Guru Baru Sadar Siswa yang Diajar Bukan Muridnya Setelah 3 Bulan Sekolah Online

Your Story | Rabu, 30 September 2020 16:01
Guru Baru Sadar Siswa yang Diajar Bukan Muridnya Setelah 3 Bulan Sekolah Online

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Setelah 3 bulan berlalu sang guru dan murid ini baru sadar mereka beda sekolah.

Dream - Para pelajar masih harus menjalani sekolah online akibat masih tingginya angka penularan Covid-19 di Indonesia. Para guru mungkin sudah terbiasa menggunakan layanan aplikasi daring untuk memudahkan penyampaian materi hingga penilaian tugas.

Di balik pro dan kontra proses sekolah online, berbagai kisah unik antara guru dan siswa ini ramai dibagikan di media sosial. Semuanya menjadi warna tersendiri di tengah hiruk-pikuk pandemi yang masih belum usai hingga ini. 

Belakangan sebuah kisah lucu juga dialami seorang guru asal Mamuju, Sulawesi Tengah ini. Guru bernama Harianto Andi Ma'tu mengaku baru sadar sang murid yang selama 3 bulan menghubunginya melalui aplikasi Whatsapp ternyata berasal dari sekolah yang berbeda, bahkan tidak berada di kabupaten yang sama.

Lalu bagaimana sebenarnya kisah mula Harianto dan anak didik beda sekolah itu? Melansir dari Facebook pribadinya, Harianto Andi Ma'tu berikut kisahnya. 

2 dari 6 halaman

Tanya Tugas pada Harianto

Kisah lucu Harianto dimulai pada  29 Juli 2020, seorang murid mengirimkan tugasnya melalui aplikasi Whatsapp. Seperti biasanya, Hari memeriksa nama dan alamat siswa, mulanya ia sempat heran tatkala alamat yang dituliskan berbeda, tapi ia tak ambil pusing dan menganggap siswanya hanya salah ketik saja.  

Tak hanya salah menulis alamat, Harianto juga disapa dengan sebutan 'bu' yang membuat dirinya heran.

Chat Harianto dan siswanya yang salah orang© Facebook/Harianto Andi Ma'tu

" Disapa Bu pertama kalinya tak masalah, mungkin belum kenal. Padahal di awal, saya telah menemui dan memperkenalkan diri ke semua siswa baru (kecuali yang berhalangan hadir)," ceritanya di awal.

3 dari 6 halaman

Kecurigaan Mulai Muncul

Kejanggalan makin terlihat tatkala di bulan Agustus, sang siswa kembali mengirim tugas. Lagi-lagi siswa kelas 7 IPA itu menyebut Harianto dengan sapaan 'bu'.

Kali ini Harianto mulai curiga dan bingung. Akhirnya dia memutuskan untuk menegur sang siswa dan memintanya memanggil dengan sapaan 'pak'.

Harianto yang masih dipanggil 'bu' oleh siswanya sampai mencantumkan nama lengkapnya dengan harapan siswanya sadar dan menyebutnya 'pak'.

Selama menjalani sekolah online, Harianto yang menggunakan aplikasi belajar online untuk memberi tugas dan modul makin dibuat curiga. Namun semuanya sempat ditepis karena nama siswa yang menghubunginya memang mirip dengan murid yang mengirim tugas melalui aplikasi.  

 

4 dari 6 halaman

Yang Dicurigai Akhirnya Terbukti

Siswanya mulai sadar guru yang dihubunginya beda orang© Facebook/Harianto Andi Ma'tu

Kecurigaan Harianto akhirnya terkuak saat sang siswa mengklarifikasi nama gurunya pada 24 September lalu.

" 24 September 2020, ananda kembali bertanya perihal tugasnya dan mengklarifikasi nama gurunya, dengan Ibu U..?"   tambah Harianto di laman Facebooknya pada 25 September 2020 lalu. 

Setelah itu, Harianto baru tersadar bahwa sang siswa yang selalu menghubunginya itu bukanlah murid dari sekolah tempatnya mengajar. 

" Astaga...baru sadar ananda sepertinya bukan siswa dari sekolah kami," tambah pria itu.  

 

 

5 dari 6 halaman

Beda Sekolah dan Kabupaten

Beda sekolah hingga kabupaten. Kok bisa ya? haha© Facebook/Harianto Andi Ma'tu

Untuk menguatkan klarifikasi sang siswa, Harianto langsung memeriksa lebih detil pada tugas yang telah dikumpulkan murid itu. Akhirnya ia menemui nama dan no ponsel yang berbeda dan guru yang dimaksud adalah rekannya di kabupaten tetangga.  

" Saya kembali periksa foto jawaban modul yang telah dikirimkannya. Pada foto pertama tak ada yang aneh (kecuali alamat tadi), pada foto modul tugas ke 2 dan 3, saya perhatikan pada catatan lembar tertulis nama dan nomor ponsel berbeda, bukan milik saya (benar bahwa ananda bukan siswa kami). Tertulis nama dan nomor adik kelas, teman, rekan saya di kabupaten tetangga," kisahnya.  

Harianto mengaku bahwa modul yang ia buat memang dibagikan ke beberapa rekan sesama guru. Dan kemungkinan guru di kabupaten itu juga menggunakan modul yang sama.  

" Modul ini pernah saya bagikan ke rekan sejawat, termasuk beliau untuk bersama menguji efektivitas modul ini," jelasnya. 

6 dari 6 halaman

Kisah kocak antara guru dan siswa tersebut kini viral di media sosial facebook. Warganet dibuat terpingkal dengan kisah Harianto. Beberapa juga salut karena Harianto masih mengizinkan sang murid untuk belajar dengannya meski salah 'alamat' 

Hahahahaha lamanya nyasar,"  ujar salah seorang warganet. 

" Kak lucu, sejak awal dipanggil ibu," tambah yang lain.

" Endingnya mengharukan. Siswa tsb tetap boleh belajar bersama Bapak. Dia jd punya 2 guru IPA. Salut, Pak Guru," puji warganet lainnya. 

Join Dream.co.id