Kisah Gadis Penderita Sindrom Kronis Kini Jadi Miliarder

Your Story | Rabu, 21 Agustus 2019 18:03
Kisah Gadis Penderita Sindrom Kronis Kini Jadi Miliarder

Reporter : Sugiono

Semuanya berawal ketika gadis Dublin, Irlandia itu menderita Sindrom Kelelahan Kronis saat dia baru berusia 16 tahun.

Dream - Meski masih muda, Hannah Kathleen Hawkshaw telah memiliki bisnis branding dan pemasaran bernilai miliaran rupiah.

Dia bahkan sudah keliling dunia untuk memenuhi undangan para CEO, untuk mengajarkan tentang branding dan pemasaran melalui media sosial.

Semuanya berawal ketika gadis Dublin, Irlandia itu menderita Sindrom Kelelahan Kronis saat baru berusia 16 tahun.

Karena penyakitnya itu, Hannah terpaksa memutuskan untuk berhenti sekolah. Remaja yang cerdas itu pun kesepian, terisolasi, dan tertekan.

Dia tidak yakin tentang masa depannya. Tetapi, semuanya berubah setelah Hannah mulai rajin menulis di blog miliknya tiga tahun sebelumnya.

2 dari 6 halaman

Didiagnosis Menderita Sindrom Kelelahan Kronis

Hannah mengaku sebagai sosok pelajar yang cerdas dan aktif di sekolah. Namun baru dua bulan memasuki sekolah menengah atas, Hannah didiagnosis menderita Sindrom Kelelahan Kronis.

" Saya didiagnosis dengan serangkaian infeksi di telinga, dada dan sebagainya, dan kemudian Flu Babi," katanya.

Akibatnya, dia harus melewatkan sebagian besar tahun pertama sekolahnya. Dia tidak bisa lagi bermain tenis, bersosialisasi atau bahkan pergi ke sekolah.

Hannah pun mulai menyendiri dan depresi. Dia kemudian mencurahkan aktivitasnya dengan menulis blog tentang mode.

" Meski masih baru, menulis blog tentang mode menjadi cara saya menyalurkan kreativitas," tambahnya.

3 dari 6 halaman

Belajar Mengembangkan Blog

Penyakit Hannah membuatnya sangat lemah sehingga dia membutuhkan kursi roda. Hanya bisa di rumah, Hannah menghabiskan lebih banyak waktu untuk menulis blog.

Dia juga mengembangkan konten, dan ikut serta dalam acara-acara fesyen, sambil berbagi semuanya dengan para pembacanya.

Selain itu, Hannah juga tertarik dengan pemasaran online dan mulai membenamkan dirinya dalam webinar dan ebooks.

Dia belajar segala hal tentang bagaimana menghasilkan uang dari aktivitas online yang dia lakukan.

" Akhirnya saya sadar bahwa saya telah memiliki keterampilan tentang pemasaran dari membangun blog saya. Saya memaksimalkannya dan membantu orang lain mencapai tujuannya," kata Hannah.

4 dari 6 halaman

Dapat Bayaran Pertama Senilai Rp9,6 Juta

Hannah belajar dengan cepat, dan ketika usianya baru 16 tahun, dia sudah mendapatkan klien pertamanya.

" Saya dapat klien pertama untuk layanan pelatihan dan konsultasi. Klien saya seorang wanita di Australia yang membayar saya 1.000 dollar Australia untuk strategi pemasaran bisnisnya," kenang Hannah.

Bagi Hannah, bayaran tersebut sudah sangat besar untuk ukuran saat itu. Dia senang, keputusannya belajar menulis blog dan pemasaran online membuahkan hasil setelah putus sekolah.

Dia juga mulai menyadari kekuatan media sosial dalam menghubungkan orang dalam skala global bagi para pelaku bisnis tradisional.

5 dari 6 halaman

Keluarga Sempat Khawatir Masa Depannya

Meskipun orangtua Hannah sangat mendukung, banyak keluarga besarnya masih tidak tahu apa yang dia lakukan ketika dia menghabiskan berjam-jam di depan laptop.

Mereka berpikir Hannah hanya membuang waktu saja. Mereka menyarankan Hannah mencari pekerjaan tetap yang jelas seperti layaknya pekerja lainnya.

" Saya menyadari mereka sangat khawatir dengan masa depan saya. Tapi saya tahu yang saya lakukan ini menyenangkan dan memiliki potensi yang gemilang," katanya.

Hannah maklum keluarga besar dan teman-temannya khawatir karena mereka tidak paham dengan aktivitasnya di depan laptop.

6 dari 6 halaman

Jadi Konsultan dan Keliling Dunia

Di usia 18 tahun, Hannah juga menghubungi pelatih bisnis di Amerika Serikat. Dia mulai serius terjun ke dunia konsultasi bisnis.

" Saya mulai membayar biaya kursus onlline, dan belajar tentang menjual layanan konsultasi," kata Hannah mengenang.

Di tahun ini, Hannah menyewa sebuah gedung di Dublin untuk dijadikan kantor bisnis branding dan pemasarannya yang diberi nama Branding Marketing Results.

" Tim secara bertahap mulai terbentuk, dan sekarang saya bekerja dengan 8 orang di tim inti saya. Semua orang bekerja dari jarak jauh," kata Hannah.

(ism, Sumber: Daily Mail Online)

Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo
Join Dream.co.id