Huda, Mahasiswa Jadi Kuli Bangunan di Masjid Tanpa Pamrih

Your Story | Senin, 7 September 2020 12:41
Huda, Mahasiswa Jadi Kuli Bangunan di Masjid Tanpa Pamrih

Reporter : Ahmad Baiquni

Cuti kuliah karena tak punya biaya, jadi kuli bangun tempat wudhu masjid tapi tak mau dibayar.

Dream - Usianya masih teramat muda, 24 tahun. Tetapi, bagi Samsul Huda, muda usia bukan kendala untuk mengabdi demi mewujudkan kemaslahatan umat.

Huda tercatat sebagai mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Magelang dan warga asli Desa Karangtalun, Kecamatan Secang, Magelang, Jawa Tengah. Dalam beberapa bulan terakhir, dia mengambil cuti kuliah lantaran terkendala biaya.

Selama cuti, Huda mengabdikan diri mengajar Alquran untuk anak-anak di Masjid Al Muttaqin, masjid besar di desanya. Sebentuk tanggung jawab untuk generasi mendatang

Huda mengatakan Masjid Al Muttaqin sudah menjadi bagian dari kisah hidupnya. Sedari kecil, Huda belajar membaca Alquran di masjid tersebut.

" Saya sejak kecil belajar ngaji dengan para ustaz di kampung sini. Tongkat estafet berganti, kini giliran saya yang mengajar mengaji anak-anak Desa Karangtalun, Secang, di Masjid Al Muttaqin," ujar Huda.

 

2 dari 3 halaman

Mengajar Alquran Sebagai Tanggung Jawab

Bagi Huda, mengajar anak-anak dalam membaca Alquran merupakan tanggung jawab. Dia berharap generasi selanjutnya dapat membaca dan memahami Alquran dengan baik dan benar.

" Saya hanya mengajarkan apa yang saya bisa, yang pernah saya pelajari dari guru-guru saya di kampung ini," kata Huda.

Yang lebih membanggakan, dia terlibat langsung dalam pembangunan tempat wudhu masjid tersebut. Fasilitas tersebut dibangun atas dana bantuan dari Kementerian Agama.

Nilainya hanya Rp50 juta, tapi kualitas bangunannya sangat bagus melebihi banyaknya bantuan yang diterima. Huda pun turut menjadi kuli atas pembangunan tempat wudhu itu.

 

3 dari 3 halaman

Sedekah Terbaik

Dia ingin turut beramal melalui tenaga. Bahkan, Huda tidak mau dibayar meski pembangunan berjalan hampir satu tahun lamanya.

" Mungkin saya tidak punya banyak harta untuk disedekahkan, karenanya saya ingin berkontribusi melalui tenaga sebagai kuli bangunan," kata dia.

Keikhlasan Huda menjadi inspirasi bagi warga sekitar, terutama pengurus masjid. Takmir Masjid Al Muttaqin, Rofi'i, mengaku bangga atas kiprah Huda, berdedikasi tinggi meski usia masih sangat muda.

" Dia istiqamah mengajar, bahkan selama satu tahu penuh membantu pembangunan masjid, dia tidak mau dibayar. Padahal, cuti kuliah juga karena terkendala biaya tapi ikhlas banget orangnya," ucap Rofi'i.

Atas dedikasinya terhadap kemaslahatan umat, Huda mendapatkan apresiasi dari Kemenag. Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi saat kunjungan ke Secang pada Sabtu pekan lalu, 5 September 2020.

Sumber: Kemenag

Join Dream.co.id