Kisah Romantis Ojol Lansia Bikin Warganet Baper

Your Story | Selasa, 26 Mei 2020 07:01
Kisah Romantis Ojol Lansia Bikin Warganet Baper

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Pasangan ini selalu berdua, bahkan ketika bekerja mengantarkan pesanan makanan.

Dream - Menua bersama pasangan merupakan impian setiap orang. Bersantai dan menikmati masa pensiun di suatu tempat yang sunyi atau mengejar cita-cita bersama pasangan.

Tetapi, tetap bekerja untuk menghidupi diri di masa tua? Hanya sedikit pasangan tua yang mendapat kesempatan itu.

Beberapa waktu lalu, viral sebuah kisah romantis pasangan lansia asal Thailand yang berjuang bersama sebagai ojek online (ojol) untuk menafkahi hidup mereka. Pasangan lansia ini terdaftar sebagai mitra GrabFood.

Suami istri mengambil pesanan makanan di salah satu restoran sushi berduaan. Kisah mereka diabadikan netizen asal Thailand yang diunggah melalui akun Blackbox Phakhanut.

Netizen tersebut memiliki restoran sushi di Hat Yai, Songkhla, Thailand. Ketika ia mempersiapkan pesanan yang diterima melalui aplikasi GrabFood-nya, pasangan lansia tersebut sudah menunggu untuk mengantar ke pelanggan.

 

2 dari 6 halaman

Sama-sama Bekerja

Menurut pasangan tersebut, mereka berdua sama-sama terdaftar sebagai pengantar GrabFood karena mereka ingin tetap mandiri secara finansial tanpa harus membebani anak-anak mereka.

Netizen kemudian mengambil foto pasangan romantis ini dan membagikan cerita mereka ke Facebook. Kisah tersebut menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang.

Pasangan lansia ini melakukan pengiriman GrabFood setiap hari menggunakan sepeda motor. Sang suami mengendarai motor dan istrinya yang membantu mengemas makanan untuk disimpan di kantong pengiriman di kursi belakang.

Hebatnya pasangan ini yaitu, mereka benar-benar menunjukkan usia hanyalah sebuah angka. Sangat menginpirasi bagi pasangan muda! (mut)

Sumber: World of Buzz.

3 dari 6 halaman

Kota Lockdown, Gadis Cilik Bonceng Ayah Sakit Sejauh 1.200 Km

Dream - Situasi putus asa dapat membuat orang melakukan hal-hal yang tidak terbayangkan. Seperti anak perempuan India ini yang bersepeda hampir 1.200 kilometer.

Gadis bernama Jyoti itu bersepeda untuk ke kampung halaman, karena ayahnya sudah tidak punya pekerjaan lagi di kota.

Jyoti yang masih berusia 15 tahun bersepeda sambil membonceng ayahnya yang sakit dari Delhi ke Darbhanga di Bihar.

Tidak hanya perjalanannya sangat menantang secara fisik, jalan raya dan jalan-jalan kota tidak aman bagi seorang gadis remaja.

4 dari 6 halaman

Yang Ditakutkan Tertabrak Kendaraan Lain

Namun siswa Kelas Vll itu tak punya pilihan lain. Yang jadi kekhawatirannya adalah tertabrak kendaraan lainnya.

Masalahnya, dalam perjalanan sejauh 1.200 km itu sering terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa banyak orang.

Jyoti mengaku tidak merasa takut bahkan ketika bersepeda di malam hari. Itu karena dia melihat ratusan pekerja migran berjalan pulang kampung.

" Yang menjadi perhatian kami hanyalah kecelakaan di jalan, yang untungnya tidak kami hadapi," katanya.

5 dari 6 halaman

Becak Ditarik Majikan karena Lockdown

Dia bilang bahwa ayahnya adalah seorang penarik becak di Delhi. Tetapi ayahnya jadi pengangguran setelah Delhi di-lockdown.

Becak yang digunakan mencari rezeki pun ditarik oleh majikannya. Selain itu ayahnya juga sedang mengalami cedera kaki.

Jyoti dan ayahnya memulai perjalanan sepanjang 1.200 km pada 10 Mei dari Delhi dan sampai di Darbhanga pada 16 Mei.

6 dari 6 halaman

Membeli Sepeda untuk Kendaraan Pulang

Dengan sisa uang tabungan, Jyoti dan ayahnya membeli sepeda seharga 500 rupee atau Rp97 ribu sebagai kendaraan pulang.

Jyoti mengatakan mereka tidak punya uang dan pemilik rumah kontrakan juga mengusir mereka kecuali jika membayar uang kontrak.

Tidak ada yang bersedia untuk membantu mereka di Delhi sehingga mereka memutuskan untuk kembali ke desa.

" Kami mencoba berbicara dengan seorang sopir truk untuk membawa kami dari Delhi ke Darbhanga. Tapi dia meminta bayaran 6.000 rupee (Rp1,2 juta).

" Kami tentu saja tidak punya uang sebanyak itu. Akhirnya, saya minta uang ke ayah 500 rupee dan membeli sepeda. Kami mulai berangkat ke Darbhanga dengan berboncengan," kata Jyoti.

Join Dream.co.id