Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Serta Keutamaan Didalamnya

Your Story | Selasa, 11 Mei 2021 05:00
Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Serta Keutamaan Didalamnya

Reporter : Ulyaeni Maulida

Zakat fitrah berarti menyucikan harta, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain.

Dream – Menjelang hari raya Idul Fitri persiapan penting yang tak boleh dilupakan adalah membayar zakat fitrah. Amalan ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu dan masuk salah satu Rukun Islam.

Zakat fitrah adalah zakat wajib yang harus dikeluarkan sekali setahun yaitu saat bulan ramadhan menjelang idul fitri. Zakat fitrah berarti menyucikan harta, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain.

Besar zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah beras seberat 2,5 Kg atau makanan pokok setempat seperti jagung, gandum atau makanan lainnya.

Sementara untuk waktunya, zakat fitrah harus dilakukan pada awal atau pertengahan bulan Ramadan, hingga akhir Ramadan, tepatnya sebelum sholat Idul Fitri.

2 dari 6 halaman

Perintah Membayar Zakat Fitrah

 Ilustrasi
© Pexels.com

Perintah zakat fitrah disampaikan dalam hadis Nabi yang berbunyi:

Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah, sebagai pembersih bari orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia dan ucapan jorok serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum shalat id maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah shalat id maka hanya menjadi sedekah biasa. (HR. Abu Daud, Ad Daruquthni dan dishahihkan Al Albani)

Dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma, beliau berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, kepada setiap budak atau orang merdeka, laki-laki atau wanita, anak maupun dewasa, dari kalangan kaum muslimin. Beliau memerintahkan untuk ditunaikan sebelum masyarakat berangkat shalat id. (HR. Bukhari).

3 dari 6 halaman

Bacaan Niat Zakat Fitrah

 

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri:

Nawaitu An Ukhrija Zakaata Al-fitri ‘an Nafsi Fardhan Lillahi Ta’ala.

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat untuk Istri dan Anak

Nawaytu An Ukhrija Zakaata Al-fitri ‘An Zaujati Fardhan Lillahi Ta’ala.

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga

Nawaitu An Ukhrija Zakaata Al-fitri Anni Wa An Jami’i Ma Yalzimuniy Nafaqatuhum Syar’an Fardhan Lillahi Ta’ala

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.” 

Niat Zakat Fitrah untuk Orang Lain yang diwakilkan

Nawaitu An Ukhrija Zakaata Al-Fitri ‘an (……) Fardhan Lillahi Ta’ala.

Artinya: “ Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk ... (sebutkan nama spesifik), fardhu  karena Allah Taala.” 

4 dari 6 halaman

Ketentuan Membayar Zakat Fitrah

 Ilustrasi
© Pexels.com

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘alaih (Imam Bukhori dan Imam Muslim), disebutkan bahwa:

“ Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan untuk zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, baik itu kepada budak, orang merdeka, orang laki-laki, orang perempuan, anak kecil serta orang dewasa yang dari kalangan muslim. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan zakat tersebut untuk ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk mengerjakan sholat idul fitri”.

Sedangkan untuk besarnya zakat fitrah seperti yang telah disebutkan pada hadits di atas adalah 1 sha’ kurma atau gandum. Bila dikonversikan ke dalam kilogram berarti 2,5 kg dan bila dikonversikan dalam satuan liter berarti 3,5 liter. Takaran ini tidak boleh kurang, namun bila lebih diperbolehkan.

Dengan ketentuan zakat fitrah yang disesuaikan dengan makanan pokok di tempat yang bersangkutan. Karena di Indonesia digunakan Nasi atau beras, jadi kamu harus membayarkan beras sebagai zakat fitrah sebanyak 2,5 kg.

 

5 dari 6 halaman

Orang yang Berhak Menerima Zakat

 

Terdapat delapan golongan orang yang berhak menerima zakat, yaitu sebagai berikut:

Fuqara'

Diterjemahkan sebagai' miskin 'atau' miskin ', orang - orang ini memiliki sejumlah uang, tetapi tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Al-Masaakiin

Diterjemahkan sebagai 'orang miskin', mereka adalah orang-orang yang sangat miskin yang tidak memiliki kekayaan sama sekali, dan perlu meminta makanan, pakaian, dan tempat tinggal bagi orang lain. 

