Sedih Ayah Meninggal, Pemuda Tersesat 12 Jam Saat Mau Jemput Adik

Your Story | Senin, 19 Agustus 2019 17:01
Sedih Ayah Meninggal, Pemuda Tersesat 12 Jam Saat Mau Jemput Adik

Reporter : Ahmad Baiquni

Dilanda kesedihan, pemuda ini sampai tak tahu arah.

Dream - Kesedihan yang melanda seseorang bisa menganggu konsentrasinya. Dengan pikiran yang sedang kalut, seseorang tidak bisa fokus berpikir karena perasaan itu.

Seperti yang terjadi pada seorang pemuda di Malaysia ini. Dia sampai tersesat selama 12 jam di Kuala Lumpur saat hendak menjemput adiknya. 

Pemuda ini tak bisa berpikir jernih karena dia baru saja kehilangan sang ayah yang meninggal dunia. Kisah sedih pemuda itu diunggah di Twitter oleh akun @didkenobi. Pemilik akun mengaku bertemu dengan pemuda tersebut sepulang kerja.

Dikutip dari Siakapkeli, pemilik akun itu baru pulang dari tempat kerjanya di Putrajaya, Kuala Lumpur. Di tengah jalan, dia bertemu dengan pemuda yang mengendarai sepeda motor dari Teluk Intan di perempatan lampu lalu lintas.

" Jarang orang Bangi tidak tahu lampu lalu lintas yang dijuluki 'lampu lalu lintas terlama di dunia' haha, jadi saya berhenti di perempatan lampu lalu lintas itu," tulis pemilik akun.

Ketika menunggu lampu merah berubah jadi hijau, seorang pemuda berhenti di sebelahnya. Pemuda yang sedang mendengarkan musik itu segera mematikan headset saat pemuda iyu menyapanya. 

" Saya pause musik karena tidak dengar apa yang dia katakan," kata dia.

 

2 dari 7 halaman

Keliling Kuala Lumpur 12 Jam

Pemuda yang tersesat itu bertanya arah jalan menuju Terminal Bus Terpadu Selatan (TBS) Kuala Lumpur. Suara pemuda itu terdengar bergetar.

" Saya di KL ini dari tengah hari tadi keliling tak ketemu juga TBS," kata pemuda itu seperti disampaikan pemilik akun.

Mendengar pertanyaan pemuda itu, pemilik akun segera memberikan bantuan. Apalagi setelah pemuda itu mengaku datang dari tempat jauh dengan sepeda motor untuk menjemput adiknya.

" Dari Teluk Intan bang, mau jemput adik saya yang baru pulang dari Kelantan lewat TBS karena ada orang meninggal di kampung saya," kata pemuda itu.

 

3 dari 7 halaman

Jemput Adik

Sesaat kemudian, pemuda itu mulai meneteskan air mata. Pemilik akun lalu mengantarkan pemuda itu menuju TBS.

" Saya jadi ikut sedih karena dia sampai mau membayar saya kalau mau menunjukkan jalan ke TBS tapi saya tolak. Lampu hijau menyala dan saya minta dia mengikuti motor saya dari belakang," kata dia.

Pemilik akun sempat berbincang mengapa pemuda itu jauh-jauh datang ke Kuala Lumpur dengan mengendarai sepeda motor.

" Ayah saya meninggal bang, karena itu saya mau jemput adik saya lalu membawanya pulang ke kampung," kata pemuda itu.

 

4 dari 7 halaman

Kebingungan Tak Tahu Arah

Sesampai di TBS, pemilik akun meminta pemuda itu berhenti lalu mengontak adiknya. Setelah itu, sang adik muncul dan keduanya segera pulang malam itu juga.

" Saya masih berpikir, jauh sekali dari Teluk Intan sampai Bangi naik motor," ucap dia.

Ketika adik pemuda itu muncul, pemilik akun bertanya kenapa dia sampai tersesat. Pemuda itu menjawab sebenarnya dia sudah bertanya ke banyak orang.

" Mereka hanya menunjukkan jalan jadi saya ikuti apa yang mereka katakan tapi tidak juga ketemu TBS sampai saya bertemu abang, rupanya sudah jauh jejak saya," kata dia.

Setelah itu, pemuda tersebut dan adiknya pulang ke Teluk Intan. Agar tidak tersesat, mereka menggunakan aplikasi penunjuk arah.

(Sah, Sumber: Siakapkeli.my)

5 dari 7 halaman

Tangis Kakek di Terminal, Sempat Terlantar Ditolong Tiga Pemuda

Dream - Kisah haru datang dari Malaysia di malam Hari Raya Idul Adha 1440 H. Seorang kakek menangis bahagia karena telah diantarkan pemuda menuju stasiun.

Kisah ini diunggah di akun Facebook Ajak Santero, mengenai seorang paman berusia 50 tahun yang terlantar di jalanan sembari membawa tas besar. Beberapa pemuda kampung lalu mengantarnya ke terminal dengan sepeda motor.

Dikutip Siakapkeli, pemilik akun merupakan salah satu dari sekumpulan pemuda tersebut. Dia mengisahkan awalnya bersama beberapa temannya berkeliling kampung dengan sepeda motor di malam Hari Raya.

" Jam menunjukkan pukul 1 pagi, bertemu seorang paman membawa tas besar di tepi jalan dekat masjid Taman Medan sedang melambai untuk memberhentikan kendaraan," tulis pemilik akun.

 

6 dari 7 halaman

Dilarang Tidur di Masjid

Dia bersama dua temannya memutuskan berhenti dan bertanya kepada paman itu. Paman itu langsung minta tolong diantarkan ke terminal bus.

" Dik, tolong antar paman ke terminal bus bisa, paman akan pulang ke Ipoh. Tidak ada kendaraan sampai sekarang yang bisa paman tumpangi ke terminal. Tapi paman ke masjid untuk menginap tapi seseorang meminta paman keluar," kata dia.

Ketiga pemuda itu kaget mendengar pengakuan sang paman yang diusir dari masjid.

" Kenapa orang masjid melarang, bukannya boleh musafir tidur di masjid?" kata pemilik akun.

" Tidak tahu, paman diusir keluar, katanya cuma sampai jam 11 malam saja," kata paman itu.

 

 

7 dari 7 halaman

Tangis Haru Sang Paman

Karena merasa kasihan, salah satu dari tiga pemuda itu pulang dulu untuk mengambil helm. Setelah itu, mereka antarkan paman itu ke terminal.

Sesampai di terminal bus, paman tersebut menangis. Ketiga pemuda itu lalu patungan untuk uang saku si paman.

Paman itu sempat menolak menerima uang dari tiga pemuda tersebut. Tetapi, mereka tetap memberikannya kepada paman itu.

" Terima kasih, Dik, selamat Hari Raya, hati-hati pulang, sampai bertemu di surga," kata paman tersebut.

(ism, Sumber: Siakapkeli.my)

ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen
Join Dream.co.id