Penghulu Terbaik Itu Meninggal Usai Salat Isya, Innalillahi...

Your Story | Selasa, 24 Mei 2016 07:02
Penghulu Terbaik Itu Meninggal Usai Salat Isya, Innalillahi...

Reporter : Sandy Mahaputra

Setelah menunaikan ibadah salat isya berjamaah, si penghulu kemudian berdoa. Tiba-tiba tubuhnya roboh.

Dream - Asisten Pejabat Urusan Islam Wilayah Kluang, Johor, Malaysia meninggal dunia ketika sedang berdoa usai menunaikan salat Isya pada malam Nisfu Sya'ban, di Masjid Jamek Bandar Kluang, Sabtu malam waktu setempat.

Dalam kejadian kira-kira jam 9 malam itu, Bongkari Marimon (47), tiba-tiba roboh ketika sedang berdoa.

Anak bungsu almarhum, Saidatul Humairah (15), mengatakan anggota keluarganya baru diberitahu kejadian itu 30 menit kemudian.

Saidatul hanya diberitahu ayahnya roboh setelah menunaikan salat Isya bersama ibu Ramlah Abdul Razak (46), abang Mohd Zaki (19), dan kakak Siti Maisarah (17).

" Ketika tiba di masjid, kami tak sempat bertemu dengan Abah, karena Abah sudah meninggal. Semua terjadi begitu cepat. Kami sekeluarga juga masih dalam keadaan syok karena sebelum pergi ke masjid abah seperti biasa, tidak ada yang aneh, hanya demam sedikit."

" Abah juga tidak punya penyakit, tapi tak sangka Abah pergi dengan cepat. Abah roboh setelah itu langsung meninggal," kata Saidatul.

Jenazah almarhum Bongkari disalatkan di masjid tersebut dan dimakamkan di Pemakaman Islam Haji Manan Kluang, jam 11 pagi waktu setempat.

Penghulu Terbaik

Almarhum Bongkari dikenal sebagai penceramah dan penghulu terbaik di setiap pernikahan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kluang. Ini karena almarhum kerap menyisipkan cerita lucu sehingga hadirin tidak bosan.

Pegawai Tadbir Agama Wilayah Kluang, Mohd Khalil Md Noor, menggambarkan almarhum sebagai seorang yang ramah.

Dia mengatakan, almarhum dikenal masyarakat di daerah ini karena banyak terlibat dalam upacara keagamaan, menjadi imam, penghulu, memberi tausiah Maghrib di masjid dan surau serta khutbah.

" Meninggalnya almarhum sebagai satu kehilangan besar di Kantor Agama Wilayah Kluang. Seorang pejabat, yang selalu salat berjamaah lima waktu walau di mana beliau berada, yang tak pernah absen salat duha serta solat sunat sebelum dan sesudah salat wajib," kata Mohd Khalil.

" Almarhum Bongkari tidak hanya dekat dengan masyarakat, tapi erat dengan Allah SWT. Karena itu Allah SWT memberinya jalan kematian pada hari yang mulia, terlebih sewaktu sedang salat," tambahnya.

(Ism, Sumber: mynewshub.cc)

2 dari 4 halaman

Video Detik-detik Ustazah Wafat Saat Baca Yasin, Innalillahi..

Dream - Innalillahi wa innailaihi raji'uun. Seorang pemimpin pengajian bernama Halimah Ramli wafat saat memimpin pembacaan Surat Yasin di sebuah Masjid Al Muttaqin, Changlung, Jitra, Malaysia, Sabtu pekan lalu. Ustazah 58 tahun itu tiba-tiba roboh saat memimpin pembacaan Yasin di atas podium.

Dikutip Dream dari laman Sinar Harian, Kamis 12 Mei 2016, perempuan yang karib disapa dengan nama Kak Lim ini tiba-tiba roboh saat membaca separuh dari Surat Yasin. Detik-detik robohnya Kak Lim direkam oleh salah satu jemaah.

Video berdurasi 2 menit 51 detik itu diunggah ke laman media Sosial Facebook. Dengan cepat tersebar dan menuai simpati. Banyak pengguna media sosial yang mendoakan almarhumah Kak Lim.

Suami Kak Lim, Ismail Long (66), sangat bersedih dengan kepergian istrinya itu. " Dia bukan guru, bukan ustazah, cuma dia membantu masyarakat setempat mengenal huruf dan baca Alquran," kata Ismail.

" Dia mengajar secara sukarela, tak mengharapkan bayaran apa-apa. Dia bekerja dengan ikhlas."

Ismail mengatakan, Lim merupakan istri yang baik, sentiasa taat pada perintah Allah dan memperjuangkan Islam.

