Kisah Ustaz Das'ad Latif Selamat dari Gempa karena Kunjungi Orangtua

Your Story | Jumat, 15 Januari 2021 15:30
Kisah Ustaz Das'ad Latif Selamat dari Gempa karena Kunjungi Orangtua

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Hotel yang rencananya akan menjadi tempat menginap Ustaz Da'ad Latif hancur. Beruntung dia datang terlambat.

Dream - Ustaz Das'ad Latif hampir menjadi korban gempa bumi dengan Magnitudo 6,2 yang menguncang Majene, Sulawesi Barat, Jumat 15 Januari 2021, dini hari.

Sebelumnya, ia mendapat jadwal mengisi khotbah Jumat dan tauziah di Kantor Gubernur Sulawesi Barat di Kota Mamuju.

Dalam percakapan grup WhatsApp yang tersebar, dai kondang itu menceritakan dirinya terselamatkan lantaran tertahan waktu saat menegok orang tuanya terlebih dahulu di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

“ Rencananya Saya tadi malam nginap di hotel maleo,” tulis Ustaz Das’ad Latif di grup WhatsApp, saat berbagi kabar tentang kondisi dirinya di Mamuju, Jumat pagi, dikutip dari sulselsatu.com, Jumat 15 Januari 2021.

2 dari 7 halaman

Sempatkan Diri Kunjungi Orang Tua

Menurut pengakuannya, sekitar 20 menit sebelum tiba di hotel di Jl Yos Sudarso, Mamuju, terjadi gempa 6,2 SR yang menyebabkan bangunan hotel tempat rencanya untuk menginap malam itu hancur.

“ Gempa dini hari tadi Saya masih dijalan sekitar 20 menit lagi tiba di hotel. Subhanallah, ada saja kuasa Allah dalam melindungi saya dan tim,” tulis Ustaz Das’ad Latif.

Ustadz Das’ad Latif terlambat tiba di Mamuju karena menyempatkan diri mampir di rumah orangtuanya di Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

“ Karena saya singgah lihat orang tua di kampung, akhirnya selamat dari runtuhan hotel maleo,” katanya memberi kabar.

3 dari 7 halaman

Gempa Majene

Sebelumnya gempa bumi berkekuatan 6,2 M menguncang Majene, Sulawesi Barat dengan kedalaman 10 kilometer. Bencana alam ini, menyebabkan banyak bangunan bertingkat roboh dan beberapa warga masih terjebak di reruntuhan pada Jumat, 15 Januari 202 dini hari.

Dilaporkan, Kantor Gubernur Sulawesi Barat di Mamuju roboh akibat gempa yang terjadi pukul 2.30 WITA.

Selain kantor gubernur, bangunan hotel dan rumah sakit juga dilaporkan mengalami kerusakan parah. Banyak warga yang memilih bertahan di luar rumah lantaran takut adanya gempa susulan.

Hingga beriya ini ditulis, dilaporkan terdapat 8 orang meninggal dunia dan 637 orang luka-luka.

Sumber: Sulselsatu.com

 

4 dari 7 halaman

Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Majene Dini Hari, Ini Daerah Terdampak dan Pemicunya

Dream - Gempa kembali mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, Jumat 15 Januari 2021 dini hari. Situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan 6,2 magnitudo terjadi sekitar pukul 01.28 WITA.

Pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dari permukaan laut. Lokasinya di koordinat 2.98 derajat Lintang Selatan dan 118.94 derajat Bujur Timur atau sekitar 6 kilometer sebelah timur laut Majene.

Getaran gempa bisa dirasakan di Majene, Palu hingga Makassar.

Sebelumnya, Gempa magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB. Penyebab gempa diduga akibat aktivitas sesar naik Mamuju.

" Diduga kuat pemicu gempa ini adalah Sesar Naik Mamuju (mamuju thrust). Terbukti bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Koordinator bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta.

5 dari 7 halaman

Lokasi Episenter Gempa

Hasil analisa BMKG menyebutkan episenter gempa terletak pada koordinat 2,99 LS dan 118,89 BT tepatnya di darat pada jarak 4 km arah Barat Laut Majene, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Dampak gempa tersebut guncangannya dirasakan di Polewali dalam skala intensitas V-VI MMI, sedangkan Mamuju, Majene IV MMI, Mamuju Utara dan Mamuju Tengah III-IV MMI, dan Toraja dan Mamasa III MMI, serta di Pinrang, Poso, Pare-pare dan Wajo II-III MMI.

6 dari 7 halaman

Kesaksian Warga

Daryono mengatakan, dari laporan di lapangan, warga lari berhamburan keluar rumah karena terkejut guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba.

" Melihat peta shakemap hasil analisis BMKG tampaknya gempa ini berpotensi merusak," katanya.

Pada pukul 14.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan dua aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo maksimum 4,9.

Getaran gempa juga dirasakan warga Kota Makassar, seperti sejumlah pengunjung RM Madaeng di Jalan Pelita Raya Makassar.

7 dari 7 halaman

Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG memastikan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Siswanto menjelaskan, analisis BMKG berdasarkan skala kekuatan gempa atau energi gempa menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Sulbar disebut memiliki patahan, sehingga cukup berpotensi terjadi gempa bumi. Bahkan secara historis gempa bumi dengan skala lebih besar dan mengakibatkan tsunami pernah terjadi di wilayah ini.

" Mekanisme patahannya pada episenter atau pusat gempanya sehingga dapat menggambarkan bagaimana pergerakan gelombang seismic. Ini juga menunjukkan tidak berpotensi gempa," ujarnya.

Terkait
Join Dream.co.id