'Amil Zakat

Ini adalah orang-orang yang ditunjuk oleh Kepala Negara Islam atau Pemerintah untuk mengumpulkan Zakat. Otoritas memberi mereka bayaran untuk pekerjaan mereka, yang meliputi pengumpulan, pencatatan, penjagaan, pembagian, dan distribusi zakat.

Mu'allaf

Ini adalah orang-orang yang baru saja menjadi Muslim, atau mereka yang keadaannya begitu putus asa mereka takut beralih ke kejahatan jika mereka tidak membantu.

Ar-Riqaab

Ini adalah budak yang tuannya telah setuju untuk membebaskan mereka dengan pembayaran dalam jumlah tetap. Zakat dapat digunakan untuk membeli kebebasan mereka.

Ibnus-Sabiil

Diterjemahkan sebagai 'musafir', ini adalah para pelancong yang terdampar di tanah asing yang membutuhkan uang. Orang-orang ini dapat menerima Zakat jika tujuan untuk bepergian adalah sah.

Al Ghaarimiin

Ini adalah para pengutang, orang-orang yang terbebani oleh hutang karena kebutuhan pribadi atau kebutuhan sosial. Orang-orang ini diberikan Zakat jika mereka tidak memiliki cukup uang di luar kebutuhan dasar mereka untuk membayar hutang. Bantuan juga diberikan kepada mereka yang mungkin telah mendapatkan hutang sebagai akibat dari kewajiban sosial seperti mendukung anak yatim atau merenovasi sekolah. Adalah bersyarat bahwa hutang tidak diciptakan untuk tujuan yang tidak Islami atau berdosa.

Fi Sabiilillah

Ini adalah orang-orang yang jauh dari rumah karena di jalan Allah. Mereka yang Jihad, mereka yang mencari ilmu atau terdampar dalam haji, dapat dibantu dengan Zakat saat membutuhkan.

6 dari 6 halaman

Keutamaan Mengeluarkan Zakat Fitrah

 Ilustrasi Berdoa
© Foto : Shutterstock

Memurnikan Harta dan Mengangkat Keimanan

Zakat secara bahasa berarti suci atau bersih. Mengeluarkan zakat bermakna menyucikan harta kekayaan. Makna menyucikan harta adalah membersihkan diri dari segala sifat kikir yang berasal dari dalam hati.

Didalam harta kekayaan, terdapat hak-hak orang miskin yang harus dipenuhi melalui pembayaran zakat. Dengan berzakat, harta kekayaan telah dimurnikan kembali. Sehingga dapat menjadi berkah dalam kehidupan.

Selain itu, dengan membayar zakat juga dapat mengangkat derajat keimanan. Karena telah mematuhi perintah Allah SWT sekaligus membantu sesama

Meningkatkan Kedekatan dengan Allah SWT

Dapat membayar zakat fitrah adalah sebuah rahmat dan berkah dari Allah SWT. Mengeluarkan zakat tidak akan membuat rugi apapun. Semakin banyak memberi, maka akan semakin banyak pula nikmat yang Allah berikan.

Membayar zakat fitrah juga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Dua malaikat turun setiap pagi. Yang satu berkata: ‘Ya Allah, berikan orang yang mengeluarkan sesuatu, sebagai ganti dari apa yang ia keluarkan. Dan yang lainnya berkata:‘ Ya Allah, berikan penghancuran kepada orang-orang yang kikir.” (Hadist Riwayat: Al-Bukhari)

Apapun yang kamu keluarkan sebagai amal, akan kembali kepadamu. Setiap kali kamu mengulurkan tangan kepada orang yang membutuhkan, kamu akan semakin dekat dengan Allah SWT.

Membantu Orang Lain dan Menenangkan Hati

Ketika membayar zakat, hati akan kembali melunak. Membayar zakat fitrah justru akan menenangkan hati. Selain itu, dengan membayar zakat menjadi kesempatan emas untuk dapat membantu sesama.

Bagi umat Islam yang dapat memenuhi kewajibannya ini, akan mendapatkan kehormatan besar dan terhitung sebagai perbuatan mulia. Karena membayar zakat akan sangat membantu mereka yang membutuhkan.

 

(Dilansir dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id