Kisah Haru Dokter 5 Bulan Tak Pulang ke Rumah untuk Rawat Pasien Covid-19

Your Story | Senin, 7 September 2020 14:46

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Selain karena kewajiban menjadi garda terdepan penanganan Covid-19, dokter Ajit juga khawatir akan menularkan virus pada keluarga di rumah.

Dream – Tenaga medis menjadi garda terdepan untuk menangani pandemi Covid-19. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk merawat para pasien yang terinfeksi Covid-19.

Penularan virus corona, yang menyebabkan Covid-19, memang sangat cepat, bahkan tanpa gejala. Sehingga tak sedikit tenaga medis yang takut pulang ke rumah karena khawatir bakal menularkan virus corona kepada keluarga. 

Karena itulah sebagian tik medis, termasuk dokter, terpaksa mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah dan memilih hidup terpisah untuk waktu yang belum ditentukan.

Salah satu kisah serupa dialami Ajit Jani, dokter di Rumah Sakit Khusus Rajiv Gandhi, Delhi. Dia sudah hampir lima bulan tak pulang ke rumah. Selain karena kewajiban menjadi garda terdepan penanganan Covid-19, Ajit juga khawatir akan menularkan virus pada keluarga di rumah.

Saking lamanya tak kembali ke rumah, sang putri kerap menanyakan kapan ia bisa kembali ke rumah. " Kapan ayah akan pulang?" ujar putrinya, dalam sebuah percakapan telpon.

Kisah Haru Dokter 5 Bulan Tak Pulang ke Rumah untuk Rawat Pasien Covid-19
© MEN
2 dari 4 halaman

Kondisi Rumah Sakit

Karena angka penularan meningkat di tiga bulan pertama, Ajit mengaku tak bisa tidur lebih dari 15 menit. Banyaknya laporan dan panggilan pasien menyebabkan jam kerja dokter meningkat.

Meski pemerintah memfasilitasi dokter untuk menginap di hotel Leela Ambience, nyatanya hal itu tak membuat mereka bisa tidur nyenyak. Hampir 15 menit sekali selalu ada panggilan dari pasien.

" Situasinya lebih serius ketika lockdown diberlakukan. Para pasien terlihat cemas saat berada di ruang isolasi. Mereka bahkan bisa menelepon setiap lima menit," cerita Ajit.

Untuk memberi semangat pada para pasien, para dokter memberikan nomor ponsel pribadinya guna membangun kepercayaan dan mengurangi kecemasan pasien. Bahkan untuk komunikasi, dokter sampai membuat grup WhatsApp dan terkoneksi dengan lebih dari 1.500 pasien.

3 dari 4 halaman

Takut Pulang

 Beredar Pesan Berantai Dokter di Italia Temukan Obat Covid-19, Hoax atau Fakta?© MEN

Sebagaimana para dokter dan tenaga medis lainnya, Ajit diliputi rasa khawatir akan menularkan virus Covid-19 pada keluarganya. Terlebih Ajit memiliki orang tua yang berpotensi tinggi tertular.

" Awalnya, saya tidak berani pulang karena takut menularkan infeksi. Apalagi kedua orang tua saya sudah berusia diatas 75 tahun. Saya sangat khawatir," ungkap dokter berusia 52 tahun tersebut.

Saking sibuknya merawat lonjakan pasien yang kian bertambah setiap harinya, Ajit mengaku sampai kesulitan untuk menghubungi keluarga.

" Menyelamatkan nyawa adalah prioritas utama kami, saya bahkan hanya bisa menghubungi keluarga di malam hari, sekitar jam 1 atau 2 pagi," tambahnya.

4 dari 4 halaman

Pulang Setelah 5 Bulan

Rasa rindu dan lelah yang dialami Ajit akhirnya mmebuatnya memutuskan untuk kembali ke rumah setelah lima bulan lamanya. Ajit harus menempuh jarak 13 kilometer ke rumahnya di daerah Kamla Nagar.

Saat pulang, ia disambut pelukan hangat oleh kedua putri kecilnya. Sang istri yang tampak berkaca-kaca juga terlihat sangat senang atas kepulangannya itu.

" Saat kasus Covid-19 muncul di bulan Maret, kami selaku tenaga medis merasakan tantangan yang luar biasa. Ini juga menjadi salah satu hal besar yang dialami banyak orang di seluruh dunia,”cerita Ajit.

Ajit akhirnya bisa kembali ke rumah setelah dirinya mengambil cuti pertamanya setelah 170 hari bekerja tanpa henti demi merawat pasien Covid-19.

Sumber India Times

Join Dream.co.id