Meniru Adab KH Hasyim Asy'ari Nikmati Makanan, Insya Allah Rezeki Bertambah

Your Story | Jumat, 29 Mei 2020 17:01
Meniru Adab KH Hasyim Asy'ari Nikmati Makanan, Insya Allah Rezeki Bertambah

Reporter : Arini Saadah

Memulai dengan makanan yang kurang enak dan mengakhirkan makanan yang enak, menurut Kiai Karim, itulah cara menikmati makanan.

Dream – Dikaruniakan rezeki yang banyak mungkin dambaan setiap orang. Rezeki baik berupa harta, makanan, atupun kesehatan akan membuat seseorang mendapatkan kebahagiaan dan kecukupan lahir maupun batin.

Rezeki bisa datang dari mana saja dan kapan saja tanpa bisa diperkirakan. Agama menyarankan supaya manusia memeroleh rezeki yang halal. Allah SWT telah menjamin setiap makhluknya akan selalu mendapatkan rezeki sesuai dengan kesanggupannya.

Nah jika Sahabat Dream menginginkan rezeki yang melimpah ada baiknya meneladani cara Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, menyantap dan menikmati setiap makanan apapun yang dihidangkan.

Tak selalu makanan mewah, ulama besar yang juga pendiri Nahdlatul Ulama ini selalu menikmati hidangan apapun di hadapannya. Melansir dari Tebuireng, yuk kita cek bagaimana sih cara makan KH. Hasyim Asy’ari supaya kita bisa memeroleh rezeki yang banyak?

2 dari 5 halaman

Mengakhirkan Makanan yang Enak

 Ilustrasi© Pixabay

Sosok Kiai Hasyim Asy’ari benar-benar mengajarkan keteladanan yang sangat penting untuk dicontoh. Hasyim Asy’ari tak pernah mengeluh sekalipun terhadap makanan apapun yang dihidangkan di meja makan.

Kiai yang memiliki nama samara Akarkhanaf ini selalu bersyukur menikmati makanan yang dihidangkan bersama keluarganya.

Cara makannya pun juga tak seperti orang biasanya. Ia selalu mengawali makan dengan cara menghabiskan lauk pauk yang biasa, dan mengakhirkan lauk pauk yang enak untuk dimakan menjelang akhir makan.

Mengapa KH Hasyim Asy’ari melakukan hal yang demikian? Jawabannya ada di bawah ini ya Sahabat.

3 dari 5 halaman

Filosofi Kehidupan dari Cara Makan KH Hasyim Asy’ari

 Ilustrasi© Pixabay

Memulai dengan makanan yang kurang enak dan mengakhirkan makanan yang enak, menurut Kiai Karim, itulah cara menikmati makanan. Ia selalu memakan makanan yang kurang enak terlebih dahulu, dan mengakhirkan makanan yang enak.

Hal ini ia artikan sebagai filosofi kehidupan, bahwa manusia harus merasakan hal-hal yang kurang enak atau bersusah-payah terlebih dahulu. Dan harus yakin bahwa manusia akhirnya akan merasakan sesuatu yang enak dan nikmat di kemudian hari.

Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pernah berpesan kepada putranya, bahwa di saat makan jika hendak menambah makanan, maka usahakan menyisakan sedikit makanan di piring, jangan sampai dihabiskan terlebih dahulu. Maksud dari menyisakan sedikit makanan sebelum menambah ini adalah supaya rezeki kita tidak habis.

Kemudian, kita bisa menambah nasi atau lauk pauk, agar mendapat rezeki dari Allah SWT., pada saat kita tidak mendapatkan kenikmatan yang diberikan lagi oelh Allah.

4 dari 5 halaman

Mencaci Makanan Menjauhkan Rezeki

 Ilustrasi© Shutterstock

Putra Kiai Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy’ari yang bernama KH. M. Yusuf Hasyim juga pernah berkata, bahwa kepribadian seseorang dapat dilihat ketika seseorang itu sedang makan.

Betapa membaca kepribadian seseorang tidak melulu dengan gaya berkomunikasinya an dari tulisannya saja. Akan tetapi juga bisa dilihat dari cara seseorang saat makan.

Sementara itu, Gus Dur yang merupakan cucu KH. M. Hasyim Asy’ari juga pernah berpesan dalam hal makan. Baginya semua makanan adalah enak dan nikmat. Ia tidak pernah menolak makanan apapun yang dihidangkan untuknya meskipun terkadang dokter melarangnya. Namun ia tak peduli karena hanya ingin menghormati makanan dan yang membuat makanan.

5 dari 5 halaman

Jaga Etika Makan Supaya Rezeki Terus Mengalir

 Ilustrasi© Shutterstock

Sama halnya pula dengan Gus Sholah, terlihat dari caranya menyantap makanan dengan lahap meskipun lauk pauknya hanya ala kadarnya. Gus Sholah juga sering memakan hidangan untuk para santrinya di pondok hanya untuk memastikan bahwa menu makanan buat para santrinya itu sehat dan bergizi.

Sahabat Dream bisa mengambil kesimpulan dari cara makan para ulama di atas, bahwa ketika makan sebaiknya kita memerhatikan etika makan. Kita dilarang untuk mencaci maki makanan yang dihidangkan di depan kita. Sebaliknya, kita harus bersyukur dengan makanan yang masih bisa kita makan untuk kelangsungan hidup.

Jadi, apapun makanannya, kita tidak boleh mengeluh, mencaci maki, atau bahkan menghina yang memasak. Karena itu bisa menjauhkan kita dari rezeki. Semoga dengan mengikuti cara makan para Kiai di atas, Allah SWT., melapangkan rezeki buat kita. Amin.

 

Join Dream.co.id