Kisah Mualaf Drg Carissa: Dianiaya Suami, Diancam Dibunuh

Your Story | Jumat, 23 April 2021 03:43
Kisah Mualaf Drg Carissa: Dianiaya Suami, Diancam Dibunuh

Reporter : Sugiono

Selain Carissa, sang suami juga mengancam akan membunuh ketiga anaknya.

Dream - Bagi sebagian mualaf, pindah agama dengan memeluk Islam bukan sebuah perkara yang mudah. Banyak tantangannya hingga mengancam jiwa.

Itulah yang dirasakan seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi bernama Carissa Grani saat memilih Islam sebagai jalan hidupnya.

Dokter gigi yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta ini menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya sendiri.

Drg Carissa resmi memeluk agama Islam pada 15 Maret 2020 lalu. Pada awalnya, keputusan drg Carissa Grani memeluk agama Islam tidak diketahui suaminya.

2 dari 7 halaman

Cepat-cepat Khatam Alquran Terjemahan

Bulan Ramadan tahun lalu yang berawal dari bulan Maret dimanfaatkan dengan baik oleh Carissa untuk mendalami agama Islam.

Dia menjalankan ibadah sholat dan puasa tanpa diketahui oleh suaminya yang berprofesi sebagai seorang pengacara.

Tidak hanya itu, dia juga belajar Alquran dengan membaca terjemahannya hingga tuntas 30 juz.

3 dari 7 halaman

Mencari Kesalahan Alquran Malah Dapat Kebenaran

Wanita lulusan Universitas Indonesia (UI) ini sengaja cepat-cepat menamatkan bacaan terjemahan Alquran. Tujuannya dia bisa menemukan kesalahan agar bisa kembali ke agamanya sebelumnya.

“ Maksud saya, saya mau nyari kesalahan Mas. Saya niatnya baca itu (terjemahan Alquran) sampai tuntas cepat-cepat.

" Supaya kalau ada salah, gak jadi, mumpung yang tahu baru dikit. Maksud saya tujuannya itu,” kata Drg Carissa, dikutip dari kanal YouTube, Rasil TV, Kamis 22 April 2021.

Namun setelah membaca Alquran hingga khatam, Drg Carissa tidak menemukan kesalahan. Dia malah melihat kebenaran. Drg Carissa semakin yakin jika pilihannya tidak salah.

“ Kok dari depan sampai terakhir, makin ke sini juz 27, kok makin yakin dan saya gak nemukan salah, entah saya awam gitu ya,” ucapnya.

Padahal, di dalam kitab sebelumnya, Drg Carissa menemukan banyak sekali ayat yang kontradiktif atau bertentangan satu sama lainnya.

“ Yang sebelumnya itu, di kitab saya sendiri itu kok kayak gini, kok kontradiksi, kok di sini bilang ini, di situ bilang gini. Banyak banget yang kontradiksi,” bebernya.

4 dari 7 halaman

Suami Temukan Peralatan Sholat, Diancam Dibunuh

Setelah merasa yakin, Drg Carissa kemudian menyampaikan kepada ustazah yang membimbingnya bahwa kemungkinan keputusannya pindah agama akan ketahuan suami dan keluarganya.

" Bener (saja), April saya ketahuan (sudah mualaf) temen kantor, 15 Mei ketahuan suami. Saya (habis sholat) Isyak trus ketahuan, ketahuan alat sholatnya," ungkap Drg Carissa.

Suaminya marah dan meminta agar Drg Carissa membatalkan keputusannya untuk pindah agama. Suami bahkan mengancam akan membunuhnya jika Drg Carissa tetap pada keputusannya.

Namun, meski diancam akan dibunuh, Drg Carissa tetap menjalankan ibadahnya secara diam-diam. Dia tetap sholat dan berpuasa pada dari April hingga Mei 2020.

5 dari 7 halaman

Ketahuan Suami Lagi Saat Hendak Sholat Tahajud

Meski menutup rapat aksinya, kegiatan ibadah Drg Carissa pada akhirnya tetap ketahuan juga. Dia ketahuan suami saat hendak sholat tahajud di kamar anaknya sekitar pukul 03.00 dini hari.

Waktu itu, di dalam kamar anaknya tidak ada orang. Anak-anaknya tidur di kamar Carissa bersama suami.

“ Saya pikir suami saya sudah tidur, terus saya ambil wudhu, gelar sajadah, terus lagi mau takbir,” ucapnya.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan suaminya muncul. Suaminya melihat Drg Carissa sedang siap-siap melaksanakan ibadah sholat.

6 dari 7 halaman

Suami Mengamuk, Ancam Bunuh Anak Juga

Suaminya mengamuk. Di luar kamar anak, suami menampar dan menjambak rambut Drg Carissa. Dia dipukul di bagian telinga hingga jatuh ke lantai.

" Saya bilang sakit Denny, sakit Denny. Saya keras memang supaya ada tetangga atau pembantu saya yang dengar,” ucapnya.

Belum puas, suami menyeret Drg Carissa masuk ke dalam kamar anaknya dan kembali menganiaya dirinya. Drg Carissa dibenturkan ke tembok berkali-kali.

“ Karena saya teriak-teriak, saya dijambak, ditarik masuk ke dalam kamar anak lagi. Di dalam kamar anak, (saya) dijedot-jedotin ke tembok.

“ Di dalam (kamar) itu saya dijedotin lagi ke tembok, terus dibalikin badan saya, dipukulin lagi,” kenang Drg Carissa.

Lebih mengerikan lagi, suami tidak hanya mengancam akan membunuh Drg Carissa, tapi juga anaknya jika tetap ngotot memeluk agama Islam.

“ Kemarin kan ngancam bunuhnya saya, dia bilang juga ini, 'Kalau kamu tetap begitu, anak kamu itu saya bunuh juga',” ucap Drg Carissa menirukan ucapan suaminya.

7 dari 7 halaman

Lapor Polisi, Mengungsi Bersama Tiga Anaknya

Drg Carissa sempat diajak pulang ke rumah mertuanya. Di sana dia disiksa lagi sama suaminya. Tidak hanya, mertuanya juga marah dengan keputusan.

Akhirnya mereka pulang lagi ke rumah. Tak lama setelah tiba di rumah, suaminya tidur dari pagi sampai sore hari.

Saat itulah, polisi datang dan meminta Drg Carissa untuk melapor. Sempat menolak karena tak tega kepada suaminya, namun seorang Polwan meyakinkannya.

Akhirnya, Drg Carissa ikut ke kantor polisi untuk membuat laporan. Saat berada di kantor polisi, dia diminta agar tidak pulang ke rumahnya lagi.

Drg Carissa disarankan untuk membawa anak-anaknya pergi karena dikhawatirkan akan dianiaya oleh suami.

Dia menelepon pembantunya untuk menanyakan apakah suaminya masih tidur dan dijawab oleh pembantu bahwa masih tidur.

“ Dari jam 09.00 sampai Ashar masih tidur lho. Biasanya kalau ada suara berisik aja itu langsung bangun. Itu Allah lagi tuh (yang bantu),” ucapnya.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Carissa untuk membawa kabur tiga anaknya yang masih kecil tanpa membawa apa-apa.

Menurut pengakuannya, Drg Carissa kemudian mengungsi ke Sentul, Bogor, Jawa Barat bersama ketiga buah hatinya.

Sumber: PojokSatu

Join Dream.co.id