Bacaan Niat Puasa Ramadan dalam Bahasa Latin Beserta Artinya

Your Story | Selasa, 18 Mei 2021 08:15

Reporter : Ulyaeni Maulida

Untuk menjalankan ibadah puasa, harus diawali dengan niat. Karena niat puasa adalah salah satu syarat sah dalam berpuasa.

Dream- Bulan Ramadan tinggal hitungan hari lagi menyapa umat Islam di seluruh dunia. Selama sebulan, umat Islam di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa serta sholat tarawih dan amalan ibadah lainnya.

Ibadah puasa dimulai sebelum terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Atau yang biasa disebut sebagai waktu berbuka puasa.

Perintah menjalankan puasa Ramadan mendapat kekhususan karena datang langsung dari Allah SWT. Sebagaimana dinyatakan dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183.

" Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, ibadah puasa dimulai dengan mengucapkan doa niat puasa Ramadan pada malam hari atau setelah santap sahur. 

Bacaan Niat Puasa Ramadan dalam Bahasa Latin Beserta Artinya
Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
2 dari 11 halaman

Bacaan Niat Puasa Ramadan yang Tepat

 Ilustrasi Berdoa
© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Salah satu keistimewaan di bulan suci ini adalah niat puasa Ramadan yang biasanya diucapkan usai santap sahur. Biasanya membaca niat puasa juga sering dilakukan bersama-sama usai selesai melaksanakan tarawih.

Niat puasa bahkan menjadi salah satu syarat sah sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan. Jika tidak mengucapkan niat puasa Ramadan, maka nilai ibadahnya tidak bisa dihitung.

Dasarnya adalah hadis Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad berikut ini.

" Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya."

Nabi Muhammad SAW bersabda, " Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan." (Muttafaqun 'alaihi).

Atas dasar tersebut, karena puasa termasuk ibadah, maka niat untuk mengerjakannya termasuk ke dalam rukun puasa. Niat puasa Ramadan harus yang tulus dengan tujuan untuk mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT.

3 dari 11 halaman

Niat Puasa Ramadan Dilafalkan atau Cukup Dalam Hati?

 Niat Puasa
© Shutterstock

Berniat untuk puasa memang harus dilakukan didalam hati. Namun disunnahkan juga untuk dilafalkan.

Waktu untuk mengucapkan niat puasa Ramadan terhitung mulai dari setelah waktu buka puasa yaitu tenggelamnya matahari hingga sebelum terbit fajar Subuh.

Lafal atau bacaan niat puasa Ramadan yang tepat adalah sebagai berikut:

 Niat puasa Ramadan
© dream.co.id

NAWAITU SHAUMA GHADIN AN ADAAI FARDLI SYAHRI RAMADLANI HADZIHIS SANATI FARDLAL LILLAHI TA’ALA.

Yang artinya: “ Saya berniat puasa esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

4 dari 11 halaman

Bolehkah Membaca Niat Puasa Hanya Sekali di Awal Bulan?

 Puasa
© Pexels.com

 

Ganjaran berpuasa di bulan Ramadan dihitung setiap hari. Untuk itulah niatnya juga harus diucapkan setiap hari.

Namun apakah boleh mengucapkan niat puasa sekali saja yaitu hanya di awal bulan Ramadan?

Mengucapkan niat puasa Ramadan sekali untuk sebulan penuh memang ringan. Tetapi, Taqiyuddin Abu Bakar Muhammad Al Hushni dalam Kifayatul Akhyar mengingatkan dengan pendapatnya sebagai berikut.

" Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadis. Tempat niat itu di hati. Karenanya, niat tidak disyaratkan secara lisan. Ketentuan ini disepakati bulat ulama tanpa perbedaan pendapat."

" Niat puasa wajib dipasang setiap malam. Karena, puasa dari hari ke hari sepanjang Ramadan merupakan ibadah terpisah. Coba perhatikan, bukankan puasa Ramadan sebulan tidak menjadi rusak hanya karena batal sehari? Kalau ada seseorang memasang niat puasa sebulan penuh di awal Ramadan, maka puasanya hanya sah di hari pertama.”

Penjelasan Taqiyuddin menyatakan niat puasa Ramadan tidak boleh dilakukan sekali untuk sebulan.

Namun niat puasa Ramadan harus dibaca setiap malam. Sebab, nilai ibadah puasa Ramadan berbeda setiap harinya.

 

5 dari 11 halaman

Doa Sahur

 

Jika niat puasa hukumnya wajib, maka bersahur adalah salah satu sunnah yang dianjurkan saat menjalankan ibadah puasa.

Sahur memiliki banyak keutamaan.

Seperti hadist Rasulullah SAW yang berbunyi: " Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bersalawat untuk mereka yang bersahur.” (HR. Ahmad).

Berikut lafal doa sahur yang dianjurkan:

 Doa Sahur
© Dream.co.id

" Yarhamullahul mutasahhirin."

Artinya: “ Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.”

