

Dari penjelasan ini, melaksanakan sholat Istisqo pada malam hari dibolehkan. Meski ada yang mengharamkan, hal ini tidak perlu diingkari karena memang terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Sumber: NU Online.

4 dari 7 halaman

Doa Mohon Turun Hujan Dibaca Rasulullah Saat Kekeringan

Dream - Ketika terjadi kekeringan parah, kehadiran hujan sangat diharapkan. Hujan ibarat momen pembangkit energi yang hampir lenyap.

Air merupakan benda yang memiliki fungsi amat vital bagi kehidupan. Setiap makhluk mungkin bisa bertahan dalam waktu lama jika tanpa makanan namun tidak dengan kekurangan air.

Kondisi kekeringan yang terjadi seperti sekarang ini menyebabkan sebagian daerah kekurangan air. Masyarakat harus mengeluarkan upaya lebih demi bisa mengakses air bersih.

Sementara di daerah lain, musim kering menjadi faktor yang mendukung terbakarnya lahan. Sedikit saja api menyala di semak, dengan cepat menyebar dan menimbulkan kebakaran hutan.

Kekeringan juga pernah dialami Rasulullah Muhammad SAW. Agar diturunkan hujan, Rasulullah memanjatkan doa kepada Allah.

Ada beberapa doa Rasulullah meminta hujan kepada Allah. Salah satunya doa berikut, yang diriwayatkan Imam Abu Dawud.

5 dari 7 halaman

Doa Minta Hujan

 Doa agar hujan turun

Allahummasqina ghaitsan mughitsan mariam mari'a, nafi'an ghaira dlarrin, 'ajilan ghaira ajilin.

Artinya,

" Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda."

6 dari 7 halaman

Doa Rasulullah Memohon Hujan yang Turun Menjadi Berkah

Dream - Sholat Istisqa banyak dilakukan umat muslim saat menghadapi bencana kekeringan yang cukup panjang. Kondisi inilah yang sedang melanda Indonesia. Kekeringan semakin parah karena disertai dengan kebakaran hutan dan lahan.

Hujan yang tak turun dalam waktu cukup lama di sebagian kawasan Indonesia, membuat gagal panen di beberapa daerah. Beberapa daerah bahkan sudah kesulitan mendapatkan air.

Kondisi kekeringan pernah terjadi di masa Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan beberapa sahabat sampai minta Rasulullah berdoa agar turun hujan dari langit.

Dalam riwayat yang diabadikan Imam Muslim dan Imam Al Baihagi, pernah sahabat meminta Rasulullah berdoa agar Allah menurunkan hujan. Saat itu, Madinah sedang dilanda paceklik.

Rasulullah menuruti permintaan tersebut dan berdoa kepada Allah. Beberapa saat kemudian, awan hitam datang dan menurunkan hujan selama beberapa hari.

Yang terjadi, panen jadi gagal dan jalanan rusak. Sebagian harta para sahabat juga hilang akibat diterjang banjir.

Para sahabat lalu meminta Rasulullah untuk kembali berdoa. Setelah berdoa, awan gelap yang sebelumnya menyelimuti langit Madinah perlahan menyingkir.

7 dari 7 halaman

Doa Minta Hujan

 Doa minta hujan Rasulullah

Allahumma hawalayna wa la 'alaina

Artinya,

" Ya Allah, (turunkanlah hujan)di sekeliling kami, bukan (azab) atas kami."

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id