Kota Lockdown, Gadis Cilik Bonceng Ayah Sakit Sejauh 1.200 Km

Your Story | Sabtu, 23 Mei 2020 10:01
Kota Lockdown, Gadis Cilik Bonceng Ayah Sakit Sejauh 1.200 Km

Reporter : Sugiono

Dia mengayuh sepeda untuk ke kampung halaman karena ayahnya sudah tidak punya pekerjaan lagi di kota.

Dream - Situasi putus asa dapat membuat orang melakukan hal-hal yang tidak terbayangkan. Seperti anak perempuan India ini yang bersepeda hampir 1.200 kilometer.

Gadis bernama Jyoti itu bersepeda untuk ke kampung halaman, karena ayahnya sudah tidak punya pekerjaan lagi di kota.

Jyoti yang masih berusia 15 tahun bersepeda sambil membonceng ayahnya yang sakit dari Delhi ke Darbhanga di Bihar.

Tidak hanya perjalanannya sangat menantang secara fisik, jalan raya dan jalan-jalan kota tidak aman bagi seorang gadis remaja.

2 dari 6 halaman

Yang Ditakutkan Tertabrak Kendaraan Lain

Namun siswa Kelas Vll itu tak punya pilihan lain. Yang jadi kekhawatirannya adalah tertabrak kendaraan lainnya.

Masalahnya, dalam perjalanan sejauh 1.200 km itu sering terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa banyak orang.

Jyoti mengaku tidak merasa takut bahkan ketika bersepeda di malam hari. Itu karena dia melihat ratusan pekerja migran berjalan pulang kampung.

" Yang menjadi perhatian kami hanyalah kecelakaan di jalan, yang untungnya tidak kami hadapi," katanya.

3 dari 6 halaman

Becak Ditarik Majikan karena Lockdown

Dia bilang bahwa ayahnya adalah seorang penarik becak di Delhi. Tetapi ayahnya jadi pengangguran setelah Delhi di-lockdown.

Becak yang digunakan mencari rezeki pun ditarik oleh majikannya. Selain itu ayahnya juga sedang mengalami cedera kaki.

Jyoti dan ayahnya memulai perjalanan sepanjang 1.200 km pada 10 Mei dari Delhi dan sampai di Darbhanga pada 16 Mei.

4 dari 6 halaman

Membeli Sepeda untuk Kendaraan Pulang

Dengan sisa uang tabungan, Jyoti dan ayahnya membeli sepeda seharga 500 rupee atau Rp97 ribu sebagai kendaraan pulang.

Jyoti mengatakan mereka tidak punya uang dan pemilik rumah kontrakan juga mengusir mereka kecuali jika membayar uang kontrak.

Tidak ada yang bersedia untuk membantu mereka di Delhi sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke desa.

" Kami mencoba berbicara dengan seorang sopir truk untuk membawa kami dari Delhi ke Darbhanga. Tapi dia meminta bayaran 6.000 rupee (Rp1,2 juta).

" Kami tentu saja tidak punya uang sebanyak itu. Akhirnya, saya minta uang ke ayah 500 rupee dan membeli sepeda. Kami mulai berangkat ke Darbhanga dengan berboncengan," kata Jyoti.

5 dari 6 halaman

Istirahat di Pompa Bensin

Teringat perjalanannya yang melelahkan, Jyoti lebih lanjut mengatakan bahwa mereka hanya memiliki 600 rupee ketika meninggalkan Delhi.

Dia mengayuh sepeda siang dan malam dengan istirahat dua sampai tiga jam di pompa bensin pada malam hari.

" Kami makan di tempat-tempat penampungan dan yang ditawarkan oleh beberapa orang baik di sepanjang jalan," kata Jyoti.

6 dari 6 halaman

Jalani Karantina di Perpustakaan Sekolah

Ketika Jyoti dan ayahnya sampai di Darbhanga, warga desa terkejut dan gempar. Anak dan bapak itu pun diminta untuk menjalani skrining Covid-19.

Setelah menjalani skrining Covid-19, Jyoti disarankan mengisolasi diri di rumah karena dia satu-satunya perempuan di perpustakaan Sekolah Menengah Sirhulli yang dijadikan pusat karantina.

Sumber: Indian Times

Join Dream.co.id