Nenek Penjual Keliling Tolak Bantuan di Tengah Wabah Covid-19

Your Story | Kamis, 9 April 2020 15:31
Nenek Penjual Keliling Tolak Bantuan di Tengah Wabah Covid-19

Reporter : Sugiono

Meski kehilangan pendapatan akibat lockdown, dia tak mengeluh dan bahkan menolak bantuan.

Dream - Pemerintah Malaysia memberlakukan lockdown atau dalam istilah setempat disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) sejak 18 Maret 2020, untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Akibat Lockdown ini, semua aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya dihentikan. Warga masyarakat diimbau untuk tetap tinggal di rumah. Mereka belajar atau bekerja dari rumah.

Sebagian warga masyarakat mungkin masih bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan mengambil uang dari tabungan.

Namun bagi sebagian lainnya, seperti nenek berusia 72 tahun dari Seremban ini, tinggal di rumah sama sekali bukan pilihan.

2 dari 5 halaman

Penjual Makanan Ringan Keliling

Huang Lai Mei sering terlihat di jalanan Seremban, saat dia mendorong gerobaknya untuk berjualan makanan ringan demi mencari nafkah untuk dirinya sendiri.

Warga Malaysia yang fasih berbahasa Kanton ini terkenal ramah dan telah berjualan makanan ringan, selama puluhan tahun di Seremban.

Dia juga dikenal sangat mandiri. Huang tidak pernah meminta atau mengharapkan bantuan dari siapa pun. Dia ingin hidup dari uang hasil jerih payahnya sendiri.

3 dari 5 halaman

Meski Susah di Tengah Wabah Covid-19

Huang bahkan tidak pernah berusaha untuk mendapatkan bantuan, baik uang atau sembako, dari dinas sosial setempat atau lembaga swadaya masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Bahkan di tengah wabah Covid-19 dan lockdown yang membuatnya kehilangan pendapatan, Huang tetap menolak setiap bantuan makanan yang diberikan kepadanya.

Huang mengatakan banyak orang berbaik hati menyumbangkan makanan kepadanya selama masa susah ini. Tetapi dia menolak setiap bantuan tersebut dengan halus.

4 dari 5 halaman

Alasan Menolak Bantuan yang Bikin Haru

Alasan Huang menolak bukan karena dia tidak membutuhkannya. Tapi Huang tidak mau makanan yang seharusnya diberikan ke orang lebih membutuhkan disumbangkan kepadanya.

" Saya masih punya cukup makanan. Jika makanan itu diberikan ke saya, maka orang lain yang membutuhkan tidak akan mendapatkannya," katanya.

Selain itu, Huang mengaku fisiknya masih cukup kuat untuk menghidupi dirinya sendiri.

" Saya masih punya tangan dan kaki lengkap, saya bisa menghidupi diri saya sendiri," katanya.

5 dari 5 halaman

Hikmah di Balik Lockdown Akibat Covid-19

Tetapi dia bersedia menerima satu sumbangan, ketika diberi masker oleh penjual sayur saat dia berbelanja bahan makanan.

Huang juga mengatakan bahwa selama tidak berjualan akibat lockdown, dia jadi punya waktu untuk membereskan rumahnya.

" Saya jadi punya waktu untuk membereskan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Selama ini saya jarang bisa melakukannya," pungkas Huang.

Sumber: World of Buzz

Join Dream.co.id