Mudik Jalan Kaki Lebih dari 100 Km, Wanita Ini Melahirkan di Jalan

Your Story | Selasa, 26 Mei 2020 18:48
Mudik Jalan Kaki Lebih dari 100 Km, Wanita Ini Melahirkan di Jalan

Reporter : Sugiono

Suami kehilangan pekerjaan akibat lockdown, tak ada ongkos untuk pulang.

Dream - Jutaan pekerja migran di India berusaha keras agar bisa pulang ke desa mereka setelah kehilangan pekerjaan di kota karena lockdown akibat pandemi Covid-19.

Bagi kebanyakan pekerja migran ini, rumah mereka berada ratusan atau bahkan ribuan kilometer jauhnya. Karena tak ada biaya, banyak yang memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki.

Sebagian berhasil sampai rumah dengan selamat. Namun sebagian lainnya tidak seberuntung itu. Mereka mungkin meninggal di jalan karena kelaparan, kelelahan, atau terlibat kecelakaan.

Pengalaman pilu juga dirasakan istri seorang pekerja migran yang sedang hamil bernama Bindia saat pulang mudik dari Punjab ke desa mereka di Bihar.

2 dari 5 halaman

Lahirkan Bayi Setelah Berjalan Lebih 100 Km

Bersama suaminya Jatin Ram, Bindia terpaksa pulang ke desa karena tidak ada lagi pekerjaan di kota setelah diberlakukan lockdown sejak awal Maret lalu.

Bindia dan Ram, yang berusia awal 20-an, berangkat dengan berjalan kaki dari Ludhiana di Punjab minggu lalu.

Setelah berjalan lebih dari 100 km, mereka tiba di Ambala, Haryana. Di sinilah, Bindia mengalami kejadian yang membuat dia dan suaminya merasa sedih. Saat di Ambala, Bindia melahirkan bayi perempuan yang lucu.

Tetapi sayang, bayi yang belum sempat diberi nama itu meninggal dunia tak lama setelah dilahirkan. Bayi itu adalah anak pertama mereka setelah menikah dua tahun silam.

3 dari 5 halaman

Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Corona

Bindia datang ke Ludhiana dari Bihar bersama Ram pada tahun lalu untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ram bekerja sebagai buruh di pabrik.

Namun pandemi virus corona memaksa pemerintah menerapkan lockdown, sebagian besar pekerja migran pun harus pulang ke kampung halaman mereka.

Beberapa pekerja migran berjalan kaki dan yang lain menyewa kendaraan untuk mencapai Ambala dan Yamunanagar untuk naik kereta khusus yang disediakan pemerintah.

4 dari 5 halaman

Pulang Jalan Kaki dalam Kondisi hamil

Ram mengatakan dia dan istrinya yang sedang hamil sembilan bulan memutuskan untuk berjalan kaki ke Ambala. Ram mengaku tidak bisa mendaftar untuk mendapat tiket kereta khusus.

Namun Bindia sangat lemah untuk berjalan kaki karena dia tidak mendapatkan nutrisi yang tepat yang dibutuhkan oleh wanita hamil.

" Kami tidak punya uang yang cukup membeli makanan sehat karena kami kehilangan pekerjaan akibat lockdown," ujar Ram.

5 dari 5 halaman

Dibantu Pulang ke Bihar

Ketika mereka mencapai Ambala setelah berjalan lebih dari 100km, Bindia mulai mengalami merasakan kontraksi. Polisi membantu Ram membawanya ke rumah sakit.

Di rumah sakit tersebut, Bindia melahirkan bayi perempuan. Tapi sayang, bayi tersebut tidak bisa bertahan hidup lebih lama.

Sebuah LSM di Ambala membantu Bindia dan Ram dengan menyediakan makanan. Selain itu, LSM itu juga akan membantu pasangan tersebut pulang ke Shramik di Bihar.

Sumber: India Times

Join Dream.co.id