Pengantin Wanita Lakukan Pemotretan Sendirian, Kisah di Baliknya Bikin Nyesek

Your Story | Minggu, 6 Desember 2020 13:00

Reporter : Sugiono

Sasha terpaksa melakukan pemotretan sendirian sehari setelah tanggal pernikahannya.

Dream - Wanita mana yang tidak sakit hatinya jika tanpa alasan jelas ditinggal pergi secara tiba-tiba oleh pria yang hendak menikahinya.

Itulah yang dirasakan wanita Singapura yang hanya ingin dikenal sebagai Sasha berikut ini. Dia memutuskan untuk tetap melakukan pemotretan pernikahan sendirian.

Melalui wawancara dengan reporter Mothership, Sasha mengisahkan cerita sedih di balik pembatalan pernikahan sepihak oleh mantan tunangannya.

Pengantin Wanita Lakukan Pemotretan Sendirian, Kisah di Baliknya Bikin Nyesek
Sasha Terpaksa Melakukan Pemotretan Sendirian Sehari Setelah Tanggal Pernikahan. (Foto: Muzmatch)
2 dari 7 halaman

Dibatalkan Tiga Minggu Sebelum Hari Bahagia

Menurut Sasha, dia dan mantan tunangan seharusnya menikah pada 24 Oktober 2020. Tapi tiga minggu sebelum hari bahagia itu, mantan tunangan menemuinya.

Dalam pertemuan yang singkat itu, mantan tunangan Sasha meminta agar pernikahan mereka dibatalkan saja.

" Aku terkejut. Pertemuan itu sangat singkat. Aku bahkan tidak sempat menanyakan alasannya," kenang Sasha.

Sebagai orang yang sudah mantap untuk menikah, pembatalan itu membuat Sasha sangat shock.

3 dari 7 halaman

Tidak Bisa Menghubungi, Nomornya Diblokir

Selain karena sudah mempersiapkan dan mengorbankan segalanya, pembatalan pernikahan itu terjadi secara tiba-tiba.

Sasha tidak bisa berbuat apa-apa. Dia pasrah ketika tidak bisa lagi menghubungi mantan tunangan dan keluarganya.

" Aku tidak pernah bertemu dia sejak hari dia membatalkannya, dan aku tidak dapat menghubungi dia atau keluarganya sejak saat itu," kata Sasha.

© Dream
4 dari 7 halaman

Sudah Siap Jadi Ibu Sambung

Sasha benar-benar sedih karena sudah merasa dekat dengan keluarga mantan tunangannya yang seorang duda, terutama kedua anaknya.

" Aku bahkan sudah siap jika harus memulai kehidupan rumah tangga sebagai ibu tiri.

" Aku merasa seperti telah kehilangan kehidupan yang aku pikir bisa aku bangun," katanya.

5 dari 7 halaman

Awal Bertemu dengan Mantan Tunangan

Ketika ditanya awal bertemu mantan tunangan, Sasha mengaku di Muzmatch, sebuah aplikasi perjodohan yang dibuat khusus bagi Muslim untuk mencari pasangan.

" Kami bertemu melalui aplikasi itu bulan Juli, dan kami sempat kopi darat.

" Namun saat kopi darat ketiga kalinya, dia melamarku. Waktu itu aku akan pulang ke Selandia Baru," kata Sasha.

Keluarga Sasha dan mantan tunangannya kemudian saling bertemu untuk membicarakan pernikahan pasangan itu.

Padahal, sebelum itu Sasha sudah menjalin hubungan asmara jarak jauh dengan pria lain.

" Tapi meskipun kami pacaran lama, aku tidak merasakan bahagia. Sementara dengan dia, aku merasa cocok," katanya.

© Dream
6 dari 7 halaman

Percaya, Karena Paham Pentingnya Pernikahan

Sasha percaya mantan tunangannya itu memahami pentingnya pernikahan sebagai sebuah institusi dan sebagai sebuah komitmen, karena sudah pernah menikah sebelumnya.

Mantan tunangannya bahkan meyakinkan Sasha untuk tetap tinggal bersama dia di Singapura.

Diketahui orangtua Sasha tinggal di Selandia Baru. Sedangkan Sasha menetap di Singapura baru empat tahun terakhir ini.

Namun takdir mengatakan lain. Mantan tunangannya membatalkan pernikahan tersebut secara sepihak tanpa alasan jelas.

7 dari 7 halaman

Ingin Menginspirasi Wanita yang Bernasib Sama

Meski merasa kaget dan sedih, Sasha memutuskan tetap melanjutkan pemotretan sendirian, sehari setelah tanggal pernikahannya.

Sasha mengaku terinspirasi dari para wanita yang melakukan hal serupa. Meski membuatnya emosional, Sasha hanya ingin menginspirasi wanita lain.

" Terkadang, cerita sukses tidak berakhir dengan 'couple goals'. Kadang itu tentang melewati sakit hati dan mengetahui apa yang kamu ingin lakukan dan belajar dari itu," pungkasnya.

© Dream
Join Dream.co.id