Pengacara Putuskan Masuk Islam Usai Gelisah Ingat Pesan Almarhum Ayah di Mimpi

Your Story | Selasa, 4 Agustus 2020 16:01
Pengacara Putuskan Masuk Islam Usai Gelisah Ingat Pesan Almarhum Ayah di Mimpi

Reporter : Arini Saadah

Pria ini mendapat wasiat dari ayahnya untuk memeluk agama Islam.

Dream – Agustinus Prapto, seorang pria yang berprofesi sebagai pengacara, memutuskan masuk Islam setelah bermimpi didatangi ayahnya setiap malam. Mendiang ayah datang ke dalam mimpinya selama beberapa hari. 

Dlaam mimpunya, Agustinus mendengar permintaan sang ayah agar dia segera mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam.

Semula, Agustinus mengabaikan mimpi dan pesan ayah tersebut. Namun mimpi yang sama berulang setiap malam. Hingga akhrinya ia memutuskan untuk menjalankan wasiat ayahnya untuk menjadi muallaf.

2 dari 6 halaman

Mimpi Berulang Kali

Ilustrasi© freepik.com

Agustinus yang semulai mengabaikan mimpinya itu selalu dihinggapi perasaan gelisah memikirkan pesan dari mendiang ayahnya. Ia mulai bimbang jika pesan dalam mimpi itu sebagai petunjuk almarhum ayahnya menagih wasiat sebelum meninggal atau sekadar bunga tidur.

Ia menceritakan pesan masuk Islam sebenarnya sudah pernah diucapkan oleh ayahnya ketika masih hidup.

“ Pesan itu juga pernah disampaikan secara langsung oleh papa sesaat sebelum meninggal dunia. Papa menginginkan keluarganya segera syahadat dan masuk Islam,” jelas Agustinus.

3 dari 6 halaman

Diusir Istri dan Dipecat dari Pekerjaan

Ilustrasi© freepik.com

Niat Agustinus untuk menjadi mualaf bukannya tanpa halangan. Sesudah memutuskan mengucapkan ikrar syahadat dan menjadi muslim, dalam sekejap ia diusir oleh sang istri. Keesokan harinya dia harus menerima cobaan berat karena dipecat dari pekerjaannya sebagai konsultan hukum di Kabupaten Kudus.

Didera berbagai cobaan ini tidak lantas membuat Agustinus putus asa. Sebaliknya, dia semakin mantap dengan pilihannya menjadi mualaf. Agustinus akhirnya memutuskan pergi ke rumah salah satu teman di Kota Semarang untuk mencari ustadz yang bisa membimbing dirinya masuk Islam.

Sejak Kamis 30 Juli 2020 kemarin, Agustinus resmi masuk Islam dengan mengucapkan kalimat dua kalimat syahadat, tepatnya saat hari Arafah 9 Dzulhijjah 1441 H.

4 dari 6 halaman

Dibimbing Kyai

Ilustrasi© Dok. Pondok Pesantren via NU Online

Ia menjadi mualaf atas bimbingan KH Abdul Wahab, seorang pengasuh Pondok Pesantren Putri Modern Ni’matul Qur’an di Kelurahan Wates Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.

Kepada sang Kyai, dia menceritakan tentang wasiat dari ayahnya untuk menjadi muallaf.

“ Saya datang ke sini mohon untuk dibimbing mengucapkan syahadat. Saya mau melaksanakan wasiat bapak saya, dengan cara masuk Islam,” ucapnya dengan disaksikan para santri, para ustadz di pondok pesantren tersebut.

5 dari 6 halaman

Tanpa Paksaan

Ilustrasi© freepik.com

Saat Agustinus mengutarakan tujuan kedatangannya itu, sang kyai pun bertanya tentang kemantapan hatinya.

“ Apakah Anda sudah yakin dan mantap?” tanya ustad Abdul Wahab seraya menekankan jika ajaran Islam tidak boleh memaksakan seseorang untuk memeluk agamanya.

“ Jika Anda yakin, mantap, dan tanpa ada pihak manapun yang memaksa Anda masuk Islam, saya bersedia membimbing Anda membaca syahadat,” lanjutnya.

6 dari 6 halaman

Mendapat Wejangan dari Kyai

Ilustrasi© freepik.com

Dengan tegas Agustinus mengatakan tidak ada paksaan dari pihak manapun yang memengaruhinya menjadi muslim.

“ Tidak ada paksaan dari pihak manapun, Pak. Bahkan saya rela diusir dari keluarga dan dikeluarkan dari tempat kerja saya, asalkan saya dibimbing untuk masuk Islam,” ucapnya.

Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Agustinus mendapatkan wejangan dari Ustad Abdul Wahab bahwa hidayah Allah memang tidak bisa kita cari. Hidayah akan hadir dengan sendirinya sesuai kehendak Allah Swt.

“ Semoga pak Prapto bisa istiqomah menjalankan syariat agama Islam dan menjadi muslim yang shalih, bertakwa, dann menjadi teladan bagi keluarga pak Prapto,” tutur Ustad Abdul Wahab mendoakan Agustinus.

Sumber: NU Online

Join Dream.co.id