6 dari 11 halaman

Doa Buka Puasa

 Ilustrasi Berdoa
© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Doa Buka Puasa Pertama

Ada dua versi doa puasa Ramadan untuk berbuka puasa. Salah satunya mungkin yang sering digunakan dan didengar di televisi saat datangnya waktu berbuka puasa, yaitu:

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: “ Ya Allah karenaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.”

Ketika sudah masuk waktu berbuka puasa yang bertepatan dengan azan maghrib, kamu harus mengucapkan Alhamdulillah dan membaca doa berbuka puasa sebelum menyantap makanan maupun minuman yang tersedia.

Walaupun kamu berada di tempat yang berbeda, dan memiliki waktu yang berbeda pula saat berbuka puasa, doa berbuka puasa tetap sama dan menjadi salah satu doa puasa ramadan yang sangat penting untuk dihafalkan.

7 dari 11 halaman

Doa Buka Puasa Kedua

Sedangkan doa berbuka puasa yang kedua bersumber dari salah satu hadist Rasulullah SAW yang berbunyi:

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “ Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” (HR. Abu Daud)

Kamu tidak harus mengucapkan kedua doa puasa ramadan tersebut saat akan berbuka puasa. Kamu hanya perlu melafadzkan salah satunya dan bisa langsung makan setelah itu.

 

8 dari 11 halaman

Keutamaan Puasa Ramadan

 Ilustrasi Berdoa
© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Bulan Pengampunan Dosa

Keutamaan bulan Ramadan yang pertama adalah sebagai bulan pengampunan dosa. Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk mengambil kesempatan bertaubat.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

" Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim)

Dengan berpuasa pada bulan Ramadan ini, maka bisa menghapus dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya:

" Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, salat tarawih yang dikerjakan pada setiap malam di bulan Ramadan juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya:

Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan sholat malam pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pahala yang Berlipat Ganda

Keutamaan bulan Ramadan berikutnya adalah pahala yang berlipat ganda untuk setiap ibadah yang kamu laksanakan. Amalan-amalan pada bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya:

" Pahala umrah pada bulan Ramadan menyamai pahala ibadah haji." (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedangkan keutamaan bulan Ramadan dalam riwayat yang lain juga disebutkan, pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji bersamaku (Nabi Muhammad SAW).

Dalam riwayat lain juga disebutkan, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, Abu Bakr bin Abi Maryam mengatakan bahwa banyak guru-gurunya yang berkata,

" Apabila telah tiba bulan Ramadan, maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq di bulan Ramadan dilipatgandakan bagaikan infaq di jalan Allah SWT, dan tasbih di bulan Ramadan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain."

9 dari 11 halaman

Bulan yang Penuh Berkah

Bulan Ramadan sering juga disebut dengan bulan yang penuh berkah, atau syahrun mubarak. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi Muhammad SAW yang memiliki arti,

" Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian." (HR. Agmad, An-NasaI dan Al-Baihaqi).

Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini, maka Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya. Selain itu di dalam bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan ini, maka tidak hanya keberkahan di dalam menuai pahala, melainkan banyak keberkahan lainnya.

Keutamaan bulan Ramadan juga ditinjau dari aspek ekonomi, di mana Ramadan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Sedangkan bagi fakir miskin, Ramadan membawa keberkahan tersendiri. Pada bulan Ramadan ini, seorang muslim digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah kepada mereka ini. Bahkan, diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk fakir miskin.

Bulan Diturunkannya Al-Quran

Keutamaan bulan Ramadan salah satunya adalah bulan Al-Quran atau syahrul Quran. Diturunkannya Al-Quran pada bulan Ramadan ini menjadi bukti nyata kemuliaan bulan Ramadan.

Allah SWT berfirman yang artinya,

" Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)" . (QS. Al-Baqarah: 185).

10 dari 11 halaman

Bagian dari Rukun Islam

Allah SWT telah menjadikan puasa yang dilakukan pada bulan Ramadan sebagai rukun yang keempat dari rukun Islam.

Hal ini tertulis dalam ayat al-Quran surat Al-Baqarah ayat 185:

" Bulan Ramadan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara mereka yang menyaksikan (berada) di bulan itu, maka berpuasalah."

Dalam hadis juga telah disebutkan, Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW., bersabda:

" Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan haji ke Baitullah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bulan Terkabulnya Doa

Keutamaan bulan Ramadan selanjutnya adalah doa yang dipanjatkan pada saat bulan Ramadan lebih mustajabah. Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW yang artinya:

" Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan." (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan bahwa perawi hadis ini tsiqah (terpercaya).

Selain itu juga dipertegas dalam hadis lain. Rasulullah SAW, bersabda yang artinya:

" Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzolimi." (HR. at Tirmidzi).

11 dari 11 halaman

Adanya Malam Lailatul Qadar

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah dengan hadirnya malam penuh kemuliaan dan keberkahan di salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.

Di bulan Ramadan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan adalah saat diturunkannya Alquranul Karim.

Dibukanya Pintu Surga dan Ditutupnya Pintu Neraka

Keutamaan bulan Ramadan lainnya adalah bahwa pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta setan-setan diikat. Dengan demikian, Allah SWT telah memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan ibadah dan amal shalih yang telah diperbuat pada bulan Ramadan.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id