`House of Religion` dan Denyut Islam di Swiss

Your Story | Rabu, 12 Desember 2018 15:41
`House of Religion` dan Denyut Islam di Swiss

Reporter : Cynthia Amanda Male

Masjid itu terletak di sebuah gedung bernama 'House of Religion'.

Dream - Benua biru Eropa memang memiliki penduduk mayoritas non-Muslim. Karena itu, keberadaan masjid di sana bukanlah sesuatu yang mudah ditemukan, seperti di Swiss.

Jurnalis Dream Cynthia Amanda Male mendapatkan kesempatan 'sowan' ke salah satu mesjid di ibukota Swiss, Bern.

Hari pertama tiba di Swiss dalam acara 'Europe trip with Wardah Skin Innovation', Senin 10 Desember 2018 kemarin, rombongan melihat langsung dari dekat 'denyut' Islam di negeri paling bahagia di dunia itu. 

Masjid itu terletak di sebuah gedung bernama 'House of Religion'. Alamat persisnya, kawasan Europaplatz 1, Bern. Lokasinya tidak jauh dari stasiun kereta Bern Europaplatz, Bahnhof. Kalian bisa jalan kaki dari situ.

Seperti namanya, di sana tidak hanya ada masjid, tapi juga tersedia tempat ibadah untuk agama Budha, Hindu dan Kristen.

Bentuk bangunannya terlihat tidak seperti masjid kebanyakan. Tidak ada menara dan kubah. Dari luar, mungkin kita menyangka itu adalah gedung pameran dengan gaya aristektur modern.

Melihat ke dalam masjid, terdapat gambar mozaik kaligrafi di sekeliling dinding berkelir putih. Satu lampu kristal dengan bentuk sarang tawon menggantung di tengah-tengah ruangan masjid. Lantainya dilapisi karpet berbahan tebal.

Masjid ini memiliki mimbar dan ruang tempat imam, di mana di atasnya terdapat kubah kecil. Ruang iman itu diampit dua jam berukuran besar. Di dindingnya terdapat waktu petunjuk sholat.

Sementara di tempat wudhu, di setiap pancurannya tersedia tempat duduk untuk memudahkan setiap orang mengambil air wudhu. Terdapat juga rak besar di ruang penyimpanan sepatu dan sandal.

Meski ukurannya tidak besar. Masjid ini sangat nyaman. Membuat kita rileks dan khusuk dalam sholat. (ism) 

2 dari 3 halaman

Majelis Ta'lim Muslim Indonesia

 Masjid di Bern, Swiss

(Masjid di Bern, Swiss/Cynthia Amanda Male)

Dan ternyata tempat ini tidak bisa didatangi kapanpun seperti masjid pada umumnya. Kamu perlu memastikan masjid itu sedang bisa digunakan.

" Kalau mau pakai masjid, harus nunggu ustaz-nya dulu. Dia yang pegang kuncinya. Tapi, sebelumnya kita sudah sewa masjidnya juga," ujar Rini Konig, muslimah Indonesia yang tinggal di Swiss selama 30 tahun saat berbincang dengan Dream.

Masjid dua lantai itu kerap disewa muslim asal Indonesia untuk mengadakan majelis ta'lim. Baik untuk dewasa maupun remaja. Yang diajarkan pun ilmu dasar hingga pemahaman Islam mendalam.

" Karena kita tidak punya masjid sendiri, jadi kita masih menyewa," ujarnya berbagi kisah.

3 dari 3 halaman

Rencana Diperluas

 Masjid di Bern, Swiss

Masjid di Bern, Swiss (Foto: Cynthia Amanda Male/Dream)

Walaupun orang muslim Indonesia tidak punya masjid sendiri, tapi turis bisa sholat di masjid milik warga Lebanon, Jerman atau Turki.

" Biasanya, negara seperti Turki atau Jerman punya kesepakatan sendiri antara pemerintahnya untuk membangun masjid," kata Rina yang merupakan salah satu anak dari ketua Komunitas Muslim Indonesia di Swiss.

Atas inisiatif muslim dan muslimah Indonesia di Bern, mereka menggalang dana pembangunan perluasan masjid yang memakan biaya Rp43 miliar.

" Kita nggak bisa ajukan proposal untuk pembangunan masjid. Akan sulit diterima. Makanya, kita ajukan proposal untuk membangun sentro. Jadi, nanti akan ada TK dan kantinnya juga," imbuh Evi Hadiati, salah satu anggota komunitas muslim Indonesia di Bern. (ism)

Anak Millenial Wajib Tahu, Ini Tips Umroh Tenang Tanpa Utang
Join Dream.co.id