Kisahnya Nyesek, Pacaran 9 Tahun tapi Nikah Hanya 2 Tahun

Your Story | Jumat, 2 April 2021 14:15
Kisahnya Nyesek, Pacaran 9 Tahun tapi Nikah Hanya 2 Tahun

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Semua berawal dari sini.

Dream – Pacaran lama tak menjamin kita bisa saling mengenal dengan pasangan secara utuh. Pernikahan seringkali tak semulus saat berpacaran.

Seperti cerita yang diungkap akun TikTok @lifeaftermarriage, Jumat 2 April 2021. Ia bercerita sudah berpacaran dengan sang suami selama 9 tahun, yaitu sejak kelas 1 SMP. Usianya terpaut 12 tahun.

Wanita ini bercerita bahwa sang suami ini orangnya baik dan tidak pernah membentaknya. Ditambah lagi, bukan pria perokok.

“ Dia juga setia, Kak. Dia rajin sholat 5 waktu,” tulis sang wanita melalui pesan langsung suatu media sosial.

 

2 dari 6 halaman

Pandemi COVID-19 Mengubah Segalanya

Lalu pada 2020, suami tidak bekerja. Sebenarnya, sang suami ini merupakan driver ojol di Jakarta. Kini, dia berada di kampung halaman sang istri selama 1 tahun.

“ Selama ini, kami makan dari ortu saya,” kata sang wanita.

Dikatakan bahwa ayah wanita ini bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya serabutan di sawah. Kedua orang tuanya ini sayang kepada menantunya.

Kemudian, ayah wanita ini mendapatkan bantuan UMKM dari pemerintah. Wanita itu membuka bisnis baju online. Sang suami yang mengantarkan barang pesanan.

“ Dari cerita ini, harusnya kisah saya bahagia,” tulis dia.

3 dari 6 halaman

Suatu Hari

Hingga suatu hari, ayah wanita ini jatuh sakit dan harus ke dokter. Sementara sang suami sedang bermain bola bersama teman-temannya.

“ Saya bingung. Suami nggak bisa kalau nggak main bola,” tulis dia.

Wanita ini memutuskan untuk pergi ke dokter sendirian untuk mengambil nomor antrean. Di sepanjang perjalanan, wanita ini bepergian dengan angkot, tapi sopirnya mengemudikan kendaraan ugal-ugalan.

“ Saya takut dan minta berhenti di tengah jalan. Saat turun dari angkot, kaki saya lemas. Saya menangis sejadi-jadinya di pinggir jalan,” tulis dia.

4 dari 6 halaman

Malu

Wanita ini malu dan sedih. Sang suami disebut lebih asyik bermain bola bersama teman-temannya dan bukan mengantarkannya. Dikatakan bahwa seminggu bisa 2-3 kali bermain bola.

“ Dia, kan, punya kewajiban nafkahin saya,” kata dia.

Saking sedih dan kesal, wanita itu mengaku sempat memotong rambutnya sambil menangis. Dia tidak bisa apa-apa karena takut orangtuanya khawatir.

5 dari 6 halaman

Meluap

Kemudian, sang istri ini meluapkan amarahnya di depan sang suami dan orangtua. Dikatakan bahwa lemari dibanting dan seisi rumah diacak-acak.

“ Saya kayak orang kesurupan, teriak-teriak sambil nangis,” tulis dia.

Dari situ, keduanya memutuskan untuk berpisah. Orang tua menyebut rumah tangganya sudah bermasalah.

“ Tiga hari kami pisah rumah. Alhasil kami bercerai,” tulis sang wanita.

6 dari 6 halaman

Salah?

Wanita ini mengaku dirinya dan orang tuanya sudah melakukan yang terbaik meskipun sang suami tidak bekerja. Namun, sang suami dinilai kelewatan terhadap hobinya.

“ Pertanyaannya, apakah saya salah dengan keputusan saya meminta cerai?” tulis dia.

Wanita ini menyebut alasan berpisah adalah orang tuanya khawatir hatinya tersiksa jika masih bersama sang mantan suami. (mut)

Terkait
Join Dream.co.id