Pesan Terakhir Pilot yang Tewas Saat Pesawat Patah Jadi Dua

Your Story | Senin, 10 Agustus 2020 15:13
Pesan Terakhir Pilot yang Tewas Saat Pesawat Patah Jadi Dua

Reporter : Ulyaeni Maulida

Pilot pesawat itu sudah menyiapkan kejutan.

Dream – Pesawat Air India mengalami kecelakaan di Bandara Kozhikode. Burung besi yang mengalami overshoot saat landing itu patah menjadi dua.

Kecelakaan yang terjadi pada hari Jumat, 7 Agustus lalu itu menewaskan 18 orang, salah satunya kapten Deepak Sathe yang menjadi pilot dalam penerbangan tersebut.

Kepergian kapten Deepak Sathe meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Kapten Deepak Sathe adalah putra Kolonel Vasant Sathe, pensiunan Angkatan Darat India.

“ Dia adalah putra yang hebat. Dia selalu menjadi orang pertama yang membantu orang lain. Dia mengorbankan hidupnya untuk negara,” ungkap Neela, ibu dari mendiang kapten Deepak Sathe.

2 dari 4 halaman

Berencana untuk Mengujungi Sang Ibu

Orang Tua Kapten Deepak Sathe© Foto: Twitter/Soldierathon

Bagian paling memilukan adalah kapten Sathe sebelumnya telah berencana melakukan kunjungan mendadak ke ibunya pada hari sabtu, tepat pada ulang tahun sang ibu yang ke-84.

Kapten Sathe tinggal di Mumbai bersama istrinya. Dan ia terakhir kali bertemu sang ibu pada Maret akibat adanya pembatasan wilayah. Dalam pertemuan itu, dia berpesan kepada sang ibu agar " berhati-hati, tetap di rumah" karena pandemi Corona.

" Dalam kecelakaan pesawat itu, 170 penumpang selamat, tetapi orang yang menyelamatkan banyak nyawa tersebut tewas. Itu adalah keinginan Tuhan. Kami bangga putra kami mengorbankan nyawanya untuk negara," kata Neela, yang kehilangan putranya yang lain, Kapten Vikas Sathe, di Jammu beberapa tahun lalu.

3 dari 4 halaman

Salah Satu Lulusan Terbaik

Ayahnya, Vasant Sathe telah menjadi pensiunan dan terakhir menjabat sebagai kolonel. Ia tinggal di Nagpur bersama istrinya, Neela.

" Dia sangat suka membantu dan akan melakukan apa saja untuk orang lain. Selama banjir Gujarat, dia telah menyelamatkan anak-anak prajurit dengan menggendong mereka di pundaknya. Dia adalah perwira yang sangat cerdas," kenang sang ibu.

4 dari 4 halaman

Deepak Sathe lulus dari Akademi Pertahanan Nasional dan menjadi lulusan terbaik. Ia memenangkan 'Pedang Kehormatan'. Ia bertugas di Angkatan Udara India selama 21 tahun sebelum akhirnya bergabung dengan Air India sebagai pilot komersial pada tahun 2005. Deepak adalah operator pesawat berpengalaman dengan pengalaman terbang selama 36 tahun.

Kecelakaan pesawat tersebut merenggut nyawa kapten Deepak. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang putra. Pesawat tersebut terbelah menjadi dua dengan kerusakan parah pada area kokpit. Kapten Deepak dan co-pilot, Akhilesh Kumar, adalah termasuk diantara korban yang tewas.

(Sumber: indiatimes.com)

Join Dream.co.id