Puasa Syawal Istri Harus Atas Izin Suami?

Your Story | Minggu, 16 Juni 2019 06:03
Puasa Syawal Istri Harus Atas Izin Suami?

Reporter : Ahmad Baiquni

Amalan sunah puasa Syawal mengandung keutamaan yang begitu besar.

Dream - Saat Syawal seperti sekarang ini, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah. Amalan ini mengandung keutamaan begitu besar, yaitu berpahala puasa seperti setahun penuh.

Pelaksanaannya yaitu selama enam hari usai tanggal 1, bisa berturut-turut atau jeda. Sangat dianjurkan puasa Syawal dilakukan pada 2 hingga 7 Syawal namun dibolehkan di tanggal lain.

Amalan ini boleh dikerjakan oleh siapa saja. Tetapi, bagi wanita yang sudah berumah tangga, izin suami menjadi hal utama.

Jika seorang istri ingin melaksanakan puasa Syawal, apakah harus dengan izin suami?

Dikutip dari Islami, Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Majmu' Syarh Muhadzdzab menjelaskan puasa sunah seorang istri harus mendapatkan izin dari suaminya. Tetapi, puasanya tetap sah apabila tidak mendapatkan izin meski termasuk keharaman.

 

 

2 dari 2 halaman

Dasar Larangan

Terlarangnya seorang istri berpuasa sunah tanpa izin suaminya berdasarkan hadis yang memuat kisah Shafwan bin Al Muatthal dan istrinya.

Suatu hari, istri Shafwan mendatangi Rasulullah Muhammad SAW. Dia mengadukan perbuatan suaminya kepada Rasulullah.

" Ya Rasulullah, sesungguhnya Shafwan memukulku jika aku sholat, dan membatalkanku (menyuruh berbuka) apabila aku ingin berpuasa dan dia tidak sholat Subuh kecuali setelah matahari terbit," kata istri Shafwan.

Rasulullah lalu memandang Shafwan lalu bertanya benarkah ucapan istrinya itu. Shafwan lalu memberikan penjelasan.

" Ya Rasulullah, adapun aduannya 'ia memukulku apabila aku sholat' disebabkan dia membaca dua surat, padahal aku telah melarangnya. Kalaulah dia membaca satu surat saja maka itu sudah cukup," kata Shafwan.

" Adapun perkataannya 'menyuruhku berbuka apabila aku berpuasa', hal itu karena dia pergi dan berpuasa, sedangkan aku adalah laki-laki muda yang tidak bisa bersabar," kata Shafwan melanjutkan.

Rasulullah SAW pun bersabda, " Janganlah seorang perempuan berpuasa tanpa izin suaminya."

Shafwan melanjutkan perkataannya, " Adapun perkataannya 'dia tidak sholat kecuali setelah matahari terbit', sesungguhnya kami adalah para penghuni rumah dan itu sudah menjadi maklum bahwa kami bangun saat matahari hampir terbit."

Rasulullah lalu bersabda, " Apabila engkau bangun, maka sholatlah!"

Riwayat ini menunjukkan keharusan seorang istri meminta izin suaminya apabila ingin berpuasa sunah Syawal. Adapun jika puasa Ramadan, dia tidak perlu meminta izin lebih dulu karena hukumnya sudah wajib.

(ism, Sumber: Islami.co)

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id