Masya Allah.. Santri Daqu Asal Gaza Ini Sandang Gelar Magister

Your Story | Selasa, 4 Desember 2018 17:01
Masya Allah.. Santri Daqu Asal Gaza Ini Sandang Gelar Magister

Reporter : Ahmad Baiquni

Qoddura telah menyelesaikan pendidikan S2 dan lulus dari Universiti Teknologi Malaysia.

Dream - Kebahagiaan tengah dirasakan Mohammed ZM Qoddura, 28 tahun. Pemuda asal Gaza, Palestina, ini pun bersyukur mimpinya menempuh pendidikan tinggi bisa terwujud.

Qoddura meraih gelar Magister dari Universiti Teknologi Malaysia. Dia juga merupakan salah satu santri Graha Tahfiz Daarul Qur'an Gaza.

Pemuda ini tidak pernah bisa membayangkan mimpinya bakal terwujud. Hidup di negeri terjajah sempat membuatnya mengurungkan niat untuk menempuh pendidikan tinggi.

" Saya adalah salah satu dari ribuan anak muda Palestina yang beruntung sebab banyak sekali dari mereka yang ingin kuliah namun sulit tercapai karena keterbatasan di tengah penjajahan," ujar Qoddura, melalui keterangan tertulis diterima Dream dari PPPA Daarul Quran, Selasa 4 Desember 2018.

 Santri Daqu Gaza© istimewa

Qoddura meraih beasiswa dari Daqu usai datang ke Indonesia untuk menghadiri Wisuda Tahfiz 8. Dalam wisuda para tahfiz tersebut, Qoddura bertemu dan menyampaikan harapannya kepada KH Yusuf Mansur, pengasuh Daqu dan KH Ahmad Jameel.

" Terima kasih PPPA Daarul Quran karena telah mengulurkan tangan, menjadi bagian terpenting dan pendukung utama saya menghadapi tantangan besar dalam hidup," kata dia.

" Penghargaan bukan hanya dari saya, tapi juga seluruh masyarakat Palestina dan semoga Allah SWT selalu memberikan keberkahan," ucap Qoddura.

Selanjutnya, Qoddura mendoakan Daqu tumbuh besar menjadi lembaga yang mentradisikan Alquran dan menyebarkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada umat Islam di seluruh dunia.

 Santri Daqu Gaza© istimewa

Dia juga bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar Daqu. Juga dapat bersentuhan langsung dengan para Ahlul Quran.

" Institusi seperti PPPA Daarul Quran layak untuk berada di puncak peradaban Islam dan Quran," ucap dia.

Qoddura mengaku masih punya mimpi melanjutkan pendidikan ke jenjang Doktoral. Dia ingin menuntut ilmu yang jauh lebih luas.

" Insya Allah saya akan membagikan apapun yang telah saya pelajari kepada masyarakat Palestina dan umat Islam di seluruh dunia," kata dia.

Direktur Eksekutif Daarul Quran, Tarmizi As Shiddiq, menjelaskan beasiswa Daqu tidak hanya diberikan kepada para pemuda Gaza. Menurut dia, para tahfiz Quran di Indonesia juga berkesempatan meraih beasiswa ini dan berkuliah di kampus-kampus terbaik baik dalam maupun luar negeri.

" Mereka semua didanai dari amanah sedekah masyarakat di PPPA Daarul Quran, unit usaha Pesantren Tahfiz Daarul Quran dan donasi pengguna PayTren. Insya Allah ke depan akan banyak lahir para sarjana, magister, serta doktor yang hafiz Quran," ucap Tarmizi.

Terkait
Join Dream.co.id