Ketika Sukses, Jangan Lupakan Orang Tua!

Your Story | Kamis, 30 Agustus 2018 16:15
Ketika Sukses, Jangan Lupakan Orang Tua!

Reporter : Dwi Ratih

Ridho orang tua adalah ridho Allah SWT.

Dream - Orang tua mana yang tak ingin anak-anaknya sukses dan mampu meraih cita-cita yang didambakan sejak kecil.

Untuk mencapai mimpi, tentu tak sedikit peran orang tua di dalamnya. Dalam Islam, orang tua memiliki kedudukan tinggi. Oleh sebab itu, dikatakan kalau rida orang tua adalah rida Allah Ta'ala.

Jangan sampai kesuksesan yang kamu miliki sekarang justru bikin orang tua sedih karena tak sedikit pun orang tua kamu hargai dan hormati dari hasil jerih payah.

 shutterstock

Padahal, kesuksesan seorang anak tidak luput dari peran orang tua yang selalu memberikan doa sepanjang hari.

 shutterstock

Nabi Yusuf AS yang menjadi pemimpin Mesir tak pernah sedetik pun melupakan orang tuanya atas apa yang ia peroleh saat itu.

Kisah Nabi Yusuf AS pun difirmankan Allah SWT dalam Surat Yusuf ayat 99-100 yang berbunyi, " Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya seraya berkata, " Masuklah kamu ke negeri Mesir, Insyaaallah dalam keadaan aman" . " Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua) tunduk bersujud kepadanya."

Untuk itu, apa saja yang harus kita lakukan ke orang tua agar kesuksesan yang dimiliki selalu menjadi berkah dan bermanfaat?

Baca lengkapnya di sini.

Kirimkan tips inspiratif ala kamu ke komunitas.dream@kly.iddengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin di-publish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

2 dari 4 halaman

5 Perbedaan Orang Kaya dan Orang yang Pura-pura Kaya

Dream - Don't judge a book by its cover. Petuah itu bisa diterapkan ke segala aspek. Termasuk menilai perekonomian seseorang.

Tak jarang orang menilai penampilan seseorang sebagai orang berada padahal sebenarnya kondisi uangnya biasa-biasa saja. Bahkan nyerempet` pas-pasan.

Tapi tak sedikit juga yang menjumpai penampilan seseorang yang biasa saja namun di balik itu ia bergelimpangan harta.

 shutterstock

Penampilan seseorang memang tak bisa dilihat sekilas. Ada beberapa perbedaan dalam karakter atau hal mendasar lainnya antara orang kaya dengan yang pura-pura kaya. 

Mereka yang masuk dalam kategori pura-pura kaya sebetulnya masuk ketegori pas-pasan. Namun untuk menutupi kekurangan secara material, mereka menutupinya dengan penampilan yang serba mewah. 

Lalu apa saja sih yang membedakan orang kaya sesungguhnya dengan orang yang pura-pura kaya? Berikut lima hal yang perlu Sahabat Dream ketahui.

Silakan baca di tautan berikut ini!

3 dari 4 halaman

Orangtua Berhak Menerima Bakti Anak, Ini Keutamaannya...

Dream - Merawat orangtua adalah kewajiban seorang anak. Apalagi jika orangtua kandung sudah lansia atau terkena serangan stroke.

Tentu hal ini membutuhkan kesabaran yang luar biasa dari si anak. Karena jika emosi sedikit saja, si anak bisa dikatakan sudah durhaka para orangtua.

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengingatkan betul agar anak tidak durhaka pada kedua orangtuanya.

" Uququl walidain atau durhaka pada orangtua adalah segala bentuk menyakiti orangtua."

Semua orangtua punya hak menerima bakti dari anak-anaknya. Hal ini seperti disebutkan dalam Surat Al Isra ayat 23.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Imam Ibnu Jarir Ath Thabari menafsirkan ayat di atas dengan penjelasan berikut.

" Janganlah berkata ah, jika kalian melihat sesuatu dari salah satu atau sebagian dari keduanya yang dapat menyakiti manusia. Akan tetapi bersabarlah dari mereka berdua. Lalu raihlah pahala dengan bersabar pada mereka sebagaimana mereka bersabar merawatmu."

Setiap anak patut mengingat peran orangtua yang telah membesarkannya. Dari orangtua, seorang anak akan mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Dalam riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Abu Darda' RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

Orangtua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.

Sementara Al Qadhi Baidhawi dalam kitabnya Tuhfah Al Ahwadzi memberikan nasihat kepada para anak tentang keutamaan berbakti pada orangtua.

" Bakti pada orangtua adalah pintu terbaik dan paling tinggi untuk masuk surga. Maksudnya, sarana terbaik untuk masuk surga dan yang mengantarkan pada derajat tertinggi di surga adalah lewat menaati orangtua dan berusaha mendampinginya. Ada juga ulama yang mengatakan, 'Di surga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu tersebut adalah melakukan kewajiban kepada orangtua'."

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

Hindari Melontarkan Hal Ini Saat Anak Sedang Gugup

Dream - Rasa khawatir, gugup bahkan stres seringkali dialami anak-anak. Biasanya saat mereka harus menghadapi ujian di sekolah, bertanding atau saat akan tampil di depan banyak orang.

Sama seperti orang dewasa, mereka juga takut tak bisa melakukan yang terbaik dan gagal. Hal ini sangat wajar dan justru baik untuk melatih mentalnya. Sebagai orangtua tentu kita akan menenangkannya dengan berbagai cara.

Namun sebaiknya hindari pernyataan-pernyataan berikut saat menenangkan buah hati. Pasalnya, bisa jadi bumerang dan malah membuat mereka jadi lebih gugup. Apa saja?

- " Semuanya akan baik-baik saja, percaya mama"  
Pernyataan ini sering kali dilontarkan pada mereka yang sangat gugup. Mereka yang mendengarkan tak akan merasa lebih tenang, bahkan malah lebih gugup karena takut mengecewakan jika gagal.

Lebih baik minta anak menarik napas panjang dan membuangnya secara perlahan. Pelukan hangat dan usapan lembut juga akan sangat membantu menurunkan level kepanikannya.

- " Tak ada yang perlu ditakutkan"  
Kecemasan memicu alarm ketakutan di dalam pikiran dan tubuh anak. Alarm tersebut bersifat sebagai perlindungan. Dengan melontarkan hal tersebut malah akan menurunkan sensitivitas alarm yang dimilikinya dan mengabaikan emosi yang dirasakannya.

Tak masalah jika mengakui kalau anak merasa takut atau gugup. Katakan saja padanya " adek/ kakak takut dan gugup ya? Ibu juga pernah di posisi kakak, jadi bisa merasakannya, mau peluk?" .

Hal terpenting adalah menyampaikan pada anak kalau rasa takut dan khawatir merupakan hal yang wajar dan manusiawi. Semua orang mengalaminya.

Ajarkan anak untuk menghadapi perasaan takut tersebut dengan cara yang sehatdan jujur, yaitu mengakui dan berusaha menurun level ketakutannya. Bukan menghilangkannya sama sekali.

Sumber: Pop Sugar

Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham
Join Dream.co.id