" Sebelum ini, dia tak menunjukkan perubahan sikap. Cuma sehari sebelum dia meninggal, dia saat hadir satu majlis di masjid, tapi dia pakai serba putih dari kerudung sampai ke kaos kaki, semua putih."

Saat itu, Ismail bertanya kenapa memakai busana serba putih? " Dia jawab saja akan buat perubahan. Itu saja. Setelah itu dia tak berkata apa-apa lagi dengan saya, sampai dia menghembuskan nafas terakhir pada keesokan harinya," tutur Ismail. 

 

 

(Ism) 

3 dari 4 halaman

Kecelakaan, Pria Tewas Bersujud Menghadap Kiblat

Dream - Ini kisah lelaki yak tak pernah melewatkan salat. Pria itu meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dan mayatnya ditemukan dalam keadaan bersujud menghadap kiblat.

Arifin Che Long. Demikian nama pria 74 tahun itu. Pada hari Minggu kemarin, warga Gua Musang, Kelantan, Malaysia, ini ditemukan tewas, tubuhnya penuh luka. Beberapa meter dari jasad itu, ditemukan motor Arifin.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat. Kala itu, Arifin menunggang motor sendirian dari kebun, hendak pulang ke rumah yang beralamat di Chiku Satu.

Namun sayang, saat sampai di Kilometer 30, Jalan Gua Musang-Kuala Krai, dia ditabrak dari belakang. Tubuh dan motornya terpelanting hingga jatuh ke semak-semak.

Dikutip Dream dari laman Harian Metro, Senin 1 Februari 2016, sesaat setelah kecelakaan, Arifin masih bisa bergerak. Dia merangkak, keluar dari semak-semaak menuju ke bahu jalan.

Beberapa menit kemudian, Arifin tewas. Jasadnya ditemukan bersujud, menghadap ke arah kiblat. " Mungkin almarhum ingat belum salat Zuhur atau mungkin dia merasakan kesakitan di kepalanya," ujar istri Arifin, Che Zahrah Awang Kecil.

Menurut Che Zahrah, suaminya sering pergi ke kebun mereka di Jalan FELDA Perasu. Jaraknya tiga kilometer dari rumah mereka. " Setidakya tiga kali dalam seminggu, suami ke kebun melihat tanaman dan pulang ke rumah sebelum jam satu tengah hari untuk salat Zuhur di surau dekat rumah."

" Itu rutin setiap hari dilakukan sejak dulu dan kami sekeluarga turut serta salat berjamaan di surau. Kadang jika imam tidak ada, suami saya yang menggantikan jadi imam," tutur Che Zahrah.

Dan seperti hari yang sudah-sudah, siang kemarin Arifin pulang dari kebun. Dia melaju dengan motor menuju rumah. Untuk menunaikan salat Zuhur.

" Maklum jika almahum ditemukan dalam keadaan sujud, saya anggap dia teringat dia perlu solat Zuhur," tambah Che Zahrah.

4 dari 4 halaman

Kronologi Wafatnya Dosen UIN Saat Mengajar

Dream - Berita duka datang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya. Salah satu dosen, Kiai Muhammad Dahlan Bisri, wafat saat mengajar di dalam kelas.

Dikutip Dream dari laman nu.or.id, kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang Jawa Timur, ini wafat dalam keadaan duduk. Saat hendak membuka materi kuliah, Kamis 3 Maret 2016.

Menurut Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UINSA, Sahid Mantri, Kiai Dahlan mengajar mata kuliah Metodologi Kajian Teks Arab. Kiai Dahlan wafat saat akan mengajar di kelas Jurusan Hukum Keluarga. " Beliau masuk kelas sekitar pukul 09.30 WIB," tutur Sahid.

Begitu masuk kelas, kata dia, Kiai Dahlan duduk di kursi depan. Dia menyapa mahasiswanya, lalu mengucapkan salam. Kiai Dahlan lalu membaca basmalah untuk membuka materi mata kuliah yang akan disampaikan.

" Setelah baca basmalah, kepala beliau tertunduk dalam kondisi duduk seperti tertidur," tambah Sahid.

Antara percaya dan tidak, sejumlah mahasiswa terlihat gelisah ketika dosennya tidak melanjutkan mata kuliah. Karena itu, sebagian mahasiswa memberitahukan kejadian ini ke dosen lain.

" Dosen kemudian membawa almarhum ke ruang dosen dan sempat diperiksa. Ternyata sudah meninggal dunia. Sekarang almarhum sudah berada di rumah duka di Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang," ucap Sahid. 

(Ism) 

Join Dream.co.id