Diusir Suami Pecandu Game Online, Ibu dan Anak Jadi Pengemis

Your Story | Sabtu, 20 Juli 2019 07:01
Diusir Suami Pecandu Game Online, Ibu dan Anak Jadi Pengemis

Reporter : Sugiono

Sepanjang hari, suaminya yang pengangguran itu hanya bermain game online.

Dream - Seorang fotografer terketuk hatinya ketika melihat seorang wanita tunawisma dengan anak kecil saat jalan-jalan di sekitar Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia.

Dia pun menghabiskan waktu selama 20 menit untuk mengambil foto wanita bersama anak kecil itu. 

Setelah mengambil foto, dia melihat interaksi wanita itu dengan anak kecil itu terlihat tulus. Tidak seperti tunawisma dengan anak kecil lainnya yang bekerja untuk sindikat yang sering terlihat di jalan-jalan.

Sebagai seorang fotografer profesional, dia ingin mengetahui lebih dalam tentang subyek fotonya.

Fotografer itu pun mendekati wanita itu dan mulai bertanya tentang kehidupannya. Kata-kata pertama yang keluar dari bibir wanita itu akan membuat sedih yang mendengar.

" Saya diusir dari rumah oleh suami sejak kemarin," kata wanita itu.

2 dari 4 halaman

Suami Pemalas dan Pengangguran

Setelah mengatakan itu, dia mengungkapkan sisa ceritanya kepada fotografer. Wanita itu mengaku diusir oleh suaminya yang pemalas dan pengangguran.

Sepanjang hari, suaminya hanya bermain game online tanpa pernah memikirkan kebutuhan rumah tangga.

Sementara dia sendirian yang membayar tagihan bulanan dan uang kontrak rumah.

Mereka sering bertengkar, dan baru-baru ini pertengkaran mereka semakin memanas.

Akhirnya, dia diusir oleh suaminya dan dilarang membawa apa-apa dari rumah.

3 dari 4 halaman

Merasa Nyaman Tinggal di Jalan

Dia meninggalkan rumah sambil membawa anaknya. Dia juga beberapa kantong plastik berisi pakaian dan dokumen.

Wanita itu mengaku lebih nyaman tinggal di jalan daripada di rumah. Karena dia sudah muak dengan kehidupan rumah tangganya selama ini.

Suaminya melarang dia membawa akte kelahiran anaknya. Namun dia tak mau menyerah. Dia mengurus dan mencetak yang baru lagi.

Dia sebenarnya sudah membuat laporan ke polisi, tapi merasa ragu kasusnya akan ditindaklanjuti.

Jika ingin cepat selesai, wanita itu harus membayar tiga persidangan dan laporan yang berbeda.

Meski sudah mengaku sekarang jadi gelandangan, wanita itu harus membayar jika kasusnya ingin cepat selesai.

4 dari 4 halaman

Tetap Berusaha Menyekolahkan Anaknya

Ketika ditanya rencana selanjutnya, wanita itu mengatakan dia akan tetap berusaha menyekolahkan anaknya.

Beruntung, pihak sekolah bersedia membantu dengan membiarkan anaknya tetap bersekolah.

Sedangkan dia sendiri akan berusaha mencari pekerjaan sambilan, seperti jadi tukang cuci piring di warung atau restoran.

Untuk sementara, dia masih mengemis di seputar Kuala Lumpur sambil mencari pekerjaan tersebut.

Fotografer itu kemudian memberikan uang kepada wanita tersebut dan jaket untuk anaknya.

Foto-foto wanita dan anaknya itu kemudian diposting di akun Instagram-nya, dengan caption penuh motivasi.

" Yang paling penting adalah masih ada harapan di mata mereka, terlepas dari semua rasa sakit dan penderitaan yang mereka alami. Mereka punya harapan untuk masa depan."

(ism, Sumber: World of Buzz)

Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting
Join Dream.co.id