Pria Pulang Kampung Mau Buat Kejutan, 'Lupa' Ibu Sudah Pindah Rumah

Your Story | Rabu, 1 September 2021 11:45

Reporter : Sugiono

Niat mau buat kejutan tapi ibu sudah tak ada di rumah. Baru sadar ternyata..

Dream - Jika sebelum ini kepulangannya ke kampung halaman selalu disambut dengan senyuman ceria si ibu di muka pintu, namun kini semuanya hanya tinggal kenangan.

Tiada lagi wajah meneduhkan yang setia menanti. Ucapan salam hanya disambut suasana sepi. Menandakan rumah yang kosong tanpa penghuni.

" Niat mau buat kejutan tapi ibu sudah tak ada di rumah. Baru sadar kalau ibu sudah pindah ke 'rumah baru'.

" Aku rindu, Bu. Rumah kita sunyi, suram tanpa ibu sekarang," begitulah ungkapan penuh emosi yang dibagikan TikToker Malaysia bernama Saffee Rahim.

Pria Pulang Kampung Mau Buat Kejutan, Lupa Ibu Sudah Pindah Rumah
Pulang Kampung Mau Buat Kejutan Untuk Ibu. (Foto: Video TikTok)
2 dari 7 halaman

Berbagi ceritanya di mStar, Saffee mengatakan kepergian ibunya, Nur Asiah Tamdun, yang meninggal dunia di usia 72 tahun benar-benar meninggalkan kesan mendalam baginya.

Apalagi hanya dia yang selalu menjaga ibunya yang sakit selama dua tahun di rumah sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir kalinya.

Menurut pemuda berusia 30 tahun ini, ibunya meninggal dunia pada 31 Mei lalu karena penyakit kencing manis dan ginjal.

3 dari 7 halaman

Saffee sendiri sebelumnya bekerja di Kuala Lumpur. Namun dia memutuskan berhenti kerja dan pulang ke kampung halaman di Baling, Kedah, untuk menjaga ibunya yang sakit.

" Kami berdua saja di rumah sementara saudara lainnya bekerja dan memiliki keluarga. Selama dua tahun merawat ibu, aku banyak berbagi kondisinya di media sosial, sehingga banyak orang tahu tentang hal itu," katanya.

Namun setelah ibunya meninggal dunia, Saffee rehat sejenak dari dunia media sosial. Dia susah untuk move on, meninggalkan kenangan bersama ibu tercinta.

4 dari 7 halaman

Sebulan setelah ibunya meninggal, Saffee perlahan-lahan sudah bisa move on dan memutuskan ke Shah Alam untuk membuka jualan nasi kukus.

Baru-baru ini dia kembali ke kampung halamannya karena ada temu janji mau vaksinasi. Saat masuk rumah tua itulah kenangan bersama ibu menyeruak kembali di hatinya.

" Waktu buka pintu rumah, aku jadi 'blur'. Tidak melihat kelibat ibu. Baru ingat ibu sudah pindah 'rumah baru'.

" Hati ini tiba-tiba terasa sangat 'kosong'. Semua sudut dalam rumah buat perasaan rindu datang lagi," kata anak bungsu dari lima bersaudara ini.

5 dari 7 halaman

Selama di kampung halaman, Saffee berusaha sering meluangkan waktu untuk ziarah ke 'rumah baru' ibunya sebelum kembali ke KL.

" Aku selalu ziarah kubur ibu untuk hilangkan rasa rindu. Sekarang ini musim buah-buahan, jadi aku petik dari pohon yang ditanam oleh almarhumah ibu untuk disedekahkan kepada tetangga," ujar Saffee.

Menurut Saffee banyak sekali kenangan rindu selama dua tahun mengurus ibunya. Dia teringat sehari sebelum meninggal, ibunya menitipkan pesan terakhir.

" Ibu berpesan, 'Kalau ibu sudah tidak ada nanti, kalian bersaudara harus saling menyayangi... jangan sekali-kali bertengkar'.

" Kondisi ibu baik-baik saja hari itu. Tetapi malamnya tiba-tiba kondisinya memburuk dan nazak, sebelum akhirnya meninggal," kata pria yang kehilangan ayah saat kelas 5 SD ini.

6 dari 7 halaman

Bagi Saffee kehilangan sosok ibu membuatnya sangat sedih. Namun dia terhibur saat mengunggah cerita kehilangan ibu untuk selamanya di media sosial.

Karena banyak netizen yang ikut terharu dan meluangkan waktu untuk mendoakan almarhumah ibunya di ruang komentar.

Saffee bersyukur, sejak ibunya sakit hingga meninggal dunia, banyak yang mendoakannya. Video ini sebenarnya untuk mengungkapkan rasa rindu kepada almarhumah, namun tak sangka banyak yang ikut tersentuh.

7 dari 7 halaman

" Mungkin saat membuat video itu, saya melakukannya dengan sepenuh hati hingga pesannya 'sampai' kepada mereka yang menonton," kata Saffee.

Saffee pun berpesan kepada anak-anak di luar sana untuk tidak menyia-nyiakan ibu masing-masing selagi masih ada.

" Jaga mereka selama kalian memiliki waktu dan kesempatan. Waktu mereka di dunia ini tidak lama. Setidaknya ketika mereka pergi, kita tidak merasa menyesal," pungkasnya.

Join Dream.co.id