Kisah Pilu Gadis Belia Jadi LC di Kafe Remang-Remang Bojong Gede, Ikut Jejak Ibu

Your Story | Kamis, 17 Juni 2021 13:35

Reporter : Sugiono

Gadis asal Jawa Barat itu bercerita tentang bagaimana dia bisa sampai bekerja jadi teman karaoke pria tiap malam di kafe remang-remang.

Dream - Tim Srikandi Polresta Depok mendapatkan kenyataan yang sangat memilukan ketika melakukan patroli malam ke wilayah Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.

Saat melakukan razia tempat hiburan malam di wilayah tersebut, tim yang dipimpin oleh Ipda Nurul itu menemukan praktik eksploitasi anak.

Tim Srikandi menjumpai seorang gadis remaja yang melayani para pria hidung belang dengan menjadi Lady Escort atau LC.

Yang lebih menyedihkan lagi, remaja cantik itu menjalani pekerjaan tersebut karena mengikuti jejak ibunya.

Kisah Pilu Gadis Belia Jadi LC di Kafe Remang-Remang Bojong Gede, Ikut Jejak Ibu
Ilustrasi Pekerja Seks Komersial. (Foto: Shutterstock)
2 dari 8 halaman

Kisah Miris LC di Bawah Umur di Bojong Gede

Kisah dimulai saat Bripda Riri Aryani bersama rekan satu tim menuju sebuah kafe yang diduga digunakan untuk tempat prostitusi.

Tim Srikandi Polresta Depok harus menyusuri jalan terjal dan berlumpur untuk menuju kafe yang cukup terpencil itu.

Begitu masuk ke dalam kafe, tim menemukan sekumpulan gadis di bawah umur. Mereka semua berpakaian seksi, tengah menemani para pria yang menikmati bir.

" Mbak namanya siapa? Umur berapa?," tanya Bripda Riri seperti dikutip dari kanal YouTube 86 & Custom Protection NET.

" (sebut nama), Saya 16 tahun. Jangan dikamerain nanti ibu saya lihat," balas gadis remaja itu.

3 dari 8 halaman

Penghasilan Tak Sebanding dengan Harga Diri yang Terbuang

Para polisi wanita itu kemudian membagi tugas dalam melakukan interogasi kepada para gadis remaja tersebut.

Menurut para remaja itu, profesi sebagai LC hanya menerima upah minimal Rp50 ribu, yang paling besar Rp200 ribu.

" 50 Ribu, 100 ribu, kadang 200 ribu," ujar mereka.

Bripda Riri menjelaskan uang yang diperoleh para gadis remaja itu tak sebanding dengan harga diri yang mereka pertaruhkan.

" Diketahui motif dari anak-anak tersebut bahwa pekerjaan ini menjanjikan," ujar Bripda Riri.

4 dari 8 halaman

Tak Mau Ketahuan Ibu yang Baru Melahirkan

Para polwan juga menemukan deretan kamar yang berada tepat di belakang kafe remang-remang itu.

Ruangan yang menyerupai kos-kosan itu digunakan sebagai asrama penampungan para gadis tersebut.

" Di sini juga menyediakan mess sebagai media penampungan untuk pekerja wanita tersebut," ungkap Bripda Riri.

Salah satu remaja yang diinterogasi meminta agar wajahnya tidak direkam. Dia tidak mau ibunya tahu tentang pekerjaannya.

" Nanti masuk TV enggak teh? Nanti ibu aku kasihan. Jangan kasih tahu ibu aku, habis melahirkan. Kasihan," kata gadis tersebut.

5 dari 8 halaman

Jadi LC karena Ikut Jejak Ibu

Dalam sebuah interogasi lainnya, seorang remaja berambut panjang mengaku hanya mengikuti jejak ibunya.

Menurutnya, semasa muda, ibunya juga bekerja sebagai LC. Namun setelah menikah dilarang sama ayahnya.

" Dulunya juga kerja kaya begini dia (ibu). Tapi sekarang sudah menikah, enggak boleh kerja lagi. Kalau akunya stres," ungkap remaja itu.

6 dari 8 halaman

Sejak Kecil Sering Lihat Ibu Pulang Larut Malam

Gadis asal Jawa Barat itu kemudian bercerita tentang bagaimana dia bisa sampai bekerja menjadi LC.

Katanya, semasa kecil dia sudah sering melihat ibunya pulang larut malam. Hal itu pula yang dijalaninya saat ini.

" Makanya disengajain pulang malam terus gitu. Dulu (pas kecil) enggak suka (pekerjaan ibu). Malah suruh berhenti sama saya," katanya.

7 dari 8 halaman

Orangtua Membiarkan Asal Bisa Jaga Diri

Namun, ketika dia jadi LC di kafe remang-remang itu, tidak ada yang melarangnya berhenti. Remaja yang seharusnya masih menikmati dunia sekolah itu malah diperbolehkan asal bisa menjaga diri.

" (orangtua) Melarang. Tapi katanya enggak apa-apa kerja begini, asal menjaga diri," tuturnya.

Semenjak lulus SMP, remaja satu ini sudah tergiur dengan dunia malam. Dia bahkan sengaja ke Jakarta untuk mendapatkan uang lebih.

Namun karena kehidupan malam di Jakarta dirasa lebih berat, dia akhirnya memilih bekerja di Bogor.

" Dulu juga kerja kaya gini di Jakarta. Tapi di sana keras, minumannya juga lebih keras," kata gadis itu.

8 dari 8 halaman

Tak Mau Bersekolah Lagi

Saat polwan yang menginterogasinya meminta dia untuk berhenti dan kembali bersekolah, gadis tersebut tidak mau.

" Kamu masih di bawah umur gitu, masa depannya masih panjang. Masa mau kayak gini. Kamu bahagia kerja kaya gini.

" Kenapa enggak kerja jualan. Kamu mau sekolah enggak, disekolahin ya?" tanya para polwan.

" Capek teh. Enggak mau (sekolah)," jawabnya sembari menahan tangis sesenggukan.

Sumber: Merdeka

Join Dream.co.id