Macam-Macam Najis Disertai Cara Membersihkan Najis Anjing dan Babi Sesuai Sunnah

Your Story | Jumat, 30 Agustus 2019 11:00
Macam-Macam Najis Disertai Cara Membersihkan Najis Anjing dan Babi Sesuai Sunnah

Reporter : Sugiono

Kali ini Dream secara khusus akan membahas tentang macam-macam benda najis disertai cara membersihkan najis anjing dan babi sesuai sunnah.

Dream - Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Karena itu, menjaga kebersihan dari najis adalah hal penting dan utama dalam Islam.

Sebagian Sahabat Dream mungkin masih bingung dengan najis. Apa itu najis? Sudah tahu macam-macam najis?

Kali ini Dream secara khusus akan membahas tentang macam-macam najis disertai cara membersihkan najis anjing dan babi sesuai sunnah.

Apa Itu Najis

Sebagai seorang Muslim, seharusnya mengenal hukum Islam tentang menjaga kebersihan dan kesucian. Salah satunya pengetahuan soal najis.

Najis yang dalam bahasa Arabnya disebut an-najasah adalah lawan dari kata suci atau thaharah. Untuk jenisnya, najis itu ada dua macam:

  1. Najis hakikiyyah atau 'ainiyyah

    Yaitu segala sesuatu yang kotor yang tidak bisa berubah jadi suci selamanya. Najis jenis ini akan menghalangi seorang Muslim untuk beribadah, seperti sholat, membaca Alquran, dan sebagainya. Contoh dari najis hakikiyyah adalah darah, air kencing, kotoran manusia atau hewan.

  2. Najis hukmiyyah atau ma'nawiyyah

    Yaitu segala sesuatu yang menghalangi seorang Muslim tidak bisa menjalankan ibadah karena dalam keadaan tidak suci. Contohnya hal yang membatalkan wudhu dan segala yang mewajibkannya untuk mandi besar. Najis hukmiyyah ini bisa berubah suci dengan wudhu atau mandi wajib.

Sesuatu yang dianggap najis bisa berbentuk hewan atau benda mati. Hewan yang dianggap najis adalah anjing dan babi. Sementara benda mati seperti darah, zat yang memabukkan, kencing dianggap najis.

Jadi najis adalah suatu perkara yang dianggap kotor oleh syara' yang membuat ibadah jadi tidak sah, seperti darah, air kencing, kotoran manusia atau hewan.

Namun benda kotor di sekitar kita belum tentu najis karena tidak semuanya mencegah keabsahan ibadah, seperti lumpur, sampah, tanah, dan sebagainya.

Setelah tahu tentang arti dan jenisnya, saatnya untuk membahas tentang macam-macam najis disertai cara membersihkan najis anjing dan babi sesuai sunnah.

2 dari 11 halaman

Macam-macam Benda Najis Menurut Tingkatannya

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tentu sering bersentuhan dengan macam-macam najis.

Jika macam-macam najis itu mengenai anggota tubuh atau pakaian, kita wajib membersihkan dan menyucikannya.

Cara membersihkan najis disesuaikan dengan kadarnya. Najis anjing dan babi termasuk najis berat.

Cara membersihkan najis anjing dan babi ini tentunya tidak sesederhana menyucikan bekas air kencing balita di bawah usia dua tahun.

Dalam Islam, macam-macam najis dibedakan dalam beberapa kelompok menurut tingkatannya. Berikut macam-macam najis menurut tingkatannya yang perlu Sahabat Dream ketahui.

Macam-macam Najis Menurut Tingkatannya

1. Najis Mukhaffaafah (Najis ringan)

Najis ringan ini biasanya berasal dari air seni seorang bayi laki-laki yang masih di bawah usia dua tahun, dan masih diberi makan berupa Air Susu Ibu (ASI).

2. Najis Mutawassithah (Najis sedang)

Najis sedang berasal dari kotoran hewan dan manusia seperti air kencing, bangkai (kecuali ikan dan belalang), dan air susu hewan yang diharamkan.

Najis Mutawassithah dibedakan menjadi dua, yaitu najis 'ainiyah yang jelas terlihat rupa, rasa atau tercium baunya. Kemudian ada najis hukmiyyah yang tidak dapat terlihat seperti bekas kencing atau minuman keras.

