Kisah Pilu Idah Wati Tinggal di Gubuk Pinggir Kuburan

Your Story | Kamis, 9 Juli 2020 08:12
Kisah Pilu Idah Wati Tinggal di Gubuk Pinggir Kuburan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Indah Wati hanya makan dari belas kasihan para peziarah kuburan.

Dream - Idah Wati (53), warga Kampung Bojong, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpaksa tinggal di rumah yang lebih layak disebut kandang kambing. Dia mengaku tidak bisa tinggal di rumah yang layak setelah kediamannya terbakar tujuh tahun silam.

Idah tinggal di gubuk yang dibangun di atas tanah wakaf dekat tempat pemakaman umum. Kondisinya sudah reyot. Beratap terpal. Berdinding bilah bambu yang dijajar tak beraturan. Salah satu sudut rumahnya malah hanya ditutup kain saja.

" Setelah dulu rumah saya kebakaran, jadinya saya tidak punya tempat tinggal. Alhamdulillah ada yang menempatkan saya disini untuk tinggal. Walau kalau hujan besar pasti bocor," ujar Indah, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 8 Juli 2020.

2 dari 6 halaman

Selain kondisi rumahnya yang tidak layak, gubuk yang dibangun di atas tanah wakaf tersebut sangat rentan roboh, pondasinya tidak kuat. Pemandangan depan rumahnya adalah tempat pemakaman umum yang besar, di belakangnya hamparan sawah yang hijau.

Saat masuk ke dalam rumah, terdapat kasur tempat Idah dan anaknya tidur. Beberapa perabotan rumah tangga pun terlihat. Di bagian belakang rumah, Idah menyimpan peralatan memasak. Biasanya Idah memasak di luar rumah karena khawatir api kembali menyambar rumahnya yang 100 persen terbuat dari bahan yang sangat mudah terbakar.

Di rumahnya Idah tidak ada tempat mandi cuci kakus (MCK). MCK berada di luar rumah dengan penutup dari karung. Warga menyebut MCK itu dengan sebutan WC 'helikopter'.

3 dari 6 halaman

Idah mengaku, sehari-hari bekerja sebagai pembersih makam. Untuk makan, ia mengandalkan para peziarah yang datang atau dari tetangganya. Para peziarah pun tidak jarang ada yang iba melihat kondisi rumahnya dan memberinya uang.

Saat ini Idah tinggal bersama anak angkat laki-lakinya yang berusia 20 tahun di rumah yang berukuran 2x3 meter itu. Sebelumnya ia sempat tinggal bersama suaminya, namun setahun yang lalu meninggal dunia.

Meski tinggal di bangunan yang sebenarnya tidak layak disebut rumah, Idah mengaku tidak pernah mengeluh dengan kondisinya saat ini.

" Saya bersyukur karena masih ada tempat untuk tidur dan beristirahat setelah bekerja membersihkan makam," akunya.

4 dari 6 halaman

Sebelum tinggal di rumah saat ini, setelah kebakaran menimpa rumahnya yang dulu, Idah bersama suami dan anak angkatnya tinggal di sebuah saung di tengah kebun orang di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Setelah itu, ia pun kemudian pindah ke sebuah rumah milik orang lain.

" Saya sudah tiga kali pindah-pindah, tapi ya masih saung. Dulu memang suami saya kerjanya buruh di pabrik kulit. Jadi penghasilannya ya gitu," sebutnya.

Meski menerima kondisinya saat ini, Idah memiliki harapan agar bisa tinggal di rumah yang lebih layak. Ia ingin merasakan tidur dengan pulas, tanpa harus kehujanan saat memejamkan mata di malam hari. Tidak jarang, agar tidak kehujanan ia memilih hijrah ke musala.

5 dari 6 halaman

Diketahuinya kondisi rumah Idah yang tidak layak huni, pertama kalinya dilaporkan oleh seorang peziarah kepada Babinsa Lebak Agung, Koramil Karangpawitan, Kodim 0611 Garut. Mendapat laporan tersebut, Babinsa melaporkan hal tersebut kepada pihak kecamatan.

Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat saat dihubungi mengaku pihaknya memang sudah menerima informasi tersebut. Ia mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak RT dan desa untuk membantu Idah dengan membangun rumah yang layak huni.

" Insya Allah ada bantuan sosial dari beberapa pihak. Ada anggota dewan yang sudah mau membantu dan nanti dari pak Bupati juga ada. Tinggal warga gotong royong membantu membangunkannya," ucap Rena.

6 dari 6 halaman

Rena menyebut bahwa nanti, rumah idah akan dipindahkan setelah ada warga yang memberikan tanah bagi Idah. Tinggal pihaknya yang bertanggung jawab mencari material bahan bangunan untuk membangun rumah Idah.

" Kami akan segera membangun biar bu Idah bisa cepat punya rumah yang layak. Banyak yang mau membantu Alhamdulillah," katanya.

Terkait
Join Dream.co.id