Mansa Musa, Raja Muslim Afrika Terkaya Sepanjang Sejarah di Dunia

Your Story | Rabu, 28 April 2021 04:41

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Mansa Musa memiliki kekayaan yang tidak tertandingi hingga di era modern saat ini

Dream - Sering disebut sebagai orang terkaya di dunia, ternyata Jeff Bezos ataupun Elon Musk bukanlah dua sosok paling kaya dalam sejarah manusia. Gelar itu ternyata dipegang oleh seorang raja muslim di tepi barat Afrika bernama Mansa Musa.

Mansa Musa memiliki kekayaan yang tidak tertandingi hingga di era modern saat ini. Mansa sendiri merupakan sebuah gelar untuk merujuk seorang 'Sultan' ataupun 'Kaisar'.

Mansa Musa memiliki nama alias yakni Musa Keita I. Ia merupakan raja ke-19 dari kerajaan Mali, merupakan imperium yang menguasai sebagian kawasan penting di wilayah Afrika Barat.

Sang kaisar memimpiin kerajaan Mali pada abad ke-14. Selain terkenal dengan kekayaannya, ia juga disebut sebagai seorang pemimpin militer yang sukses lantaran bisa memperluas wilayah kekuasaan hingga 2.000 mil.

Mansa Musa, Raja Muslim Afrika Terkaya Sepanjang Sejarah di Dunia
Mansa Musa (Foto: Mirror)
2 dari 5 halaman

Sumber Kekayaan

Dilansir dari Bussiness Insider, Selasa 27 April 2021, Kerajaan Mali diketahui dulu sempat menguasai wilayah yang kini dikenal sebagai negara Mali, Mauritania, Senegal, Gambia, Guinea, Burkina Faso, Niger, Nigeria, and Chad.

Kala itu, wilayah tersebut memiliki cadangan emas yang melimpah dan menyumbang terhadap kekayaan Mansa Musa.

Saat kepemimpinan Mansa Musa, sebagian wilayah Eropa sedang berjuang dalam menghadapi penurunan produksi emas dan perak. Sementara banyak kerajaan di Afrika berkembang pesat dengan cadangan emasnya.

Dikutip BBC, menurut Museum Inggris, saat kepimpinan Mansa Musa, Kerajaan Mali menjadi penyumbang hampir setengah dari produksi emas dunia. Cadangan emas Kerajaan Mali pun saat itu dibawah kendali sang raja.

" Sebagai penguasa, Mansa Musa memiliki akses yang hampir tidak terbatas ke sumber kekayaan yang paling berharga di dunia abad pertengahan," kata Kathleen Bickford Berzock, seorang pengajar studi Afrika di Northwestern University.

" Pusat perdagangan utama seperti emas dan barang lainnya berada di wilayahnya. Dia juga mengumpulkan kekayaan dari perdagangan ini," tambahnya.

3 dari 5 halaman

Perkiraan Harta Kekayaan

Jacob Davidson, jurnalis majalah Time menyebut, nilai kekayaan Mansa Musa tidak bisa diprediksi. Menurutnya tidak ada cara untuk menghitung kekayaannya secara akurat, terlebih kisahnya sudah terjadi berabad-abad silam.

Meski begitu, sebuah situs analisis keuangan asal Amerika Serikat, Celebrity Net Worth pada tahun 2012 memperkirakan nilai kekayaan Mansa Musa mencapai USD 400 miliar setara Rp5.784 triliun.

 

 

4 dari 5 halaman

Terkenal Murah Hati

Dengan harta melimpah, ternyata Mansa Musa tidak pernah pelit atas kekayaannya. Ia sering memberikan hadiah kepada pejabat yang ia temui.

Saat singgah di Kairo dalam perjalanan hajinya ke Arab Saudi, dia menghabiskan begitu banyak emas untuk orang miskin disana menyebabkan infasi massal di wilayah yang ia singgahi. Tak hanya itu, ia merupakan raja yang berpengaruh terhadap perkembangan Islam di Afrika.

Dia membangun Kota Timbuktu yang menjadi peradaban Islam maju. Di sana terdapat banyak sekolah, masjid, universitas besar, termasuk masjid bersejarah di kota tersebut yakni Djinguereber Mosque.

Warisan dan kekayaan bertahan hingga hari ini. Terdapat mosoleum, perpustakaan dan masjid yang masih berdiri kokoh sebagai buktinya. Masa kepemimpinan Mansa Musa disebut sebagai 'Zaman keemasan sejarah Mali'.

 

 

 

5 dari 5 halaman

Perjalanan Haji Termahal

Meski tidak diketahui secara pasti kekayaan yang dimiliki Mansa Musa, ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia setelah 12 tahun masa kepemimpinannya.

Saat itu, ia berhasil menunaikan ibadah Haji dengan perjalanan jauh yakni dari Afrika menuju Mekkah, Arab Saudi. Diketahui ia harus menempuh jalan sejauh 4.000 mil tanpa bantuan transportasi semaju hari ini. Perjalanannya diketahui menggunakan karavan dengan biaya sangat mahal.

Karavan haji Mansa Musa dilaporkan berissi 60.000 orang yang mencakup 1.000 petugas, 100 unta dengan muatan emas, membawa musisi pribadi untuk hiburan di perjalanan, serta 500 budak yang membawa tongkat emas.

Seorang sejarawan kontemporer Ibn Khaldun, dalam salah satu wawancaranya dengan seseorang yang pernah ikut perjalanan haji sang raja mengungkapkan pengalamannya.

" Di setiap pemberhentian, dia akan menghibur kami dengan makanan unik dan camilan manis. Peralatan dan perabotannya dibawa oleh 12.000 wanita budak pribadi yang mengenakan gaun brokat dan sutra yaman," sebutnya.

Berkat perjalanan mahalnya ini, dia dimasukkan dalam Atlas Catalan 1375, salah satu peta dunia paling penting di Eropa pada Abad Pertengahan.

Cerita kekayaannya pun terdengar hingga Eropa terutama bagi penduduk di wilayah Mediterania. Hal ini membuat Portugis pada abad ke-15 sangat gencar menginvasi banyak negara dengan kekuatan kelautannya, kemudian menyerang Kerajaan Mali.

Pada akhirnya, sang kaisar membentuk pandangan Eropa tentang Kerajaan Mali sebagai 'tempat kemegahan, kekayaan, dan kecanggihan'.

Sumber: Business Insider

Join Dream.co.id