Kisah Viral Penjaga Kantin, Pendapatan Turun Malah Rajin Sedekah

Your Story | Kamis, 17 Desember 2020 16:45

Reporter : Sugiono

Di saat yang yang kehilangan harapan, masih ada orang yang tulus berbagi ke sesama tanpa mengharapkan ketenaran.

Dream - Dampak buruk pandemi Covid-19 terhadap perekonomian memang sangat dahsyat. Pekerjaan sulit dicari, penghasilan makin menurun.

Apalagi, hingga satu tahun berjalan, tidak seorang pun yang tahu kapan pandemi Covid-19 ini akan segera berakhir.

Tetapi, di saat sebagian dari kita kehilangan harapan, masih ada orang yang tulus berbagi ke sesama tanpa mengharapkan ketenaran.

Aksi pria bernama Andriyan Bima alias Pak Aan ini seolah jadi pengingat sekaligus penyemangat bagi kita yang putus harapan.

Kisah Viral Penjaga Kantin, Pendapatan Turun Malah Rajin Sedekah
Kisah Pak Aan Yang Lebih Peduli Sesama Di Tengah Keterbatasan Penghasilan. (Foto: Instagram)
2 dari 7 halaman

Cerita Pak Aan ini pertama kali diviralkan netizen bernama Ditta Amelia. Pemilik akun Twitter @dittameliaa itu mengunggah ulang Insta Story Instagram @noviangelang.

" Tadi aku dapat cerita dari @noviangelang di Ig story dia tentang seseorang yang menurutku pantas untuk dibagikan dan mendapat apresiasi lebih.

" Di saat semua situasi sedang sulit, ternyata masih ada orang baik. Aku sudah ijin Novian untuk membagikan cerita ini ke kalian," tulis Ditta.

3 dari 7 halaman

Di postingan Instagram, Novian menyebutkan jika Pak Aan adalah seorang penjaga kantin di kantornya. Ayah 5 anak ini kini tidak bisa lagi berjualan di kantor dengan leluasa akibat terdampak pandemi Covid-19.

Namun sebelum bercerita banyak tentang Pak Aan, Novian menyentil Presiden Joko Widodo di awal Insta Story-nya.

" Dear pak @jokowi. Saya mau berbagi sedikit cerita tentang ketulusan tanpa pamrih dari seorang warga bapak yang layak bapak beri penghargaan

" Disaat yang berkecukupan merasa kurang dan haus akan kenikmatan," tulis Novian.

4 dari 7 halaman

Meski sekarang tidak bisa lagi berjualan di kantor, Pak Aan tak pernah mengeluh soal kondisinya.

Dia tetap berjuang mencari rezeki halal untuk keluarga dengan berjualan makanan lewat WhatsApp.

" Hanya Rp25 ribu, harga yang tentu sangat pas dikantong karyawan seperti kami dan tidak memberatkan sama sekali," tulis Novian.

5 dari 7 halaman

Novian mengaku dia dan teman-temannya sebisa mungkin membantu Pak Aan. Sayang, karena jumlah karyawan yang terbatas, jualan Pak Aan tidak banyak terjual.

" Jumlah yang terjual tidak banyak, kadang hanya 3-5 kotak yang terjual di kantor kami," katanya.

Tapi kisah sebenarnya dari Pak Aan baru saja dimulai. Singkat cerita Pak Aan hanya berjualan Senin-Kamis.

6 dari 7 halaman

Khusus hari Jumat, Pak Aan membagikan makanan secara gratis buat Novian dan teman-temannya di kantor.

Tidak sampai di situ. Setiap hari Jumat, Pak Aan punya program namanya 'Jum'at Berkah'.

" Yang jelas ini bukan program TV ataupun program yayasan ya. Ini inisiatif beliau untuk melakukan kebaikan disetiap Jum'at," imbuh Novian.

7 dari 7 halaman

Novian kemudian membandingkan sikap peduli Pak Aan yang serba hidup terbatas dengan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara yang tersandung korupsi Bansos warga yang terdampak Covid-19.

Mereka sama-sama orang Indonesia, sama-sama memakai baju batik. Tapi hati dan pikirannya berbeda.

" Yang satu dengan keterbatasannya untuk terus berbagi ditengah masa masa sulit.

" Yang satu lagi dengan kekuatan dan instrumennya mencuri celah ditengah masa masa sulit. Jadi siapa yang layak jadi menteri?" cibir Novian.

 Pak Aan, the real menteri sosial.© Dream

Ditta dan Novian berharap cerita ini bisa menginsipirasi kita semua. Novian bahkan berharap Pak Aan bisa memiliki yayasan sendiri satu hari kelak agar terus bisa berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Sumber: Instagram, Twitter

Join Dream.co.id