Kisah Mualaf Pria Yahudi Usai Mimpi Bertemu Nabi

Your Story | Jumat, 24 April 2020 12:01

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Kisah Hijrah Pria Yahudi ini Sangat Menyentuh. Masya Allah

Dream - Kisah Hijrahnya seseorang kerap kali menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya. Allah mampu membolak-balikkan hati manusia sehingga condong untuk beriman kepada-Nya.

Fenomena hijrah menjadi hal yang sudah tak asing didengar. Hijrah menjadi momentum seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam Islam, jika seseorang ingin memeluk agama Islam, dia harus memulainya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Berikut kisah mualaf Sanford Pass yang dilansir dari the islamic information

 

Kisah Mualaf Pria Yahudi Usai Mimpi Bertemu Nabi
Pria Ini Menceritakan Kisah Masuk Islam Lewat Video (Sumber:Youtube/TheDeenShowTV)
2 dari 4 halaman

Diwawancara di Sebuah Acara

 Bacaan Doa Sholat Dhuha Lengkap Beserta Artinya© MEN

Sanford Pass adalah seorang pria Yahudi yang masuk Islam. Sanford berbagi kisah hijrahnya dalam sebuah tayangan " The Deen Show" .

Ketika Sanford ditanya tentang apa yang mengilhami dia untuk pindah agama, dia mengatakan berbagi bahwa dia tidak memiliki pengetahuan tentang Islam.

Sanford  bahkan tidak pernah berhubungan dengan orang Muslim.

Kisah masuk Islamnya Sanford berbeda dari kebanyakan orang. Ia memutuskan untuk masuk Islam setelah bermimpi.

Pada suatu malam dia melihat mimpi terkait Islam yang mengubah hidupnya sepenuhnya. Sanford melihat seorang pria dan dia tidak dapat melihat wajahnya. Tapi, dia yakin orang itu sedang menatapnya sambil tersenyum.

3 dari 4 halaman

Bermimpi Bertemu Nabi Muhammad SAW

Setelah malam itu, ia sempat menceritakan kejadian itu dengan seorang imam masjid. Imam pun  memahami mimpinya dan menyimpulkan bahwa pria tersebut adalah Nabi Muhammad SAW yang mengunjunginya dalam mimpi.

Nabi Muhammad SAW digambarkan oleh Sanford mengenakan selendang berwarna emas dengan sorban emas, Sanford yang berusia 71 tahun menjelaskan baju pria tersebut bersih dan berwarna putih.

Ada sebuah cahaya yang sangat cerah di sekitar-Nya sehingga Stanford tidak dapat melihat wajah-Nya.

Setelah melihat Nabi, kemudian ia merasakan kedamaian di dalam dirinya. Sanford merasa lebih bahagia setelah bermimpi indah.Dia juga menyebutkan bahwa dia tidak dapat menjelaskan mimpinya. 

4 dari 4 halaman

Berikut Unggahan Videonya

Join Dream.co.id