Mantan Pasien Covid-19: Ini Azab, Yang Belum Kena Semoga Dijauhkan

Your Story | Senin, 6 April 2020 08:01
Mantan Pasien Covid-19: Ini Azab, Yang Belum Kena Semoga Dijauhkan

Reporter : Sugiono

Siksanya itu nauzubillah. 10 hari tanpa nafsu makan. Bau nasi saja muntah.

Dream - Masih saja banyak orang yang melanggar perintah untuk tetap di rumah yang diamanatkan pemerintah, untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Mungkin jeritan seorang pria yang merupakan mantan pasien Covid-19 tentang rasa sakit yang dideritanya, karena terinfeksi virus bisa jadi pelajaran bagi mereka yang keras kepala.

Melalui klip audio percakapan dengan seorang wanita yang diyakini sebagai kerabatnya di media sosial, pria itu dikatakan telah dirawat di sebuah rumah sakit di Johor, Malaysia, dan sekarang telah sembuh dan diizinkan untuk kembali ke rumah.

2 dari 6 halaman

Siksanya Menderita Covid-19 Itu Nauzubillah

Haji Man (bukan nama sebenarnya) yang dirawat di rumah sakit selama 14 hari berbagi pengalamannya saat melawan virus corona.

" Siksanya itu nauzubillah. Sakit kepala, sakit perut, demam, tulang-tulang semua sakit. 10 hari tanpa nafsu makan. Bau nasi saja muntah.

" Di rumah sakit tidak boleh memasang kipas angin dan AC. Rasa panasnya sudah seperti neraka,” kata pria yang mengaku berasal dari Simpang Renggam di Kluang.

3 dari 6 halaman

Nangis Siang Malam Lihat Pasien Covid-19

Haji Man juga mengatakan, dia sering menangis ketika melihat kondisi pasien yang tinggal di bangsal yang sama akibat tertular virus corona.

" Saya menangis siang malam melihat pasien di bangsal. Tidak tega melihat mereka. Ada yang sangat parah.

" Seorang pasien di sebelah tempat tidur saya, istrinya meninggal tidak boleh dijenguk. Ada lagi anak berusia satu tahun yang terpisah dari ibunya," katanya, seraya menambahkan bahwa tidak seorang pun yang diizinkan untuk mengunjungi.

4 dari 6 halaman

Berdoa untuk yang Sakit dan yang Belum Kena

Bersimpati dengan nasib pasien Covid-19 yang lain, Haji Man berdoa agar Allah SWT menyembuhkan mereka yang menderita penyakit ini.

" Bahkan di malam hari saya tidak bisa tidur. Doakan yang kena, semoga Allah SWT menyembuhkannya. Sementara yang belum kena semoga Allah melindunginya.

" Setiap jam saya menangis, terlalu sakit.. terlalu pedih. Diumumkan di sana meninggal dunia, di sini juga," katanya tanpa merujuk lokasinya.

5 dari 6 halaman

Dokter dan Perawat Juga Tersiksa

Lebih memilukan lagi, Haji Man juga mengungkapkan isi doanya kepada Allah SWT terkait nasib yang menimpa dirinya.

" Saya mengadu kepada Allah SWT bahwa jika saya mati, amalan saya selama beberapa hari terakhir ini semoga diterima ... moga jadi bekal (amal) buat saya. Jika saya sehat, ini adalah obat saya (doa), tidak ada obat lain.

" Melihat dokter dan perawat yang merawat saya sangat memilukan. Mereka pun tersiksa, pakaian basah (oleh keringat) dari atas ke bawah karena panas," katanya.

6 dari 6 halaman

Seperti Azab, Semoga yang Belum Kena Dijauhkan

Menurut Haji Man, dia pernah menjalani operasi ginjal dan harus pergi ke rumah sakit spesialis selama dua tahun untuk perawatan.

" Tetapi azabnya tidak seperti ini. Pengalaman saya selama 14 hari di rumah sakit rasanya seperti 14 tahun.

" Harus memakai penutup mulut 24 jam. Ini memang seperti sebuah azab. Itu sebabnya saya memohon kepada Allah SWT, mereka yang belum kena semoga dijauhkan," katanya.

Sumber: MStar.com.my

Join Dream.co.id