Petani Tua Didenda Rp3 Juta karena Langgar Lockdown, Netizen Bergerak

Your Story | Kamis, 16 April 2020 15:32
Petani Tua Didenda Rp3 Juta karena Langgar Lockdown, Netizen Bergerak

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Warganet bersama-sama mengumpulkan uang demi membantu petani lansia tersebut.

Dream - Virus corona tidak seharusnya mematikan hati nurani. Bencana ini seharusnya membuat kita lebih peduli sesama.

Di masa yang sulit ini, saatnya kita mengesampingkan perbedaan ras, suku, agama, maupun budaya. Lalu berjuang bersama dan bahu-membahu dalam menghadapi sebuah pandemi.

Hal inilah yang ditunjukan oleh warganet di Malaysia. Mereka berpatungan hingga terkumpul uang 1.000 ringgit, setara Rp3 juta untuk membantu petani lansia yang didenda akibat melanggar aturan lockdown.

Laman China Press melaporkan seorang kakek berusia 80 tahun itu tidak dapat membayar denda karena tak memiliki pekerjaan. Dia juga mengaku sangat miskin.

2 dari 6 halaman

Hukuman

Sayangnya, sanksi itu tetap harus dipenuhi si kakek. Penderitaan kakek tersebut lalu menarik perhatian warganet.

Mereka berbondong-bondong menggalang dana demi membantu melunasi denda kakek tersebut. Bersama-sama, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari RM1.000 (Rp3 juta) untuk membantu membayar denda sang kakek.

Salah seorang perwakilan dari penggalang dana mengunjungi rumah kakek tersebut dan memberikan hasil sumbanngnya. Betapa bahagianya sang kakek.

Tapi tidak hanya sampai di situ, lelaki tersebut juga menyumbangkan beberapa masker dan memastikan sang kakek aman dari Covid-19.

Kakek itu ditangkap pada 11 April 2020 karena melanggar kebijakan lockdown.

Sumber: World of Buzz

3 dari 6 halaman

Kisah Getir Sopir Ojol Antar Belanja Sejauh 29 Km, Uang Tipnya Bikin Miris

Dream - Bagi sebagian orang, belanja kebutuhan pokok lewat driver ojek online (driver ojol) lebih mudah dan menghemat tenaga. Setelah menentukan barang yang akan dibeli, driver ojol yang akan belanja kebutuhan kamu.

Driver ojol ini pula yang akan mengantarkan barang belanja pesanan kamu ke rumah. Nah, para driver ojol yang membantu kamu belanja barang ini disebut dengan personal shopper.

Bekerja menjadi personal shopper memang terlihat menyenangkan. Namun di balik itu semua, ada tantangan tersendiri yang harus mereka hadapi.

Selain berhujan panas setiap mengantarkan barang, para personal shopper ini juga berhadapan dengan pelanggan yang tidak ramah. Sementara mereka terkadang menerima upah yang tidak sepadan.

Seorang personal shopper di Malaysia membagikan pengalamannya ketika berhadapan dengan pelanggan bergelar bangsawan 'datin'.

4 dari 6 halaman

Biaya Layanan Dibayar Seikhlasnya

Personal shopper bernama Abdul Razak Juddin mengatakan insiden itu terjadi dua tahun lalu ketika dia belum menetapkan biaya atas jasanya.

Pria berusia 26 tahun itu mengatakan awalnya biaya layanannya lebih kepada 'seikhlasnya'. Karena banyak yang mengeluh biaya yang dikenakan dianggap tidak masuk akal saat itu.

" Waktu itu saat orang bertanya biaya layanannya, saya enggan mengatakannya. Karena jika menetapkan biaya, mereka bilang kemahalan. Jadi biarlah upah saya dibayar dengan itikad baik.

" Dengan harapan mereka paham tugas kami sebagai personal shopper. Tidak hanya harus antre panjang saat membayar, kami juga kepanasan dan kehujanan saat mengantarkan barang," kata Abdul Razak.

5 dari 6 halaman

Dapat Pelanggan Tidak Ramah

Mengenai kisah 'datin' yang viral di media sosial, pria asal Tawau, Sabah, mengatakan ia menerima pesanan untuk membeli kebutuhan dari seorang wanita yang tinggal di bungalow berlantai dua di daerah itu.

Tidak ingin berkomentar lebih lanjut tentang identitas kliennya, Abdul Razak mengatakan datin tersebut menghubunginya berulang kali.

" Dia tanya 'Kamu sekarang di mana, sudah siap belum? Jangan tipu saya, nanti saya viralkan nama kamu'. Waktu itu saya kaget mendengarnya," kata Abdul Razak.

Dia pun langsung menata barang belanja di motornya, mengambil gambar nota pembelian dan mengantarkan ke rumah datin tersebut.

6 dari 6 halaman

Seperti Seorang Kuli dengan Upah Tak Sepadan

Perjalanan ke bungalow datin berjarak 29 kilometer tidak terlalu jauh bagi Abdul Razak. Tetapi dia sangat lelah setelah bertemu dengan wanita berwajah garang itu.

" Datin suruh saya taruh belanjaan senilai 195.90 ringgit (Rp708 ribu) itu ke dapur. Kemudian dia bilang, 'Nah! Ini ambil 200, sisanya buat upah kamu bawa belanjaan ke dapur.

" Ya Allah, pada saat itu hanya Tuhan yang tahu bagaimana perasaan saya menerima sisa 4.10 ringgit (Rp15 ribu) sebagai upah untuk membeli dan mengantarkan belanjaan yang dia pesan hingga ke dapur rumahnya," kenang Abdul Razak yang mulai menjadi personal shopper sejak 2015 ini.

Join Dream.co.id