Makna di Balik Kewajiban Mandi Junub

Your Story | Rabu, 9 Oktober 2019 20:00
Makna di Balik Kewajiban Mandi Junub

Reporter : Ahmad Baiquni

Junub, kondisi saat seseorang sedang lemah karena kenikmatan.

Dream - Islam adalah agama yang mengajarkan kebersihan dan keindahan. Karena Allah sangat menyukai kebersihan.

Dalam kehidupan manusia dewasa, junub adalah keadaan yang kerap dialami. Ini merupakan aktivitas biologis berupa keluarnya cairan tubuh berkaitan dengan aktivitas seksual.

Tidak melulu dengan persenggamaan. Cairan tersebut dapat pula keluar lewat beragam cara baik disengaja maupun tidak.

Ketika keadaan junub, syariat Islam mewajibkan seorang Muslim untuk mandi. Jika tidak, dia terhalang untuk melakukan aktivitas ibadah.

Dikutip dari Bincang Syariah, syariat mandi wajib tidak muncul tanpa sebab. Ada maksud di balik syariat itu.

 

2 dari 6 halaman

Saat Junub, Seseorang Sedang Lalai

Syeikh Sulaiman Al Bujairimi dalam kitab Hasyiyah Al Bujairimi menjelaskan maksud tersebut. Sehingga, ada alasan mengapa seseorang wajib mandi ketika sedang junub.

" Seseorang yang keluar mani itu sedang dalam keadaan lalai mengingat Allah sebagaimana umum terjadi. Memang terkadang seseorang itu ingat bahwa ia berada dalam awasan Allah. Kelalaian lebih dominan menyelimuti tubuhnya, karena kenikmatan (keluar mani)."

Dalam istilah medis, keluarnya mani disebut dengan orgasme. Ketika sedang orgasme, seseorang mengalami kenikmatan yang melenakan.

Dalam kondisi itu, terdapat kecenderungan untuk lalai dalam mengingat Allah. Karena kelezatan nafsu dapat membuat lemah orang yang mengalaminya.

" Seperti diketahui bahwa kelezatan nafsu itu melemahkan segala tempat yang dilewatinya. Karena itu, Nabi (Rasulullah Muhammad SAW) memerintah kita untuk mandi (wajib) membasuh seluruh badan setelah keluar mani. Hal ini berguna untuk menyegarkan badah yang tadinya lesu dan lemah karena sangat terhalang jauh dari (makrifat) pada Allah. Setiap sesuatu yang menghalangi (makrifat) pada Allah itu dianggap sesuatu yang menjijikkan. Ini menurut ulama yang memiliki maqam tinggi di sisi Allah. Ini berbeda dengan orang-orang awam."

 

3 dari 6 halaman

Air Mani Tidak Najis

Tetapi, patut diperhatikan mani yang keluar dari tubuh bukanlah barang najis. Syeikh Al Bujairimi juga menyatakan para ulama memang berbeda pendapat mengenai apakah sperma itu barang najis atau bukan namun mereka sepakat ini tidak najis bagi orang awam.

" Pendapat Imam Abu Hanifah dan Malik (kenajisan mani) itu khusus untuk ulama dan orang saleh yang memiliki maqam yang tinggi. Sementara itu, pendapat Imam Syafii dan Ahmad (mengenai ketidaknajisan mani) itu khusus untuk kalangan Muslim awam. Karena itu, Nabi terkadang membasuh mani, dan terkadang juga mengeroknya. Ini untuk membuat kategori syariat bagi ulama besar dan orang awam. Pahamilah pendapat Imam Sya‘rani ini dalam kitab al-Mizan."

(sah, Sumber: Bincang Syariah)

4 dari 6 halaman

Kenali Tata Cara Tayamum, Beserta Pembatalnya

Dream – Sebagian besar dari kita tentu saja sudah tidak asing lagi dengan istilah tayamum. Mungkin dari kalian sudah pernah melakukan tayammum sebelumnya. Namun, tidak sedikit pula seorang muslim masih belum mengetahui secara pasti apa itu tayamum.

Tayamum secara bahasa dapat diartikan sebagai ‘Al Qosdu’ yang artinya yaitu maksud. Sedangkan, terdapat pengertian tayamum lainnya secara istilah dalam syari’at yang dilansir dari Muslim.or.id.

Tayamum yaitu sebuah peribadatan kepada Allah SWT, berupa mengusapkan wajah serta kedua tangan dengan menggunakan sho’id yang bersih.

Sho’id merupakan seluruh permukaan bumi yang mampu digunakan untuk bertayamum. Baik itu terdapat tanah di atasnya ataupun tidak.

Tentu saja, media ini telah ditentukan oleh Allah SWT sehingga tayamum yang kalian lakukan akan sah di mata-Nya.

Namun, terdapat beberapa tahapan yang harus kalian perhatikan terlebih dahulu sebelum bertayamum. Apa sajakah itu? Yuk langsung saja simak informasinya berikut ini:

5 dari 6 halaman

Dalil Tayamum

Tayamum telah disyari’atkan pada semua umat Islam saat berada di suatu kondisi tertentu. Bukan sembarang syari’at, hal ini berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah serta Ijma’ kaum muslimin. Dalil Al Qur’an yang menyatakan mengenai tayamum sebagai berikut 

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang ait atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” QS. Al Maidah [5] : 6.

Adapun dalil lainnya yang berasal dari As Sunnah yaitu sabda Rasulullah SAW dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman RA, 

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Dijadikan bagi kami (ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam) permukaan bumi sebagai thohur/ sesuatu yang digunakan untuk bersuci (tayammum) jika kami tidak menjumpai air.

6 dari 6 halaman

Media yang Bisa Digunakan

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya

Sekilas disebutkan dalam dalil tayamum, media yang bisa digunakan yaitu seluruh permukaan bumi yang bersih.

Mulai dari pasir, tanah berair, tanah lembab, tanah kering hingga bebatuan. Hal tersebut juga telah dijelaskan dalam hadits Nabi SAW dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman RA secara khusus berupa

 Kenali Tata Cara Tayammum, Beserta Pembatalnya


Dijadikan (permukaan) bumi seluruhnya bagiku (Nabi SAW) dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci”.

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id