3. Najis Mughalladhah (Najis berat)

Najis ini berasal dari air liur anjing, babi, dan sebagainya. Untuk membersihkan diri atau benda dari najis anjing dan babi ini memerlukan langkah-langkah khusus agar bisa suci kembali.

Karena itu, cara membersihkan najis beragam, disesuaikan dengan tingkatannya sesuai sunnah.

3 dari 11 halaman

Macam-macam Benda Najis Disertai Cara Membersihkan Najis Anjing dan Babi Sesuai Sunnah

1. Cara membersihkan najis air kencing (manusia dan hewan)

Tentang cara membersihkan najis air kencing ini merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu 'anhu berikut ini.

Artinya: Dari Anas radhiyallahu 'anhu, " Seorang Arab Badui buang air di masjid, lalu segolongan orang menghampirinya. Rasulullah SAW lantas bersabda, ‘Biarkanlah ia, jangan kalian hentikan kencingnya’." Lalu Anas radhiyallahu 'anhu melanjutkan, " Tatkala ia sudah menyelesaikan kencingnya, Rasulullah SAW memerintahkan agar dibawakan seember air lalu diguyurkan di atasnya." (HR. Al Bukhari no. 6025 dan Muslim no. 284)

Sedangkan cara menyucikan pakaian yang terkena najis kencing bayi yang masih menyusu adalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW, " Air kencing bayi perempuan dicuci, sedangkan air kencing bayi diperciki." (HR. An Nasa’i I/158 dan Abu Dawud no. 372, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan an Nasa’i no. 293)

4 dari 11 halaman

2. Cara membersihkan najis anjing dan babi

Anjing dan babi termasuk najis berat yang wajib dibersihkan dan disucikan dari keduanya. Dalilnya adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Artinya: " Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Sucinya bejana salah seorang di antara kalian ketika anjing menjilat dalam bejana tersebut, hendaklah mencucinya sebanyak tujuh kali dan yang pertama dengan menggunakan tanah'." (HR. Muslim, no. 279).

Hadis ini menunjukkan najisnya anjing. Sementara najis babi dihukumi sama dengan anjing.

5 dari 11 halaman

3. Cara membersihkan najis kotoran manusia dan hewan

Kotoran manusia dan hewan juga najis karena lebih menjijikkan dibanding air kencing. Dalam madzhab Syafi’i, air kencing dan kotoran hewan dihukumi najis, baik untuk hewan yang halal dimakan dan yang haram dimakan.

Selain itu cara membersihkan najis kotoran manusia dan hewan terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Hudzaifah radhiyallahu 'anhu.

Artinya: " Rasulullah SAW bersabda, 'Jika salah seorang diantara kalian menginjak al adzaa dengan sandalnya, maka tanah adalah penyucinya'." (HR. Abu Dawud no. 381, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 834)

Al Adzaa adalah segala sesuatu yang terlihat menjijikkan, seperti najis, kotoran dan sebagainya (‘Aunul Ma’buud II/44).

6 dari 11 halaman

4. Cara membersihkan najis darah

Darah yang dimaksud di sini adalah segala jenis darah. Mulai dari darah nifas, darah haid, hingga darah hewan.

Dalil bahwa darah termasuk najis di antaranya adalah surat Al-An'am ayat 145 yang artinya, " Katakanlah: 'Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu rijsun (kotor)'."

Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari menyatakan bahwa yang dimaksud rijsun di sini adalah najis dan kotor. (Jami’ Al-Bayan, 8:93)

Hadis Bukhari dan Muslim juga memuat tentang najis darah haid ini yang diriwayatkan oleh Asma’ radhiyallahu anha.

Artinya: " Seorang perempuan datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamseraya berkata, ‘Pakaian salah seorang dari kami terkena darah haid, apa yang harus ia lakukan?’ Beliau menjawab, ‘Keriklah darah itu terlebih dahulu, kemudian bilaslah dengan air, kemudian cucilah ia. Setelah itu engkau boleh memakainya untuk shalat." (HR. Bukhari, no. 330 dan Muslim, no. 291)

Namun untuk hati dan limpa dikecualikan dari najis darah ini. Dalilnya dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma.

" Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa." (HR. Ibnu Majah, no. 3314. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

7 dari 11 halaman

5. Najis bangkai

Macam-macam benda najis berikutnya adalah bangkai. Yang dimaksud dengan bangkai adalah segala sesuatu yang mati tanpa disembelih secara syar’i. Yang disembelih untuk menyembah berhala. Yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.

Dasarnya adalah firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 3. Allah berfirman, " Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah."

Tidak hanya daging, rambut dan bulu bangkai juga najis. Susu di ambing kambing yang sudah jadi bangkai juga dihukumi najis.

Namun, bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir, seperti lalat, nyamuk, kutu, dan kumbang tidak najis. Ulat yang ada di dalam buah-buahan tidak menajiskan makanan tersebut.

Selain itu, kulit bangkai apa saja jika disamak juga tidak najis alias suci. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW.

" Kulit bangkai apa saja jika disamak, maka ia suci" (HR. Ibnu Majah, Ahmad dalam Al Fathur Rabbanino. 49, At Tirmidzi no. 1782, Ibnu Majah no. 3609 dan An Nasa’i VII/173, dari Ibnu Abbas ra., dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan Ibni Majah no. 2907).

8 dari 11 halaman

6. Najis zat yang memabukkan

Zat memabukkan termasuk macam-macam benda najis. Intinya, segala zat yang memabukkan (khamar) itu termasuk najis. Khamar ini bisa jadi berasal dari anggur, kurma, atau dibuat dari zat lain yang sifatnya memabukkan.

Dalilnya adalah surat Al-Maidah ayat 90 yang artinya, " Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah rijsun termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

Macam-macam benda juga dihukumi najis jika sifatnya memabukkan berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: " Segala sesuatu yang memabukkan itu khamar, dan segala sesuatu yang memabukkan itu haram. Siapa yang meminum khamar di dunia, lantas ia meninggal dunia dalam keadaan menjadi pecandu khamar dan tidak bertaubat, maka ia tidak akan meminum khamar (penuh kenikmatan) di akhirat." (HR. Muslim, no. 2003, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Khamar dianggap najis agar umat Islam menjauhkan diri darinya. Namun jika khamar berubah dengan sendirinya menjadi cuka, maka dianggap suci.

9 dari 11 halaman

7. Cara membersihkan najis madzi

Macam-macam benda najis berikutnya adalah madzi. Apa itu madzi? Madzi adalah cairan bening, encer dan lengket yang keluar ketika naiknya syahwat. Keluarnya madzi ini bisa dialami pria maupun wanita.

Dalilnya adalah hadis Rasulullah yang diriwayatkan Ali radhiyallahu 'anhu. Dia berkata, " Aku adalah laki–laki yang sering keluar madzi. Aku malu menanyakannya pada Nabi SAW karena kedudukan putri beliau. Lalu kusuruh al Miqdad bin al Aswad untuk menanyakannya. Beliau SAW bersabda, ‘Dia harus membasuh kemaluannya dan berwudhu’.” (HR Al Bukhari no. 132 dan Muslim no. 303)

10 dari 11 halaman

8. Cara membersihkan najis wadi

Wadi adalah cairan bening dan kental yang keluar setelah buang air. Dalilnyanya adalah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, ia berkata, " Mani, wadi dan madzi. Adapun mani maka wajib mandi. Sedangkan untuk wadi dan madzi beliau SAW bersabda, ‘Basulah dzakar atau kemaluanmu, dan wudhulah sebagaimana engkau berwudhu untuk shalat’.” (HR. Abu Dawud dan Al Baihaqi I/115, dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 190)

11 dari 11 halaman

9. Najis muntah dan air bisul

Muntah dan air yang keluar dari bisul dihukumi najis. Sifat najisnya sama dengan darah. Sehingga cara membersihkan najis muntah dan air bisul pun sama seperti darah haid.

Demikian tadi macam-macam najis disertai cara membersihkan najis anjing dan babi sesuai sunnah. Semoga bermanfaat.

Dirangkum dari berbagai sumber

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id