Mantan Pemain AC Milan Ungkap Alasan Pilih Jadi Prajurit TNI AD

Your Story | Kamis, 4 Maret 2021 10:45
Mantan Pemain AC Milan Ungkap Alasan Pilih Jadi Prajurit TNI AD

Reporter : Sugiono

"Tanpa orangtua tidak mungkin saya bisa pake baju loreng ini."

Dream - Selama ini banyak yang tidak tahu jika ada anggota TNI yang terlibat aktif dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola.

Salah satunya adalah pesepak bola bernama Falen Mariar kelahiran Manokwari, Papua Barat, berikut ini.

Tidak disangka, pria yang kini masih berstatus siswa Secaba Rindam Jaya ini adalah mantan pemain sepak bola profesional tingkat dunia.

Dalam video yang diunggah akun Instagram TNI Angkatan Darat, Falen menceritakan kisahnya hingga pernah jadi pemain AC Milan Junior.

2 dari 9 halaman

Perjalanan Mantan Pemain AC Milan Junior jadi Anggota TNI

Perjalanan Falen hingga jadi pemain AC Milan Junior ternyata tidak mudah. Cukup panjang dan penuh dengan berbagai cobaan.

Berawal dari keikutsertaannya di Liga Pendidikan antar sekolah yang digelar oleh KNPI. Di sini, Falen bersama timnya yang mewakili Manokwari menang juara satu.

Setelah itu dia dipilih untuk bermain di tingkat provinsi menghadapi wakil dari kabupaten-kabupaten di Papua Barat dan Papua. Tim Falen kembali menang lagi jadi juara satu.

3 dari 9 halaman

Gagal Saat Ikut Seleksi di Makassar

Kemudian, ketika mau masuk sekolah, Falen yang masih menjadi siswa SMP PG 2 di Manokwari mendapat undangan dari KONI.

Dalam undangan itu, Falen diminta datang untuk menjalani seleksi Danone Cup yang diadakan di Makassar. Sayangnya, pria kelahiran 5 Mei 1997 itu tidak lolos seleksi.

Namun, nasib baik menghampiri Falen ketika dia diberi pilihan setelah gagal mengikuti seleksi Danone Cup di Makassar.

" Kita ditanya sama Ketua Koni 'Mau pulang atau mau lanjut ke Bali seleksi AC Milan'. Ya sudah dari situ kita diarahkan bilang ke Bali," ujar Falen.

4 dari 9 halaman

Dari 1.500 yang Ikut Seleksi, Cuma 18 Orang yang Diambil

Kata Falen, seleksi AC Milan yang digelar di Bali diikuti oleh 1.500 orang. Padahal seleksi itu hanya untuk mencari 18 orang terbaik yang mewakili Indonesia ke Italia.

Falen mengaku awalnya dia tidak tahu bagaimana seleksi AC Milan itu. Tapi dia cukup percaya diri untuk mengikuti seleksi tersebut.

" Dengan percaya diri saya ikut AC Milan ini. Dari sekian banyak orang ini saya mungkin dibilang yang paling pendek," katanya.

Tapi Falen percaya dengan kemampuannya. Dia pun berusaha mengeluarkan semua ketrampilannya di setiap pertandingan selama seleksi.

" Ternyata pas pengumuman hari ke-3 di Bali saya lolos. Jadi 8 orang terbaik yang dikirim ke Jakarta lagi," katanya.

5 dari 9 halaman

Ayah Meninggal Pas Pembagian Tiket ke Italia

Sayangnya, pas malam pengumuman terakhir pembagian tiket untuk berangkat ke Italia, ayah Falen meninggal dunia. Namun ayah Falen sempat menitipkan pesan terakhir kepadanya.

" Ada penyampaian kata terakhir bilang harus lanjut (ke Italia) saja biar nanti dengan sepak bola bisa lihat adik-adik," kenang Falen.

Akhirnya, tanpa bisa menghadiri pemakaman jenazah sang ayah, Falen pun berangkat ke Italia. Dia hanya bisa mengiringi kepergian sang ayah dengan doa dan air mata.

6 dari 9 halaman

Tim Indonesia All Stars AC Milan Junior Jadi Juara

Di Junior Milan Camp di Italia, Falen bersama rekan-rekan dari berbagai daerah di Indonesia yang lolos seleksi menjalani latihan intensif.

Ternyata hasil latihan bersama teman-temannya tidak mengecewakan. Pada pertandingan pertama di ajang Turnamen AC Milan Camp Internasional, Falen yang tergabung dalam tim Indonesia All Stars AC Milan Junior menang 1-0 atas Swedia.

Namun kemenangan menyolok diraih Falen dan timnya ketika mereka menghadapi Amerika Serikat dan Brazil.

" Pas dengan Amerika 9-1. Dengan Brazil 3-0. Terakhirnya final dengan tuan rumah sendiri Italia," kata Falen.

Dalam pertandingan final itu, tim Indonesia All Stars AC Milan Junior menjadi juara umum setelah mengalahkan tuan rumah.

7 dari 9 halaman

Kenyataan Sedih Pas Pulang ke Papua

Selain bermain bola, Falen juga menggunakan kesempatan untuk bertemu dengan pemain-pemain Liga Italia favoritnya.

Dia juga menjalin persahabatan dengan tim-tim dari luar negeri lainnya yang selama turnamen menjadi lawan mainnya.

" Setelah dari situ saya balik langsung ke Papua, disambut oleh keluarga langsung menuju makamnya bapak," kata Falen.

Namun Falen jadi sedih karena melihat adik-adiknya harus ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Falen yang saat itu dapat beasiswa sekolah bola di Pertamina Soccer School memutuskan untuk mengundurkan diri.

8 dari 9 halaman

Mendaftar Jadi Anggota TNI

Dia pun tetap tinggal di Papua dan mencoba untuk daftar jadi anggota TNI. Awalnya ibunya tidak setuju.

Namun setelah mendengar penjelasan Falen yang dari kecil memang bercita-cita jadi tentara, ibunya akhirnya menyetujui keputusannya.

" Tujuan saya harus jadi tentara. Jadi tujuan saya PK 28 ini saya harus PK 28 (Bintara TNI AD angkatan tahun 2021)," ucap Falen.

Selain jadi tentara, Falen juga berkeinginan untuk menjadi salah satu pemain klub bola PS TNI yang sekarang berganti nama jadi PS TIRA (Persatuan Sepak bola Tentara Nasional Indonesia-Rakyat).

Kini, Falen telah menjadi anggota TNI yang sejak kecil diinginkannya. Dia pun mengucap terima kasih kepada orangtuanya yang terus mendukung dan mendoakannya.

" Lihat keluarga dan adik-adik, dengan hasil keringat saya sendiri. Tanpa orangtua tidak mungkin saya bisa pake baju loreng ini," pungkas Falen.

Sumber: Instagram

9 dari 9 halaman

Videonya

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh TNI AD (@tni_angkatan_darat)

 

Join Dream.co.id