Restoran Kosong Tak Ada Pelayan, Pelanggan Kaget Saat Cek Bagian Belakang

Your Story | Kamis, 17 September 2020 17:46
Restoran Kosong Tak Ada Pelayan, Pelanggan Kaget Saat Cek Bagian Belakang

Reporter : Sugiono

Kejadian ini menjadi tamparan buat para pengunjung restoran.

Dream - Dalam kesibukan dan kepenatan mencari rezeki, pasti ada kalanya kita melewatkan kewajiban untuk menunaikan ibadah wajib, yakni sholat.

Apalagi bagi mereka yang berbisnis, sudah tentu ada masanya terlalu sibuk untuk melayani pelanggan yang berkunjung ke kedai hingga lupa sholat.

Namun apa yang dialami dan disaksikan sendiri oleh sebuah keluarga di Malaysia membuktikan bahwa tidak semua kesibukan kerja jadi alasan untuk meninggalkan rukun Islam kedua ini.

2 dari 5 halaman

Pengunjung Bingung, Restoran Kosong Tak Ada Pelayan

Melalui postingan di Facebook, Mohdhazimin Harun membagikan sebuah peristiwa yang membuat dia dan keluarganya benar-benar takjub dan kagum.

Menurut pria ini, semua berawal saat ia dan keluarganya mengunjungi restoran yang terletak di Bandar Tun Hussien Onn, Cheras, Kuala Lumpur, untuk menikmati makan malam, belum lama ini.

" Saya dan keluarga datang ke sini setelah Maghrib. Cuma kami merasa heran. Tidak ada pelayan satu pun di counter atau di dapur. Hanya ada pengunjung yang menikmati makanan mereka.

" Beberapa pengunjung yang baru datang juga sama bingungnya dengan kami. Restoran ini memang memiliki konsep swalayan, tapi bagaimana cara memesannya?" katanya.

3 dari 5 halaman

Ternyata Seluruh Karyawan Sedang...

Namun ketika meninjau di bagian belakang restoran untuk mencari karyawan dan pelayan, lelaki ini dan keluarga melihat sesuatu yang sungguh tak disangka.

" Saat kami masuk ke ruang belakang terlihat sekumpulan karyawan dan pelayan restoran ini sedang sholat berjamaah.

" Semuanya sholat tanpa ada seorang pun yang ada di bagian depan. Bacaan yang menjadi imam pun enak didengar," katanya.

4 dari 5 halaman

Langsung Merasa Malu dan Segan

Seketika dia dan keluarganya merasa segan dan malu saat melihat 'pemandangan indah' yang tak diduga tersebut.

" Ya malu sebab kami yang belajar agama belum tentu betul-betul mengamalkan apa yang kita tahu. Tahu saja tak cukup. Paham saja tak cukup. Penghayatan dan amalan itu yang utama.

" Kita sering bicara bahwa rezeki dan kebaikan hanya dari Allah. Tapi praktiknya, kita terkadang ragu dan berburuk sangka dengan Allah. Sedangkan janji Allah itu mutlak pasti dan mesti.

5 dari 5 halaman

Merasa Mendapat Pelajaran Hidup Berharga

" Kunci rezeki bukan terletak kepada kesungguhan dan kerja keras, tetapi keyakinan dan ketaatan kepada pemberi rezeki itu sendiri," ujarnya.

Mohdhazimin pun mengucapkan terima kasih kepada pemilik restoran karena telah memberi pelajaran yang baik kepadanya dan pengunjung lainnya.

" Semoga pemilik restoran ini memperoleh limpahan rezeki dan kebaikan dalam urusan bisnisnya," pungkas Mohdhazimin.

Sumber: mStar.com.my

Join Dream.co.id