Mengenal Pengertian Muhasabah Di Dalam Islam

Your Story | Senin, 10 Agustus 2020 17:12
Mengenal Pengertian Muhasabah Di Dalam Islam

Reporter : Ulyaeni Maulida

Manusia yang beruntung adalah manusia yang senantiasa memperbaiki diri.

Dream – Muhasabah diri sangat diperlukan untuk dapat mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan. Muhasabah dapat memberikan banyak manfaat dalam kehidupan.

Muhasabah secara etimologis berarti melakukan evaluasi terhadap diri sendiri dalam berbagai aspek kehidupan. Evaluasi tersebut dapat berkaitan dengan hubungan kepada Allah maupun berkaitan dengan hubungan antar sesama.

Dengan senantiasa melaksanakan muhasabah, seseorang tidak akan menyianyiakan waktu yang telah Allah berikan dalam kehidupannya. Ia akan mempergunakan umur yang telah diberikan untuk hal-hal yang bermanfaat demi mendapatkan ridha Allah SWT.

Selain itu, dalam kehidupan bermasyarakat seseorang senantiasa harus bermuhasabah. Untuk memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mendapatkan hidup yang tenang dan selalu memancarkan energi positif kepada sesama.

2 dari 6 halaman

Pengertian Muhasabah dalam Islam

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Arti dari muhasabah sendiri telah dijelaskan dalam Alquran yang berbunyi, “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr:18).

Dalam ayat tersebut yang perlu diperhatikan adalah muhasabah merupakan salah satu bentuk dari ketakawaan kepada Allah SWT. Sehingga muhasabah sangat dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “ Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.” (HR. Imam Turmudzi).

Manusia yang beruntung adalah manusia yang senantiasa memperbaiki diri dan selalu mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang kekal abadi kelak di akhirat.

3 dari 6 halaman

Manfaat Muhasabah dalam Kehidupan

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Mengetahui kekurangan dan aib sendiri

Dengan bermuhasabah, seseorang akan mengetahui kekurangan dirinya. Setelah mengetahui hal tersebut, ia akan mencoba memperbaiki kembali kehidupannya. Dan justru tidak mengeluh atas kekurangan tersebut.

Selain itu, muhasabah diri juga akan membuat seseorang mengatahui kesalahan ataupun aib yang telah diperbuat. Dan senantiasa berusaha memperbaikinya dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. 

4 dari 6 halaman

SebagaiBentuk Ketakwaan kepada Allah SWT

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Dengan muhasabah diri, seseorang akan lebih menyadari keimanannya. Dan semakin memahami bagaimana cara untuk beribadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Selain itu, dengan bermuhasabah akan menambah kedekatan kepada Allah. Dan semakin besar peluang untuk mendapatkan cinta dan keridhan Allah dalam kehidupan.

Karena itulah muhasabah sangat dianjurkan sebagai bentuk introspeksi kepada diri sendiri dan mengevaluasi apa-apa yang telah diperbuat.

5 dari 6 halaman

Meringankan Hisab Pada Hari Kiamat

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Shutterstock.com)

Umar bin Khattab pernah mengatakan, " Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, itu akan memudahkan hisab kalian kelak. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak.”

Muhasabah diri akan membuat seseorang selalu mengingat setiap kesalahan yang pernah diperbuat. Dan berusaha untuk memperbaikinya. Sehingga kelak diakhirat akan dapat membantu meringankan hisab diri.

Allah SWT berfirman, “ Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al-Haqqah: 18

Seorang mukmin selalu berusaha menghisab dirinya dan ia mengetahui bahwa ia akan berada di hadapan Allah kelak. Sedangkan orang munafik adalah orang yang lalai terhadap dirinya sendiri.

6 dari 6 halaman

Dihindarkan dari Sifat Sombong

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Shutterstock.com)

Orang yang sering bermuhasabah selain menyadari banyak kekurangan atas dirinya, orang tersebut juga tidak akan sombong. Sekalipun banyak amalan yang telah dikerjakan.

Seperti yang dikatakan oleh sahabat Nabi Muhammad bin Wasi, “ Andaikan dosa itu memiliki bau, tentu tidak ada dari seorang pun yang ingin duduk dekat-dekat denganku."

Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan berbuat salah. Sehingga tidak sepantasnya untuk berjalan diatas muka bumi dengan kesombongannya. Dan muhasabah diri menjadi pengingat untuk terus mengingat Allah dalam usaha memperbaiki diri.

Ia selalu memgunakan setiap waktu yang dimilikinya dengan baik. Dalam Tabyin Kadzbi Al-Muftari, Ibnu Asakir pernah menceritakan tentang Al-Faqih Salim bin Ayyub Ar-Razi bahwa ia terbiasa mengoreksi dirinya dalam setiap nafasnya. Ia tidak pernah membiarkan waktu tanpa faedah.

(Diambil dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id